Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Nafsiyah Menumbuhkan Rasa Cinta Hakiki
Nafsiyah

Menumbuhkan Rasa Cinta Hakiki

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Mei, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Sunaini, S.Pd

TanahRibathMedia.Com—Awal bertemu dengannya beragam keraguan mengerumuni pikiran dan sanubari, benarkah ia jodohku? benarkah pria ini yang akan menjadi imamku? Aku tak kenal dia. Dia asing bagiku.

Yaaaa...
Kami dipertemukan karena dijodohkan. Dua tahun pernikahan masih penyesuaian, banyak perdebatan yang kadang tak ada titik solusi. Masing-masing bertahan pada ego. Tahun berikutnya sudah mulai menundukkan ego, rasa cinta dan pengorbanan pun sudah tumbuh. Dua tahun berikutnya sudah memiliki visi dan misi yang satu untuk membangun kehidupan, melengkapi kekurangan masing-masing, dan Allah titipkan buah hati yang dirindu. Rasa cinta itupun semakin bersemi dan semakin dalam. Baru di titik ini, kurasakan bunga-bunga cinta yang bersemi.

Mencintai Islam sebagai Ideologi

Ide adalah gagasan yang di dalamnya terdapat pemikiran yang mendasar dan kokoh. Islam adalah ideologi atau mabda yang di dalamnya lengkap dan rinci aturan kehidupan, manusia, alam semesta dan Pencipta yaitu Al Khaliq. 

Agar seseorang dapat menumbuhkan rasa cinta pada islam, tidak jauh berbeda dari kisah yang saya angkat di atas. Terlahir dalam keadaan Islam bukan berarti seseorang itu paham akan Islam sebagai ideologi yang mengatur segala lini kehidupan. Tidak jarang ditemukan banyak orang yang mencukupkan diri dengan selesainya belajar salat, baca Qur'an, mampu puasa, merasa sudah religius. Saat diperkenalkan Islam itu adalah ideologi yang mengatur segala aspek, mulai adab bangun tidur, adab masuk WC, adab makan dan minum, adab kepada orang lebih tua, aturan pergaulan, utang-piutang, adab menepati janji, bahkan kehidupan sosial dan aturan bernegara pun lengkap dan rinci di dalam Islam. Semuanya dijelaskan dalam kitab ulama empat mazhab. Tentu yang bersumberkan pada dalil yang kuat (qoth'i). 

Islam Datang dalam Keadaan Asing

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,
"Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR Muslim.no. 145)

Betul, saat ini kita berada pada aturan dunia yang dipimpin oleh Barat dengan sistem kapitalisnya. Aturan kehidupan secara Islam dijauhkan dari umat. Sedangakan ibadah salat, puasa, zakat dan salawat masih dibiarkan. 
Mereka pun tak berhenti menakuti umat dengan jargon radikal, teroris dan fanatik. 

Akankah kita tidak mau berpikir dan berdiam diri saja! Islam adalah agama yang mengajak untuk berpikir.

Supaya Islam tidak menjadi asing, dan mau dipanggil menjadi orang yang beruntung. Mari kaji Islam secara kafah dengan keimanaan yang mantap, waktu yang panjang, dikontrol oleh guru, sehingga rasa cinta yang dalam pada Islam akan tumbuh bersemi. Bergerak menyampaikan Islam tanpa dibayar adalah level tertinggi ungkapan rasa cinta yang hakiki. 

Wallahu a’lam bisshowab.
Via Nafsiyah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us