Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Impor, Solusi bagi Negara Sekuler Kapitalistik
Opini

Impor, Solusi bagi Negara Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Mei, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Fadia Nur Baiti
(Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta) 

TanahRibathMedia.Com—Menurut Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero), ada sejumlah importasi bahan pangan yang ditugaskan kepada mereka namun terlambat masuk ke Indonesia. Komoditas pangan itu yakni gula kristal putih, bawang putih, dan daging beku.  Direktur Utama ID Food Frans Marganda mengatakan ketiga komoditas itu akan masuk malah setelah Lebaran 2024. Adapun rencana impor daging sapi beku untuk setahun 20.000 ton, gula kristal putih (bahan baku gula) 296.000 ton, dan bawang putih (antaranews.com, 20-03-2024).

Impor seolah menjadi solusi bagi negara sekuler kapitalistik. Padahal faktanya kebijakan impor tidak akan pernah mampu mengatasi masalah. Justru yang ada hanyalah ketergantungan untuk terus melakukan impor dan atau menaikkan harga pangan. Bukankah ketergantungan pada impor sejatinya dapat mengancam kedaulatan negara? Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah hanya terfokus pada untung rugi, bukan pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, negara seharusnya mencari solusi agar menjadi negara mandiri dan berdikari.

Indonesia yang kaya akan kebutuhan pangannya, kini berubah total menjadi negara yang doyan impor. Kapitalisme telah berhasil mengubah negeri ini menjadi negeri importir pangan. Walhasil, tidaklah heran jika setiap kebijakan pemerintah akan senantiasa diarahkan untuk kepentingan para kapital atau pemilik modal. Pada akhirnya para pemilik modal yang besar yang akan mengendalikan pasokan bahan pangan dan menentukan harga komoditas secara leluasa di pasaran. 

Namun yang sangat disayangkan, pemerintah justru tunduk kepada para kapital yang menguasasi komoditas pangan. Tentu, inilah yang menjadikan impor terus berulang dan kenaikan harga pangan tak dapat dikendalikan. Lagi-lagi rakyat harus bertahan sendiri dengan kondisi kebijakan yang karut marut ini.

Kondisi demikian sangat berbeda jauh dengan Islam ketika diterapkan. Islam mewajibkan negara berdaulat, mandiri, dan mewujudkan kesejahteraan. Berbagai upaya akan dilakukan negara secara maksimal termasuk membangun infrastruktur berkualitas, berinovasi meningkatkan teknologi tepat guna dan berkemampuan tinggi, serta memberikan subsidi pada rakyat yang membutuhkan termasuk petani dan peternak yang kurang modal atau tidak memiliki modal.

Negara Islam dengan menerapkan sistem Islam secara kafah, mampu men-support rakyatnya. Negara akan memberikan kemudahan dalam mengelola lahan. Bibit, pupuk, obat-obatan akan di-support penuh dengan subsidi besar dari negara sehingga rakyat tidak tertatih-tatih dalam mempertahankan hidupnya. Selanjutnya dalam mekanisme pasar, negara akan terus berusaha mendorong untuk terciptanya keseimbangan dengan menggunakan mekanisme supply and demmand (permintaan dan penawaran) bukan dengan kebijakan pematokan harga seperti saat ini. 

Sementara itu, berbagai tindakan kecurangan seperti monopoli pasar, penimbunan, riba dan penipuan akan ditindak tegas sehingga tidak akan ada yang bisa memainkan harga seenaknya sendiri atau semaunya sendiri. Tentu semua ini akan segera tercapai ketika negara ini mengambil seluruh aturan Islam secara kafah untuk diterapkan.[]
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us