Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Sulitnya Punya Rumah di Sistem Kapitalis
Opini

Sulitnya Punya Rumah di Sistem Kapitalis

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
29 Mei, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh : Siti Rohmah, S. Ak. 
(Pemerhati Kebijakan Publik)

TanahRibathMedia.Com—Setiap tahun harga rumah di Indonesia makin mahal, makin sulit pula untuk punya rumah impian sendiri. Padahal rumah merupakan kebutuhan pokok setiap orang sebagai tempat berlindung. 

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa harga properti residensial di pasar primer melanjutnya peningkatan pada kuartal I 2024. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang mencapai 1,89 persen (yoy) pada kuartal I 2024. Angka yang dilaporkan tersebut tentunya lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2023 yang sebesar 1,74 persen.

Peningkatan IHPR tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga properti tipe kecil yang meningkat 2,41 persen. Capaian tersebut juga melanjutkan kenaikan harga pada kuartal IV 2023 yang sebesar 2,15 persen (CNNIndonesia.com, 16-05-2024).

Program Rumah Pemerintah

Harga rumah yang makin mahal   makin jauh dari jangkauan rakyat miskin. Untuk mengatasi kesulitan mempunyai rumah, pemerintah pun membuat program rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi)  pada tahun 2016 lalu. 

Program pemerintah yang merupakan proyek percepatan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku pembangunan perumahan dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat sampai saat ini belum menyelesaikan kebutuhan rumah. Di sisi lain program rumah murah namun ternyata tidak semua orang dapat membeli rumah. 

Mahalnya rumah disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya karena adanya inflasi, mengakibatkan bahan bangunan yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah menjadi mahal. Biaya pekerja, harga tanah, serta perizinan pun menjadi penyebab mahalnya perumahan.

Mahalnya bahan bangunan akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis, di mana SDA dikelola oleh perusahaan dan bukan negara. Sistem kapitalis yang di terapkan pemerintah saat ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja masyarakat terkatung-katung, apalagi keinginan ingin mempunyai rumah sungguh sangat sulit tentunya.

Terlebih program pembuatan rumah murah atau penyedia rumah saat ini pun diserahkan pada para pelaku pembuatan perumahan sehingga ketika hal tersebut diserahkan pada pengusaha tentunya pengusaha akan memobilisasi pembuatan perumahan berdasarkan aspek usaha. Maka, proyek pengadaan rumah murah pun dijadikan ajang meraup keuntungan. Sehingga tak heran jika saat ini makin sulit mempunyai rumah karena biaya mahal.  

Jaminan Rumah dalam Islam

Rumah adalah satu kebutuhan pokok yang djiamin negara,  pengadaannya dengan berbagai mekanisme yang ditetapkan syarak. Dengan demikian setiap keluarga akan memiliki tempat tinggal yang nyaman dan sehat.

Negara Islam menerapkan sistem ekonomi Islam sehingga  memiliki sumber dana yang besar yang mampu memenuhi semua kebutuhan rakyat dengan murah bahkan gratis termasuk rumah. Selain rumah, negara juga akan menjamin tersedianya lapangan pekerjaan, pemenuhan sandang, pangan, fasilitas pendidikan kesehatan, dan kebutuhan sarana publik lainnya.

Dengan pengelolaan sumber daya alam yang diambil alih oleh negara sehingga negara bisa mempunya modal untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Dengan menerapkan sistem ekonomi Islam pun akan menghindari dari adanya inflasi, sehingga tidak berdampak naiknya harga rumah. Negara tidak akan menggandeng pengusaha pembangunan rumah dalam hal modal investasi dari swasta. Ketika bekerja sama pun dengan pihak pengembangan perumahan negara hanya membuat kesepakatan kerja, bukan untuk memberikan peluang usaha bagi para pengusaha demi keuntungan pribadi. Maka, hanya dengan di terapkannya sistem Islam semua masalah akan teratasi. Wallahu'alam bishawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us