Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Benarkah Sistem Kapitalisme Mampu Menuntaskan Krisis Kesehatan Mental?
Opini

Benarkah Sistem Kapitalisme Mampu Menuntaskan Krisis Kesehatan Mental?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Jul, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh:  Endah Dwianti, S.E., CA., M.Ak.
(Pengusaha)

TanahRibathMedia.Com—Pemberitaan di media saat ini membuat kita mengurut dada. Betapa tidak, kasus bunuh diri di Indonesia terus meningkat. Bahkan kerap terjadi di waktu yang berdekatan. Dengan beragam penyebab yang membuat miris dan prihati. Dari bunuh diri yang hanya sendirian hingga satu keluarga. 
 
Dikutip dari cnnindonesia.com (2-7 2024), Bali tercatat sebagai wilayah dengan tingkat bunuh diri tertinggi se-Indonesia. Fenomena ini menunjukkan lemahnya mental masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup. 

Dalam sistem kapitalisme, berbagai persoalan hidup makin memperberat beban mental individu. Kehidupan yang penuh persaingan dan ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong banyak orang mengalami tekanan mental yang luar biasa.

Peningkatan kasus bunuh diri juga mengindikasikan kegagalan sistem pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat. Pendidikan yang ada saat ini belum mampu membekali individu dengan kemampuan untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. 

Selain itu, negara juga belum optimal dalam mengurus rakyatnya dan menjaga kesehatan mental mereka. Pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih dalam dan menyediakan layanan kesehatan mental yang memadai dan aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kelemahan mental masyarakat tidak lepas dari pengaruh pandangan hidup yang didasarkan pada sekularisme dan kapitalisme. Dalam pandangan ini, nilai-nilai materialisme dan individualisme lebih dikedepankan, mengesampingkan aspek spiritual dan sosial. Hal ini menyebabkan individu cenderung merasa kesepian, terisolasi, dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Padahal, kesehatan mental yang baik sangat tergantung pada keseimbangan antara aspek fisik, mental, dan spiritual.

Islam memiliki pandangan hidup yang komprehensif dan menempatkan negara sebagai rain (pelindung) yang bertanggung jawab mengurus rakyatnya. Negara dalam sistem Islam bertugas memberikan kehidupan terbaik bagi rakyatnya melalui penerapan sistem kesehatan masyarakat yang unggul. 

Dalam Islam, kesehatan mental tidak hanya dilihat dari aspek medis semata, tetapi juga dari aspek spiritual dan sosial. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bersyukur, bersabar, dan tolong-menolong dalam kebaikan. Hal ini dapat membentuk individu yang bermental kuat dan mampu menghadapi berbagai cobaan hidup dengan bijaksana.

Penerapan syariat Islam secara kafah oleh negara diyakini mampu menjamin terwujudnya kesejahteraan dan ketenteraman bagi seluruh rakyat. Syariat Islam memberikan jaminan untuk menjaga setiap rakyat memiliki jiwa dan raga yang sehat dan kuat. Negara bertanggung jawab menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Selain itu, negara juga bertugas menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, di mana nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan tolong-menolong dijunjung tinggi. Dengan demikian, sistem Islam mampu memberikan solusi yang komprehensif dalam mengatasi berbagai persoalan hidup, termasuk masalah kesehatan mental. 

Sistem ini tidak hanya berfokus pada aspek material semata, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual dan sosial yang menjadi kunci bagi kesehatan mental yang optimal. Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam yang telah terbukti mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi umat manusia.

Kesimpulannya, kapitalisme telah gagal dalam menjamin kesehatan mental rakyat. Sistem ini hanya menambah beban hidup masyarakat dengan berbagai persoalan yang ada. Sebaliknya, Islam menawarkan solusi yang komprehensif dan menyeluruh dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Dengan penerapan syariat Islam secara kafah, negara dapat memberikan kehidupan yang lebih baik dan menjamin kesejahteraan serta kesehatan mental seluruh rakyatnya. Wallahualam bissawab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Eksploitasi Negara Korporasi

Tanah Ribath Media- September 27, 2026 0
Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Eksploitasi Negara Korporasi
Oleh: Ayuningtiyas ( Aktivis Muslimah ) TanahRibathMedia.Com—  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan wajah buruk pengelolaan lin…

Most Popular

Keracunan Massal MBG Akibat Masalah Sistemik

Keracunan Massal MBG Akibat Masalah Sistemik

September 23, 2026
Mengurai Racun Kapitalisme dalam Piring MBG

Mengurai Racun Kapitalisme dalam Piring MBG

September 23, 2026
Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana

Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana

September 25, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Keracunan Massal MBG Akibat Masalah Sistemik

Keracunan Massal MBG Akibat Masalah Sistemik

September 23, 2026
Mengurai Racun Kapitalisme dalam Piring MBG

Mengurai Racun Kapitalisme dalam Piring MBG

September 23, 2026
Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana

Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana

September 25, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us