Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Staright News Ustazah L. Nur Salamah: Penuntut Ilmu Harus Siap Tidak Tidur Malam
Staright News

Ustazah L. Nur Salamah: Penuntut Ilmu Harus Siap Tidak Tidur Malam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Jun, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Ustazah L. Nur Salamah menjelaskan bahwa seorang penuntut ilmu harus siap tidak tidur malam. Penjelasan ini merupakan kelanjutan pasal kelima yakni kesungguhan, kontinuitas dan niat yang bulat bagi penuntut ilmu yang bersumber dari Kitab Adab Ta'limu Al-Muta'alim Thoriqotu Ta'lum, Selasa (23/05/2023) di Batam. 

"Seorang penuntut ilmu seharusnya siap tidak tidur malam (bergadang di malam hari yang memiliki tujuan). Baik itu murojaah, muthola'ah, atau memperbaiki catatan," jelasnya. 

Selanjutnya, ia membacakan lirik dari seorang penyair yang berisi nasihat bagi penuntut ilmu. 

"Sebagaimana kata penyair;  Seberapa besar kadar usahamu, sebesar itu pula kemuliaan yang kau raih. Barang siapa yang mencari kemuliaan yang tinggi hendaknya tidak tidur di malam hari," ungkapnya. 

Makna syair tersebut, imbuhnya, memberikan nasihat kepada penuntut ilmu jika menginginkan sebuah ilmu maka raihlah dengan sungguh-sungguh. Seperti kebiasaan para ulama yang menghabiskan malam-malamnya untuk belajar. Baik itu murojaah, mutholaah dan menulis berbagai kitab. 

Sebagai pengasuh kajian Mutiara Ummat, Ustazah Nur juga menyampaikan nasihat dari para ulama agar para penuntut ilmu tidak tidur di malam hari. Karena untuk mendapatkan mutiara harus menyelam ke dasar lautan.

"Syair selanjutnya; Jika engkau menginginkan kemuliaan namun tidur di sepanjang malam. Bukankah yang ingin mencari mutiara harus menyelami samudera atau laut yang dalam," ungkapnya. 

Bunda, sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa ketika penuntut ilmu ingin mendapatkan ilmu maka janganlah bermalas-malasan dan tidak asal-asalan. Ibarat sebuah mutiara, jika ingin mendapatkan yang indah maka dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyelam ke lautan yang dalam. Begitu pun dengan meraih ilmu, wajib bagi penuntut ilmu mengorbankan waktunya bahkan waktu tidurnya. Tidak menjadikan keluarga baik itu suami dan anak-anak sebagai penghalang menuntut ilmu. 

"Dalam menuntut ilmu dan mengorbankan waktu tidur di malam hari untuk belajar tentunya rasa kantuk dan lelah menghampiri. Setelah seharian penuh mengurusi rumah tangga. Maka jangan menjadikan keluarga dan anak-anak sebagai alasan untuk tidak belajar. Sebagai seorang istri dan ibu harus tahu prioritas utama adalah keluarga, namun setelahnya juga ada dakwah dan menuntut ilmu yang juga merupakan ibadah," bebernya secara gamblang. 

"Perjuangan sejatinya identik dengan pengorbanan. Maka bersungguh-sungguh lah dalam menuntut ilmu sesuai dengan kadar kesanggupan," tegasnya. 

Sebagai penutup, Bunda menyampaikan kelanjutan dari syair sebelumnya serta menjelaskan maknanya. 

"Tingginya mata kaki itu dengan semangat yang tinggi. Kemuliaan seseorang itu dengan berjaga pada malam hari. Adapun makna dari syair ini mengilustrasikan seperti mata kaki yang posisinya di bawah namun bisa mencapai kedudukan yang tinggi jika diraih dengan semangat yang tinggi alias bersungguh-sungguh. Pun, kemuliaan seseorang akan diraih dengan seringnya tidak tidur malam, yang mana malam-malam tersebut diisi dengan salat malam, belajar, menghapal dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt.," pungkasnya. [] TRM/Nai
Via Staright News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us