PUISI
Pena yang Hampir Patah
Oleh: Kartika Soetarjo
TanahRibathMedia.Com—Di atas lembaran, pena diam membisu
Memeluk bingung mencari kata seakan kelu
Kalimat yang ringan mengalir, seolah membeku
Kemana aksara harus diburu...
Sinar pagi penghangat jiwa, kini pelan meredup
Cahaya siang pengobar dada, malas berdegup
Lembayung senja indah penyejuk mata, pelan dan samar
Senandung malam memeluk hambar
Duhai pena...
Ingin di manakah kau diletak?
Tidak kasihankah engkau akan goresan yang retak-retak?
Jangan biarkan lembaran kosong tergelatak!
Jika kau cepat pergi, apa yang ditinggal kelak?
Duhai pena...
Kemana suaramu yang dulu nyaring?
Tak kasihankah kau pada tinta yang hampir kering?
Dia kini dipeluk sendu
Merayumu lelah tak berbalas rindu
Duhai pena...
Jangan patah!
Jangan biarkan tinta menyerah
Jangan biarkan lembaran pincang melangkah...
Tinta menantimu singgah!
Nyalakan dayanya yang hampir redup dalam dakwah!
Ruang Relung, 18 April 2026
Via
PUISI
Posting Komentar