Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla
SP

Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Karhutla di Kalimantan sudah menjadi musibah tahunan yang belum ada solusinya sampai hari ini, akibat pembukaan lahan yang masif sementara pemerintah hanya merespons sebatas pemadaman hilir tanpa melihat pemicunya di hulu. Bahkan semakin meluas pada tahun 2015 lahan yang terbakar sekitar 196.516,77 hektar, dan angka itu melonjak menjadi 137.848 hektar pada tahun 2019, dan pada tahun 2023 ada190.394,58 hektar menurut data dari Sipongi Kementerian Kehutanan. Hal ini terjadi karena krisis ekologis yang berulang saat memasuki musim kemarau. 

Kejadian itu terus berulang hingga pada tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan mencatat 512 karhutla mencapai 1.345,79 hektar sepanjang Januari hingga 31 Juli. Banjarbaru wilayah menjadi tertinggi yaitu 162 kebakaran yang menghanguskan 392,63 hektar. Dinas Kesehatan Kalimat Selatan mencatat ada 6.329 kasus infeksi saluran pernafasan akut, jumlahnya naik menjadi 20,1 persen dengan paparan partikel PM2,5 serta gas beracun. Walhi menemukan ada 907titik panas di lokasi pertambangan dan perkebunan sawit di Kalimantan Selatan. Sekitar 70 persen sekat kanal rusak dan 52 persen lokasi intervensi masih memiliki permukaan air di bawah batas aman (Mongabay.co.id, 18-8-2026). 

Kabut asap inilah yang menjadi ancaman bagi balita, anak-anak dan ibu hamil/menyusui karena asapnya bisa memicu ISPA berat. Perempuan mempunyai beban lebih besar yaitu seperti mengalami gangguan kesehatan reproduksi/kehamilan, kelahiran prematur dan ganguan tumbuh kembang janin, mereka juga tetap harus mengurus keluarganya yang sakit di tengah kelangkaan air bersih dan rusaknya sumber penghidupan harian. 

Karhutla ini baru lahir di sistem Kapitalisme yang memberi izin untuk membuka lahan secara masif demi keuntungan korporasi tanpa memedulikan keselamatan manusia dan ekosistem. Saat semua itu terjadi, beban krisis. sosial dan kesehatan diserahkan kepada keluarga saja. Perempuanlah yang menanggung beban domestik yang sangat berat, sementara jaminan perlindungan lingkungan dan kesehatan dari negara sangat minim. Pemerintah hanya menampilkan dirinya sebagai pemadam kebakaran dan memberi imbauan medis. Ini sama saja membiarkan masa depan generasi kesehatan generasi terus terancam setiap tahunnya. 

Allah berfirman yang artinya: 

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian dari perbuatan mereka agar mereka Kembali.” (TQS Ar-rum: 41)

Islam dengan tegas mengharamkan segala bentuk tindakan yang bisa membahayakan termasuk merusak alam. Hutan termasuk dalam kepemilikan umum yang haram untuk dimiliki oleh individu demi keuntungan pribadi. Negara dalam Islam bertindak sebagai pelindung dan pengurus yang memberikan jaminan kesehatan dan fasilitas medis berkualitas gratis serta pasokan air bersih bagi perempuan dan anak-anak, sehingga beban domestik yang dialami keluarga tidak terhimpit saat bencana terjadi. 

Dalam Islam, negara akan menindak tegas para pelakunya dan memberikan sanksi yang berat atas perusakan lingkungan atau pembakaran hutan. Negara akan menghentikan seluruh izin eksplorasi lahan yang merusak ekosistem untuk menjamin kualitas hidup generasi di masa depan. 
Wallahu 'alam.

Zhiya Kelana 
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla

Tanah Ribath Media- September 15, 2026 0
Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla
TanahRibathMedia.Com— Karhutla di Kalimantan sudah menjadi musibah tahunan yang belum ada solusinya sampai hari ini, akibat pembukaan lahan yang ma…

Most Popular

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026
Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

September 09, 2026
Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

September 09, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026
Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Menghadapi Musibah

September 09, 2026
Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

Al-Qur'an Petunjuk untuk Kita Semua

September 09, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us