Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Hilangnya Naluri Keibuan, Target Sasaran Kejahatan
Opini

Hilangnya Naluri Keibuan, Target Sasaran Kejahatan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Feb, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh : Ratna Sari, S.E.
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Miris. Akhir-akhir ini terungkap beberapa kasus terkait dengan perdagangan bayi yang terjadi di Jakarta Barat. Pasalnya ,walaupun ada 5 bayi yang diamankan saat ini, masih banyak kasus serupa yang belum tercium oleh aparat berwenang. (Republika.co.id)

Hal ini menambah rentetan panjang kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di Indonesia.

Kasus yang terjadi saat ini, perdagangan bayi yang dilakukan oleh sindikat atau oknum yang mengincar para ibu yang notabene berlatarbelakang kurang mampu. Di tengah kesulitan hidup saat ini, para ibu ini di iming-imingi dengan sejumlah uang untuk biaya persalinan dan lainnya. Tidak bisa kita pungkiri, saat ini krisis ekonomi sedang melanda masyarakat Indonesia. Para sindikat ini seperti memberikan angin segar bagi para ibu yang kurang mampu, bahkan bayi yang diperdagangkan ini sudah dipesan sejak dalam kandungan.

Alhasil, para ibu yang notabene kurang mampu tergiur tanpa memikirkan kembali bagaimana bayi yang diperdagangkan tersebut, yang seharusnya dirawat, dididik dan dibesarkan oleh sang ibu, yang di mana aktivitas tersebut merupakan ladang pahala dan fitrahnya seorang ibu, seolah-olah sudah hilanglah naluri keibuan ketika dihadapkan dengan kondisi ekonomi saat ini. Bahkan lebih memilih dijual untuk mendapat keuntungan. Naudzubillaahi min dzaalik

Selain itu, kondisi ini juga merupakan buah dari penerapan sistem kehidupan yang batil, yakni sekularisme dan penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang merusak kehidupan. Sehingga masyarakat disibukkan untuk meraup keuntungan dan manfaat sebanyak-banyaknya, seolah berlomba-lomba dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan atau bahkan hanya untuk sekadar bisa bertahan hidup karena negara tidak menjamin kesejahteraan bagi setiap orang.

Berbeda dengan naungan sistem Islam. Islam menjadikan negara wajib mewujudkan kesejahteraan individu per individu. Selain itu, sistem ekonomi Islam memiliki berbagai mekanisme untuk menjamin kehidupan yang sejahtera.

Islam juga memiliki sistem pendidikan yang bertujuan dan berhasil mencetak individu yang beriman dan bertakwa, sabar dalam menghadapi segala ujian, senantiasa menjauhi kejahatan dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Serta Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas dan menimbulkan efek jera sehingga mampu mencegah orang untuk melakukan kejahatan.

Hanya dalam sistem Islam, para Ibu bisa fokus menjadi ibu seutuhnya yang mampu mencetak, mendidik, dan membina generasi penerus yang cemerlang. Karena sesungguhnya hanya Islam lah yang mampu memuliakan dan mengembalikan naluri dan peran ibu sebagai ummu warabbatul bait.

Wallahu' alam bishawab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us