Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Pengemplangan Pajak oleh Perusahaan Semakin Merugikan Rakyat
Opini

Pengemplangan Pajak oleh Perusahaan Semakin Merugikan Rakyat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
23 Okt, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Fatimah Nurul Jannah 
(Aktivis Dakwah Muslim)

TanahRibathMedia.Com—Bocornya anggaran dana negara dengan nominal yang fantastis, membuat rakyat tercengang dan heran dengan fakta yang terjadi. Disebutkan, bahwa jumlah anggaran yang bocor kurang lebih 300 triliun. Kebocoran ini disebabkan dari pengemplangan pajak yang dilakukan oleh para pengusaha dan golongan konglomerat. Hal ini juga menjadi bukti nyata akan sikap negara yang lunak dan tidak tegas terhadap perusahaan yang tidak membayar pajak.

Setelah kejadian mega korupsi tata niaga PT. Timah TBK yang diperkirakan merugikan negara sebesar 271 triliun. Menyusul kasus yang lebih mengejutkan, yaitu kasus pengemplangan pajak yang diperkirakan merugikan negara sebesar 300 triliyun (Cnbc Indonesia.com, 12-10-2024). 

Menanggapi kasus ini, Presiden RI Prabowo mengatakan bahwa ia telah menyusun rencana untuk mengambil harta tersebut. Sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi negara dan rakyat.

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa para pelaku kasus ini mayoritas dari pengusaha sektor kelapa sawit. Setidaknya ada 300 pengusaha yang telah berada di bawah pengawasan negara. Di satu sisi, sektor kelapa sawit memang menguntungkan bagi negara jika mereka mau membayar pajak. Namun, di sisi lain sektor kelapa sawit banyak menimbulkan kerugian bagi negara. Seperti, penyerobotan lahan hutan menjadi Perkebunan kelapa sawit, pengemplangan pajak dll. Hal ini diklaim sebagai faktor utama bocornya penerimaan negara.

Fakta ini, dapat dijadikan bukti yang kuat akan ketidakadilan pemerintah dalam memutuskan kebijakan, khususnya kebijakan pajak. Pajak yang saat ini dalam sistem kapitalisme menjadi sumber utama pendapatan negara, pasti akan dituntut untuk terpenuhi. Karena seluruh kebutuhan negara dibiayai oleh harta pajak.

Oleh karena itu, pemerintah sebagai regulator kebijakan akan selalu menekan rakyat agar selalu membayar pajak. Tekanan ini sesuai dengan besarnya kebutuhan biaya yang diperlukan negara. Semakin kebutuhan negara membesar, semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan rakyat.

Namun di sisi lain, perusahaan tidak mau membayar pajak. Padahal sumber daya alam dikuasai oleh mereka. Yang mana penguasaan itu ilegal dan haram menurut pandangan Islam. Perilaku ini berdampak pada kesejahteraan rakyat, kebutuhan rakyat yang seharusnya difasilitasi negara. Akhirnya, tak dapat terpenuhi. Rakyat yang susah payah membayar pajak, rakyat pula yang mendapat dampak kesewenang- wenangan kebijakan pajak.

Solusi Islam

Dalam Islam, kebutuhan negara diambil dari pemasukan negara yang sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi Islam tidak menggunakan pajak sebagai sumber penghasilan utama negara. Namun, negara Islam mampu memenuhi seluruh kebutuhan rakyatnya dengan baik dan terjamin. Hal ini telah terbukti kebenarannya dalam Sejarah. Sumber ekonomi Islam didapatkan dari jizyah, kharaj, pengelolaan kepemilikan dll.

Memang, pajak pernah dipungut oleh negara. Tetapi, negara Islam hanya memunggut ketika terjadi kondisi krusial dan sangat dibutuhkan. Itupun hanya diambil dari masyarakat golongan kaya, serta tidak menyamaratakan kewajiban pajak bagi seluruh orang. Dari sini jelas, hanya sistem ekonomi Islam yang dapat mengatasi kasus pengemplangan pajak dan kasus per ekonomi lainnya. Yang paling penting, sistem ekonomi Islam hanya bisa diterapkan dengan ditegakkannya negara dengan aturan Islam.  Waallahua'lamubisshowaab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026
Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026
Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us