Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler
Opini

Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Agu, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Humaida Aulia, S.Pd.I.
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Lagi, bunuh diri kembali terjadi. Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal bunuh diri di kamar kosnya di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (12-8-2024). Sekretaris UGM Andi Sandi meminta mahasiswa harus lebih terbuka terkait kesehatan mental agar universitas, fakultas, sekolah, atau unit kerja dapat segera melakukan bantuan atau intervensi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi (kumparan.com, 13-08-2024). 

Tak hanya di UGM, IPB juga mengalami hal yang sama. Seorang mahasiswa barunya berinisial SNR (18 tahun) ditemukan meninggal dunia. Mahasiswa asal Bojonegoro itu diduga meninggal dunia karena gantung diri di kamar mandi sebuah penginapan di dekat Kampus IPB Bogor, Jawa Barat. Sejak 2015, terhitung sudah ada 5 mahasiswa sekolah tinggi dan kampus di Bogor yang melakukan aksi serupa. Empat di antaranya ditemukan meninggal dan satu diantaranya gagal (republika.co.id, 9-08-2024).

Universitas Diponegoro (Undip) juga tak luput dari kasus bunuh diri. Pada Senin, 12 Agustus lalu seorang mahasiswa kedokteran PPDS berinisial ARL ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Sebab korban bunuh diri diduga akibat perundungan (bbc.indonesia.com, 17-08-2024). Deretan kasus bunuh diri tak anya terjadi di Undip. Seorang mahasiswa Udinus berinisial EN juga melakukan bunuh diri  pada Oktober 2023 lalu karena terlibat pinjol (jawapos.com, 17-08-2024).

Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri mencatat sejak 1 Januari sampai 15 Desember 2023, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1.226 jiwa. Bila dirata-rata, setidaknya tiga orang melakukan aksi bunuh diri setiap hari. Angka kasus bunuh diri tahun 2023 itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 902 orang (kompas.id, 14-03-2024).

Sekuler Sebab Utama Bundir

Peningkatan angka bunuh diri sesungguhnya menggambarkan betapa buruknya mental masyarakat yang terbentuk. Mental yang lemah menandakan bahwa masyarakat kita tidak cukup kuat menghadapi tantangan dan ujian hidup. Apalagi kasus bunuh diri ini terjadi di kalangan akademisi yang notabene adalah orang terdidik yang seharusnya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah hidupnya.

Bunuh diri ini tentunya terjadi karena banyak faktor, salah satunya kesehatan mental. Belakangan, kesehatan mental menjadi isu yang marak diperbincangkan. Depresi dan bunuh diri pada usia muda, seharusnya menjadi sinyal penting bagi orang tua, masyarakat, dan negara bahwa bunuh diri akibat depresi sudah menjadi epidemi. Jumlah remaja yang mengalami depresi di seluruh dunia rata-rata memang meningkat setiap tahunnya. 

Biaya kuliah yang tinggi memaksa mereka untuk segera menyelesaikan studi. Mereka juga harus memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya, yang akhirnya memaksa mereka untuk terjerat pinjol yang berujung depresi dan bunuh diri. Ditambah lagi pengaruh sosial media yang setiap hari di genggaman, membuat mereka membandingkan hidupnya dengan apa yang mereka lihat. Alhasil, depresi mudah sekali terjadi.

Jika kita amati, masalah kesehatan mental dipengaruhi cara pandang tertentu. Kita tahu, cara pandang yang dianut negeri ini adalah pandangan hidup sekuler yang menjauhkan agama dari kehidupan. Masyarakat mengalami krisis identitas sebagai seorang hamba serta krisis keimanan, di mana lemahnya iman ini akhirnya mengganggu kesehatan mental.

Sistem sekularisme yang induknya adalah kapitalisme menghasilkan sistem pendidikan yang gagal membentuk karakter dan kepribadian Islam yang kuat. Akibatnya, sistem pendidikan yang diharapkan dapat menciptakan generasi bermental baja, berkarakter mulia, dan memiliki pemikiran jernih, serasa jauh panggang dari api. Sekularisme sejatinya hanya akan menghasilkan individu sekuler, materialistis, hedonis, jauh dari visi mulia, bahkan lemah secara psikis. Mereka juga berpikir bahwa kemapanan hidup hanyalah kesenangan dunia semata. Pada akhirnya, kesehatan mental mudah terganggu oleh masalah hidup, baik masalah ringan apalagi berat.

Islam Selesaikan Masalah Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental ini tentu bukan masalah individual semata, melainkan masalah sistemis. Untuk itu, solusi yang layak untuk menghilangkan tren bunuh diri juga harus menyeluruh dan sistemis, serta harus diselesaikan secara fundamental. Ini jelas tidak bisa diselesaikan dengan sistem kapitalisme yang telah jelas gagal melahirkan generasi yang berkepribadian Islam, padahal generasi akan menjadi penerus dan pembangun peradaban. 

Islam memberikan perlindungan terhadap jiwa. Kehidupan masyarakat Islam ditandai dengan ketundukan mereka terhadap syariat. Sistem pendidikan Islam diterapkan mulai dari tingkat dasar hingga tinggi. Sekolah dasar akan menanamkan akidah Islam dan segala pemahaman Islam lainnya yang dapat menjadikan mereka punya pola pikir dan pola sikap islami. Sedari dini keimanan telah tertancap dalam dirinya baik yang diajarkan di sekolah maupun di rumah, sehingga ia paham haramnya bunuh diri sebesar apa pun persoalan yang dihadapi.

Keimanan dan akidah Islam inilah yang akan menjaga kewarasan mental generasi. Mereka akan lebih berpikir realistis, dapat menempatkan mana yang berada di wilayah yang dikuasai manusia dan mana yang tidak. Mereka juga akan paham bahwa kebahagiaan tertinggi adalah meraih rida Allah, bukan sebatas kesenangan dunia. Standar hidup mereka adalah halal haram, bukan memuaskan nafsu dengan menabrak syariat yang ada.

Namun ini semua hanya bisa terwujud jika Islam ditegakkan dalam bingkai negara yang akan menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Ketika ketaatan kepada Islam dijadikan ruh di dalam masyarakat dengan penerapan hukum-hukum Islam sehingga akan mampu mencegah segala bentuk tindak kejahatan termasuk fenomena bunuh diri. Jika Islam diterapkan secara sempurna, tidak akan ada lagi generasi lembek bermental lemah, yang ada hanyalah generasi berkualitas, generasi anti depresi. Wallahu a’lam.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Februari 11, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Februari 11, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us