SYIAR
Aktivis Dakwah: Hidayah Allah Berkaitan dengan Pilihan dan Sikap Manusia
TanahRibathMedia.Com—Aktivis dakwah Mega Marlina menegaskan, hidayah Allah berkaitan dengan pilihan dan sikap manusia dalam menempuh jalan kebenaran.
“Allah membebaskan manusia untuk memilih jalan hidayah atau jalan kesesatan itu,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Salihah, Hidayah Ditunggu atau Dijemput?, Sabtu (3-10-2026) di Depok.
Ia pun menegaskan, Allah telah menciptakan dalam diri manusia qâbiliyah (kesediaan atau kapasitas) untuk kebaikan maupun keburukan.
“Allah juga telah menjelaskan jalan kebaikan atau jalan hidayah maupun jalan keburukan atau jalan kesesatan, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Balad ayat10 dan asy-Syams ayat 7 dan 8 yang menjelaskan bahwa Allah telah menunjukkan kepada manusia dua jalan, yaitu jalan kebaikan dan keburukan. Manusia diberi kemampuan untuk membedakan keduanya dan memilih jalan yang akan ditempuh,” jelasnya di hadapan puluhan peserta.
Hal tersebut, tambahnya, juga ditegaskan dalam Al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 29, bahwa kebenaran datang dari Allah, sementara manusia diberi pilihan untuk beriman atau kafir. Namun, jelasnya, pilihan tersebut bukan berarti manusia bebas dari konsekuensi. Setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
“Jika orang mencari dan menjemput hidayah, yaitu mengupayakan sifat-sifat hidayah ada dalam dirinya atau memilih jalan hidayah, maka Allah memberinya taufik sehingga ia mendapat hidayah dan Allah menambah hidayah kepadanya,” ucapnya.
Sebaliknya, sebutnya, jika orang mencari dan menjemput kesesatan atau memilih jalan kesesatan maka ia akan tersesat, Allah tidak memberinya taufik, bahkan Allah akan menambah kesesatannya.
“Selama sifat-sifat yang bertentangan dengan hidayah masih bercokol maka Allah tidak akan memberikan hidayah taufik,” tuturnya.
Menurutnya, di sinilah Allah menyatakan tidak akan memberi hidayah kepada orang kafir (QS al-Baqarah [2]: 264), orang fasik (QS ash-Shaff [61]: 5), orang zalim (QS al-Baqarah [2]: 258), orang yang sesat (QS an-Nahl [16]: 37), dan orang yang melampaui batas lagi berdusta (QS Ghafir [40]: 28).
“Allah pasti memberi hidayah kepada hamba yang mencari hidayah, maka carilah. Hidayah itu seperti air, dia akan mengalir ke tempat yang lebih rendah, maka rendahkan hati untuk bisa menerima hidayah. Sebagaimana air, hidayah juga akan masuk ke tempat yang terbuka, bukan tempat yang tertutup, maka bukalah pikiran untuk bisa menerima hidayah,” pungkasnya.[] Siti Aisyah
Via
SYIAR
Posting Komentar