Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Sistem Islam Sebagai Solusi Mitigasi Bencana
Opini

Sistem Islam Sebagai Solusi Mitigasi Bencana

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Sep, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ariefdhianty Vibie 
(Pegiat Literasi Bandung)

TanahRibathMedia.Com—Walaupun masih terkategori musim kemarau, ternyata Bandung tidak luput dari cuaca ekstrem. Buktinya, seminggu lalu hujan deras mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Kota Kembang. Intensitas hujan tinggi ini ternyata berdampak besar pada beberapa wilayah, sehingga mengakibatkan bencana banjir, pohon tumbang, dan juga longsor.

Dua hari diguyur hujan di tengah musim kemarau ternyata mampu mengakibatkan bencana banjir, seperti yang terjadi di empat kecamatan, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Ketapang (detik.com, 11-9-2024).

Longsor pasca hujan juga sempat terjadi di wilayah Ujung Berung. Sementara itu beberapa pohon besar tumbang di Jalan Ahmad Yani, Jalan Soekarno Hatta,  dan Jalan Kebon Jati, Kota Bandung (rri, 11-9-2024).

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang terjadi. Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika terjadi bencana ke nomor darurat Emergency Call 113.

Namun begitu, tidak cukup hanya dengan menghubungi panggilan darurat saja. Masyarakat pun harus siap siaga menghadapi kemungkinan bencana yang bakal muncul di sekitar wilayah yang ditempati. 

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana beragam. Setiap wilayahnya sudah dipetakan terkait potensi bencana yang timbul di kemudian hari. Mitigasi bencana sudah seharusnya disiapkan secara matang, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, supaya dapat meminimalisir risiko dan menyelamatkan masyarakat. 

Namun tampaknya, tidak cukup sekadar mitigasi parsial. Butuh adanya mitigasi komprehensif yang mengakar dan sistemik. 

Sungguh miris! Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini telah banyak membuat kerusakan yang mengundang bencana. Sejatinya, terjadinya bencana bukan hanya faktor alam saja, ini juga timbul akibat keserakahan manusia yang mengeksploitasi alam tanpa batas dan aturan. Kebijakan negara membolehkan para kapitalis dan perusahaan melakukan eksplorasi alam untuk mengeruk sumber daya alam. Dari eksplorasi tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan yang mendatangkan bencana. Bukan hanya eksplorasi, pembangunan infrastruktur, perumahan, atau tempat wisata di lahan-lahan penyangga daerah aliran sungai, jelas-jelas menjadikan kawasan sekitar lahan tersebut rusak dan tidak lagi mampu menyerap air hujan ke dalam tanah. 

Herannya, pemerintah tetap tidak peduli. Kebijakan yang melonggarkan para pengusaha untuk membangun tempat komersil tetap keluar walaupun dengan AMDAL yang asal. Yang penting, cuan bagi para kapitalis dan penguasa tetap lancar. Tidak peduli bencana bakal menghantui masyarakat setelah itu. Ya, lagi-lagi masyarakat akan selalu menjadi korban keserakahan penguasa dan kapitalis. Ironis!

Tentunya kebijakan dalam sistem kapitalisme sangat jauh berbeda dengan sistem Islam. Pembangunan dalam Islam tidaklah eksploitatif, merusak, dan tetap menyandarkan segala sesuatunya pada hukum syarak, Allah Swt. berfirman, 

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.” (QS Al-A’raf: 56). 

Dengan bersandar pada dalil ini, maka kebijakan yang diputuskan oleh penguasa tidak boleh merusak alam. 
Berkaitan dengan mitigasi bencana, maka negara dalam Islam harus bisa membaca potensi bencana di wilayah-wilayah, sehingga mampu memetakan langkah-langkah antisipatif demi mencegah jatuhnya banyak korban bencana dan memperkecil kerusakan. Selain itu, dengan menggunakan kecanggihan teknologi dan inovasi, negara juga harus mampu menciptakan bangunan dan rumah ramah lingkungan dan bencana, sehingga memungkinkan bagi masyarakat tidak terkena dampak yang terlalu mengerikan. Dalam hal pemanfaatan SDA, maka negara harus mengatur pengambilan hasil SDA agar sesuai dengan rasio yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Negara juga akan mengawasi lahan atau hutan yang dilindungi, sehingga tidak ada pengalihfungsian lahan yang menyebabkan ketidakseimbangan iklim. Jika ada perusahaan atau individu yang melanggar, maka negara wajib untuk memberi sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum syarak.

Dengan demikian, keseriusan negara dalam mitigasi bencana akan mampu melestarikan dan menjaga lingkungan serta alam, serta mencegah jatuhnya korban bencana. Hanya sistem Islam saja yang mampu menjaga alam beserta penghuninya (manusia). Karena sudah jelas, Allah Swt. menurunkan Islam yang sempurna untuk mengatur alam semesta, manusia, dan kehidupan ini agar keteraturan dan keseimbangan alam tetap terjadi.

Wallahu’alam bishowab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Isra Mikraj dan Bulan Rajab, Momen Membumikan Hukum Langit

Tanah Ribath Media- Januari 29, 2026 0
Isra Mikraj dan Bulan Rajab, Momen Membumikan Hukum Langit
Oleh: Siti Rofiqoh (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia, di dalamnya banyak terdapa…

Most Popular

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Januari 28, 2026
Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Januari 29, 2026
Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Januari 28, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Januari 28, 2026
Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Januari 29, 2026
Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Januari 28, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us