opini
Legalisasi Hukuman Mati Tahanan Palestina, Bukti Nyata Kebiadaban Zionis
Oleh: Yuke Octavianty
(Forum Literasi Muslimah Bogor)
TanahRibathMedia.Com—Keadaan Palestina makin mencekam. Senin (30 Maret 2026) lalu, Parlemen Israel telah resmi mengesahkan undang-undang pemberlakuan hukuman mati khusus bagi penduduk Palestina yang terbukti melakukan serangan mematikan (sindonews.com, 31-3-2026). Sontak kebijakan ini menuai kritikan tajam dari berbagai negara Eropa dan komunitas hak asasi manusia. Keputusan ini dinilai diskriminatif dan jelas-jelas melanggar undang-undang internasional.
Israel telah menetapkan kebijakan kejam tak manusiawi. Israel juga telah meningkatkan pelanggaran terhadap tahanan Palestina sejak peperangan dimulai yakni Oktober 2023. Pelaparan sistematis, penyiksaan, kekerasan seksual, penolakan sistematis terhadap perawatan medis, hingga puncaknya legalisasi hukuman gantung mati warga Palestina. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Kecaman saja tidak cukup. Harus ada tindakan tegas dari dunia.
Kebijakan Sadis
Terciptanya undang-undang yang melegalkan hukuman mati bagi warga Palestina menandakan eskalasi signifikan dalam sistem proses pidana zionis. Keadaan ini juga menjadi cerminan kegagalan zionis dalam mengintimidasi para penduduk Palestina agar menghentikan perlawanan dan perjuangan mereka.
Sementara di sisi lain, zionis yang berani menetapkan pengesahan undang-undang internasional menunjukkan tingkat kezaliman dan kesombongan yang memuncak di depan kelemahan kaum muslim dunia yang sama sekali tidak mampu bersatu dan tidak mampu bertindak tegas.
Betapa buruknya tatanan dunia dalam genggaman sistem kapitalisme imperialistik yang terus merusak. Sistem yang hanya mengutamakan manfaat dan keuntungan materi telah mengabaikan keselamatan masyarakat dunia. Konsepnya pun selalu berujung dengan penjajahan yang zalim dan mengorbankan banyak nyawa. Parahnya lagi, konsep nasionalisme yang membentuk batas imajiner setiap bangsa telah merusak persaudaraan kaum muslim dunia. Dampaknya fatal, negara-negara Islam menjadi tidak berdaya. Sebaliknya, pemimpin negara Islam justru tunduk pada negara adidaya imperialis yang memegang kekuasaan.
Sistem Islam, Solusi Pasti
Penjajahan tidak boleh didiamkan. Umat Islam dunia wajib bergerak membela. Para penguasa pun tidak pantas merasa cukup dengan kecaman saja tanpa ada pembelaan nyata. Dunia membutuhkan tatanan adil dan bijaksana dalam mengatur setiap masalah umat. Sistem Islam menjadi satu-satunya harapan yang mampu mensolusi setiap urusan. Menyoal kebiadaban yang terus dilakukan zionis penjajah, Islam memiliki strategi khas dalam menjaga kekuatan umat. Salah satunya melalui langkah politik yang tegas untuk membungkam kekejaman zionis di bawah dukungan Amerika. Tentara-tentara muslim harus dikerahkan untuk membela keselamatan kaum muslim tertindas.
Kepemimpinan saat ini tidak bisa diandalkan untuk menciptakan perdamaian. Terbukti dengan penjajahan yang terus terjadi, pelanggaran kode etis peperangan yang terus dilakukan hingga pengkhianatan penjajah zionis saat gencatan senjata diterapkan. Semua ini karena pemimpin dunia tidak mampu tegas menindak, padahal kezaliman terang-terangan dilakukan. Sistem yang kini diadopsi, tidak berorientasi pada penjagaan umat. Berbeda dengan Islam, sistem Islam memiliki konsep bahwa pemimpin adalah penanggung jawab sekaligus penjaga umat.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Imam (pemimpin) adalah ra’in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.”
(HR. Bukhari Muslim)
Kaum muslim mestinya cerdas saat dihadapkan kezaliman yang terus-menerus terjadi. Umat Islam telah banyak menelan pil pahit dan mustahil berharap pada kepemimpinan yang tidak mampu tegas menindak kezaliman. Perubahan mendasar harus diwujudkan melalui dakwah Islam politik ideologis yang sesuai dengan metode perjuangan Rasulullah SAW. Sebagaimana perjuangan Rasulullah SAW. dalam mendakwahkan Islam ideologis yang mampu membangkitkan dan membuka pemikiran shahih di tengah kezaliman dan kelalaian kaum muslim.
Hanya dengan metode inilah, kekuatan umat muslim dapat disatukan. Kezaliman pun dapat dimusnahkan. Islam tak hanya sekedar agama yang mengatur ibadah saja. Namun, Islam adalah sistem kehidupan yang menjanjikan kedamaian dan penjagaan.
Wallahu'alam bisshowwab.
Via
opini
Posting Komentar