Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini FOMO, Virus Penghancur Gen Z di Sistem Liberal
Opini

FOMO, Virus Penghancur Gen Z di Sistem Liberal

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
21 Okt, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Erlike Handayani, S.H.I 
(Pemerhati Remaja)

TanahRibathMedia.Com—FOMO (Fear of Missing Out) merupakan rasa takut ketinggalan atau cemas karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. FOMO dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti kehidupan sosial, pekerjaan, pendidikan, dan hobi. FOMO diciptakan oleh salah satu bagian otak yaitu amygdala. Organ ini berperan memberikan rasa waspada saat terjadi sesuatu hal yang bisa mengancam eksistensi kehidupan.

Munculnya keyakinan bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih baik daripada apa yang dimiliki oleh diri sendiri, sehingga fenomena FOMO ini menjadi salah satu tren yang signifikan di kalangan gen Z. Layaknya sebuah virus, ia sangat berpengaruh terhadap arus interaksi pada teknologi, psikologi serta perilaku komunikasi individu.

Lebih parah lagi, virus FOMO ini bisa menjurus pada kesehatan mental. Perasaan khawatir berlebihan jika tidak mengetahui berita atau tren terkini. Hal ini dapat berujung pada kecemasan dan stres yang berdampak pada gangguan tidur, depresi, dan kecemasan yang berlebihan.

Contohnya pada kasus yang sedang hits dari grup K-Pop Black Pink. Di mana salah satu personilnya memamerkan sebuah boneka "LaBuBu" di media sosial. Sontak hal itu menciptakan virus FOMO di kalangan penggemar. Memiliki boneka Labubu berarti turut serta menjadi bagian tren global yang dipopulerkan sosok idola.

Menurut Sosiolog Universitas Airlangga Nur Syamsiyah SSosio MSc, daya tarik produk populer seringkali terletak pada nilai eksklusivitas, keterbatasan produksi, dan keterkaitannya dengan budaya pop yang memiliki basis penggemar (jawapos.com, 13-10-2024).

Inilah yang menjadi akar munculnya gaya hidup FOMO pada sistem liberal. Sistem ini membawa virus yang mengarahkan gen Z  bergaya hidup bebas, hedonistik dan konsumerisme. Kesenangan yang memiliki sifat sesaat mampu menembus pola pikir para gen Z menjadi tidak berkualitas, sehingga mengakibatkan hilangnya potensi para gen Z dari prestasi ‘agent of change’.

Bagi Islam, gen Z merupakan sumber potensi luar biasa untuk perubahan umat. Para gen Z dibutuhkan sebagai penggerak bagi perubahan masa depan bangsa menuju kebangkitan Islam.

Islam mampu membentuk dan melejitkan potensi gen Z. Islam akan mengarahkan hidup pemuda sesuai dengan tujuan penciptaan dan ketaatan sebagai seorang hamba, sehingga gen Z mampu mempertimbangkan kebutuhan serta manfaat sebuah aktivitas maupun materi bagi kehidupan mereka. 

Sebagaimana sabda Rasulullah saw., "Dari ‘Ali bin Husain, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya di antara ciri sempurnanya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." (HR Tirmidzi).

Selain itu perilaku FOMO membuat gen Z dikuasai oleh rasa insecure dan lupa untuk senantiasa bersyukur, serta melalaikan waktu. Kecenderungan dihasilkan akibat memantau media sosial dari efek FOMO tersebut. Melalaikan waktu juga merupakan suatu penyakit dari pengaruh sistem liberal yang jelas dilarang oleh Islam. 

Rasulullah saw. bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

Artinya: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Seorang muslim terutama gen Z yang mengikuti tren kekinian, harus mampu melihat manfaat dan mudharatnya. Manfaat pada suatu perbuatan hendaknya mampu untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah kepada Allah Swt.. Jika hal ini diterapkan, tentunya mampu membangun kembali peradaban gemilang yang pernah dicapai umat Islam pada masa kejayaannya.

Wallahu 'alam Bissowwab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us