Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Efektifkah PP Tunas Lindungi Anak di Ruang Digital?
SP

Efektifkah PP Tunas Lindungi Anak di Ruang Digital?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas dengan tujuan melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari paparan pornografi hingga cyberbullying. Regulasi ini digadang-gadang sebagai langkah cepat negara merespons darurat keselamatan anak di tengah derasnya arus media sosial. Dalam pemberitaan Kompas disebutkan bahwa PP Tunas membatasi akses anak di ruang digital sebagai upaya melindungi mereka dari perundungan siber dan konten berbahaya (Kompas, 6 Desember 2025). Namun, pertanyaan mendasarnya: sejauh mana kebijakan ini efektif menyelesaikan persoalan anak dan remaja hari ini?

Fakta menunjukkan bahwa anak dan remaja memang semakin rentan. Media sosial menjadi ruang bebas yang memperlihatkan pornografi, kekerasan verbal, hingga gaya hidup liberal tanpa filter. Tak sedikit kasus anak mengalami gangguan mental serius, depresi, bahkan bunuh diri ketika menghadapi tekanan hidup dan serangan warganet. Kondisi ini membuat negara tampak “harus hadir” melalui regulasi teknis. Kementerian Komunikasi dan Digital bahkan berharap PP Tunas dapat diimplementasikan dalam jangka sangat panjang demi melindungi generasi mendatang (Bisnis Indonesia, 19 November 2025).

Namun, menjadikan ruang digital sebagai biang keladi sesungguhnya adalah simplifikasi masalah. Media sosial bukan penyebab utama kerusakan mental dan perilaku anak, melainkan hanya medium yang mempertebal emosi, kecenderungan, dan cara pandang yang sudah terbentuk sebelumnya. Anak yang rapuh secara mental akan semakin rapuh ketika berhadapan dengan tekanan digital, sementara anak yang kokoh kepribadiannya mampu menyikapi konten dengan kritis. Artinya, masalah utama tidak terletak pada medianya, tetapi pada manusia dan sistem yang membentuknya.

Di sinilah akar persoalan itu bermuara pada penerapan sistem sekularisme-kapitalisme. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan, menjadikan kebahagiaan diukur dengan materi, popularitas, dan kebebasan tanpa batas. Anak-anak tumbuh dalam atmosfer kompetisi, validasi semu, dan krisis makna hidup. Dalam kondisi seperti ini, pembatasan akses media sosial hanyalah solusi pragmatis dan tambal sulam. Bahkan PP Tunas sendiri dinilai masih membingungkan dari sisi teknis dan implementasi (CNBC Indonesia, 22 Oktober 2025), menandakan bahwa kebijakan ini tidak menyentuh akar persoalan secara komprehensif.

Perilaku manusia sejatinya dibentuk oleh pemahaman dan akidahnya. Media sosial adalah produk kemajuan teknologi—bersifat madaniyah—yang netral, tetapi akan selalu dipengaruhi oleh ideologi yang melingkupinya. Ketika ideologi sekular mendominasi, maka ruang digital pun menjadi sarana penyebaran nilai-nilai rusak. Karena itu, negara tidak cukup hanya mengatur akses, melainkan wajib membangun benteng keimanan generasi melalui sistem pendidikan yang berlandaskan akidah Islam, agar anak mampu bersikap dan memilah dengan kesadaran iman, bukan sekadar takut pada larangan.

Lebih jauh, dalam sistem Khilafah, syariat Islam diterapkan secara menyeluruh dalam pendidikan, media, ekonomi, dan sosial. Negara menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terbentuknya generasi yang taat, tangguh, dan berkepribadian Islam. Perlindungan anak tidak berdiri sendiri sebagai regulasi teknis, tetapi menjadi bagian dari sistem kehidupan yang menyehatkan akal, jiwa, dan perilaku. Karena itu, upaya melindungi anak di ruang digital sejatinya menuntut peran seluruh generasi untuk memahami Islam secara kaffah dan bersama-sama memperjuangkan penerapannya dalam kehidupan. Tanpa itu, regulasi seperti PP Tunas akan terus lahir, namun krisis generasi tak pernah benar-benar usai.

Prayudisti SP
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us