OPINi
Remaja Pengidap HIV Semakin Tinggi, Mau Dibawa ke Mana Generasi Ini?
Oleh: Lia Purwati
(Penggiat Literasi Islam)
Lonjakan pengidap HIV dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini bukanlah sebuah prestasi, melainkan kondisi gawat darurat yang perlu diperbaiki. Maraknya penyebaran HIV di tengah-tengah masyarakat, terutama dikalangan remaja sangat memprihatinkan. Dengan keadaan yang genting seperti sekarang ini, hanya memberikan edukasi seksual kepada para siswa atau siswi di sekolah bukanlah aksi pencegahan yang nyata.
Dilansir dari detik.com (23 Juli 2026), menurut Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina, berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga 2026, jumlah kasus HIV tercatat sebanyak 60 kasus pada kelompok usia 11-17 tahun. Sementara, banyak juga berita di media lain yang mengatakan 522 pelajar terjangkit HIV. Terlepas dari berapa pun jumlahnya, kasus HIV/AIDS merupakan persoalan yang serius dan harus dicegah secara massif. Apalagi, kasus ini menyangkut pelajar atau generasi muda yang diharapkan akan melanjutkan peradaban emas di masa mendatang.
HIV/AIDS semakin Meresahkan
Waktu terus berlalu, namun kasus HIV/AIDS malah semakin berkembang. Banyaknya remaja yang terjangkit HIV saat ini merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Kasus ini menunjukkan adanya kondisi gawat darurat baik dari segi kesehatan maupun pergaulan remaja sekarang. Kondisi ini merupakan dampak dari diterapkannya sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan bermasyarakat. Akibatnya, standar perbuatan manusia tidak lagi sesuai dengan syariat Islam dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja.
Dari sinilah semua permasalahan hidup muncul. Dengan diterapkannya sistem sekuler kapitalisme, membuat orang-orang kehilangan arah yang benar. Muncullah budaya asing dengan pergaulannya yang bebas tanpa batas. Pacaran, mabuk-mabukan, judi, hamil di luar nikah, hingga hubungan sesama jenis yang dianggap sebagai privasi dan tidak boleh diatur oleh agama. Padahal, perilaku bebas tersebut menjadi faktor utama peningkatan dan penularan HIV itu sendiri.
Apa Solusinya?
Islam bukan hanya sekedar agama, namun Islam juga merupakan satu-satunya ideologi yang benar. Dalam Islam, Allah telah mengatur segala urusan manusia di dunia sebagai pedoman bagi kehidupannya. Begitupun pada masalah pergaulan, Allah melarang manusia untuk mendekati zina.
Allah telah memperingatkan supaya tidak mendekati zina, seperti dalam surat al-isra' ayat 32 yang berbunyi:
وَ لَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَ سَاۤءَ سَبِيْلًا
Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan jalan terburuk.”
Ayat di atas melarang umat Islam untuk mendekati zina. Contohnya seperti pacaran, pergaulan bebas, berdua-duaan dengan yang bukan mahram, melihat konten pornografi dan lainnya.
Dalam sistem Islam, interaksi antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram harus terpisah. Tidak boleh berkhalwat seperti yang terjadi sekarang ini. Dalam Islam, laki-laki harus menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Begitu juga dengan perempuan, harus memakai pakaian yang syar'i supaya tidak terlihat auratnya. Begitulah cara Allah menjaga hambanya.
Ketika syariat Islam diterapkan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, maka kasus HIV/AIDS pada remaja akan jarang ditemui. Pendidikan dalam sistem Islam membentuk kepribadian Islam yang utuh (Syakshiyah Islamiyah) sehingga generasi mudanya tidak mudah tergoda pada kenikmatan sesaat yang Allah haramkan. Begitulah indahnya hidup dalam naungan daulah Islamniyyah.
Wallahu alam bissawab
Via
OPINi
Posting Komentar