Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Straight News Pengasuh Mutu: Penuntut Ilmu Harus Bersungguh-sungguh dalam Memahami Pelajaran
Straight News

Pengasuh Mutu: Penuntut Ilmu Harus Bersungguh-sungguh dalam Memahami Pelajaran

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Mar, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Pengasuh Kajian Mutiara Ummat (Mutu) Batam, Ustazah L. Nur Salamah, S.Pd., menerangkan bahwa penuntut ilmu harus bersungguh-sungguh dalam memahami pelajaran. 

"Sebaiknya, sebagai penuntut ilmu itu harus bersungguh-sungguh dalam memahami ilmu dari gurunya," tuturnya saat mengawali kajian Kitab Adab Ta'limu Al Muta'alim, Selasa (12-03-2024).

Selain bersungguh-sungguh memahami pelajaran, sambungnya, harus direnungkan dengan betul-betul, dipikirkan dan diulang-ulang yang banyak (dimurajaah). 

Kemudian Ustazah Nur menekankan kembali jika suatu pelajaran atau ilmu yang sedikit itu sering diulang-ulang maka akan menjadi mudah dipahami. "Karena, jika pelajaran itu cuma sedikit, kemudian banyak diulang dan direnungkan maka akan mudah untuk dipahami," ujarnya.

Bunda, sapaan akrabnya melanjutkan pada paragraf berikutnya berupa nasihat ulama tentang pentingnya menghafal daripada sekadar membaca dan memahami suatu pelajaran atau ilmu.

"Dikatakan, menghafal dua huruf lebih baik daripada mendengarkan beban berat (sekadar membaca atau mendengar saja). Sedangkan memahami dua huruf lebih baik daripada menghafal dua baris," paparnya.

Ia juga menjelaskan kembali bahwa meremehkan ilmu atau tidak bersungguh-sungguh meski hanya satu atau dua kali menjadikan orang tersebut sulit dalam memahami pelajaran.

"Dan jika meremehkan dalam memahami pelajaran dan tidak bersungguh-sungguh, meskipun hanya sekali atau dua kali, maka hal itu akan menjadi kebiasaan. Akibatnya akan sulit memahami suatu kalimat atau pelajaran meskipun yang  mudah," bebernya. 

Maka seyogianya, imbuhnya, untuk tidak meremehkan dalam memahami. Bahkan seharusnya dia bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah Swt. dan merendahkan diri dihadapan-Nya. 

Terakhir, ia menegaskan bahwa siapa yang berdoa kepada Allah Swt. dengan sungguh-sungguh niscaya Allah akan mengabulkan. 

"Maka sesungguhnya, barang siapa yang berdoa kepada-Nya, Allah Swt. akan mengabulkannya, dan niscaya tidak akan pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya," pungkasnya. []Bey
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us