Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Menghanguskan Rimba demi Kepentingan Oligarki
OPINI

Menghanguskan Rimba demi Kepentingan Oligarki

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Husna Kamilah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kalimantan Selatan. Sepanjang Januari hingga 31 Juli 2026, tercatat 512 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 1.345,79 hektare. Dampaknya meluas pada kesehatan masyarakat. Dilansir dari Mongabay (18/08/2026), tercatat pada tanggal 19–25 Juli 2026, 6.329 kasus ISPA, meningkat sekitar 20,1 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Asap karhutla memberikan dampak yang serius, terutama pada kelompok rentan. Ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis pernapasan dan jantung menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami dampaknya. Paparan asap yang terus-menerus bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan berkepanjangan hingga penurunan fungsi paru.

Mengutip fakta dari Mongabay (18-8-2026), sepanjang 1 Mei hingga 22 Juli 2026, Walhi Kalimantan Selatan mencatat 907 titik panas berada di wilayah konsesi pertambangan dan perkebunan sawit. Data tersebut tidak langsung membuktikan bahwa seluruh titik panas disebabkan oleh aktivitas perusahaan. Namun, fakta ini menunjukkan perlunya pengawasan serius terhadap pengelolaan wilayah konsesi dan aktivitas pembukaan lahan.

Saat asap mengepul ke udara dan membatasi jarak pandang, masyarakat diminta menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, atau tetap berada di dalam ruangan. Imbauan tersebut memang penting, tetapi tidak cukup untuk mengatasi kebakaran. Namun, yang lebih penting adalah mencegah agar kebakaran tidak terus berulang.

Dalam sistem kapitalis, sumber daya alam memiliki nilai ekonomi yang besar dan pengelolaannya sangat dekat dengan kepentingan investasi serta keuntungan. Keuntungan akan selalu menjadi orientasi, sehingga kelestarian lingkungan dan keselamatan manusia tidak menjadi prioritas utama. Negara baru hadir ketika api sudah membesar, memberi bantuan saat masyarakat terdampak, lalu mengeluarkan imbauan kesehatan. Persoalan lingkungan membutuhkan pencegahan dari hulu, bukan sekadar penanganan di hilir.

Yang lebih miris, lahan gambut yang sejak lama menjadi bagian dari ekosistem justru dipandang sebagai kesempatan untuk membuka lahan. Ketika gambut mengering, kebakaran menjadi lebih mudah terjadi dan dampaknya lebih sulit dikendalikan. Pemerintah semestinya tidak baru sibuk ketika api telah membesar, tetapi menjaga gambut sejak awal dan menghentikan aktivitas yang membuatnya rentan terbakar. Hutan yang dibuka menyebabkan ruang hidup satwa ikut menyusut. Orangutan, bersama berbagai satwa liar lainnya, kehilangan habitatnya. Rimba dijarah untuk membuka ruang seluas-luasnya, sementara rakyat dan alam harus menanggung akibatnya.

Islam memiliki prinsip yang tegas dalam menjaga lingkungan. Allah Swt. berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
(TQS. Al-A’raf: 56)

Islam juga menempatkan penguasa sebagai raa'in, yakni pengurus yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Rasulullah saw. bersabda:

“Pemimpin adalah raa'in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, negara dalam Islam tidak boleh menyerahkan pengelolaan sumber daya alam semata-mata kepada kepentingan segelintir orang. Hutan adalah sumber daya yang termasuk kepemilikan umum sehingga wajib dikelola untuk kemaslahatan rakyat dan dijaga dari eksploitasi yang merusak. Pengelolaan tersebut juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, bukan menjadikan hutan sekadar sumber pemasukan dan keuntungan. Negara juga wajib menjamin kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan ketersediaan air bersih, serta memastikan kelompok rentan mendapatkan perlindungan. Pelaku perusakan lingkungan pun harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan syariat. 

Dengan demikian, penyelesaian karhutla tidak cukup hanya memadamkan api, tetapi juga harus dicegah sumber kerusakannya. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab negara dalam melindungi kehidupan rakyat dan memastikan generasi mendatang tidak mewarisi kerusakan yang hari ini dibiarkan.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla

Tanah Ribath Media- September 15, 2026 0
Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla
TanahRibathMedia.Com— Karhutla di Kalimantan sudah menjadi musibah tahunan yang belum ada solusinya sampai hari ini, akibat pembukaan lahan yang ma…

Most Popular

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026
Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

September 09, 2026
Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

September 09, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026
Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

September 09, 2026
Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

September 09, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us