Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Merdeka dari Apa?
OPINI

Merdeka dari Apa?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Pudji Arijanti
(Pegiat Literasi untuk Peradaban)

TanahRibathMedia.Com—Sebentar lagi negeri ini merayakan  kemerdekaannya ke-81. "Agustusan menyebutnya". Masyarakat di seluruh pelosok negeri antusias menyambutnya. Bahkan, persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Umbul-umbul merah putih terbentang di ujung gang. Di sepanjang jalan dipercantik dengan pengecatan kerb. Suasana terasa bahagia, riuh menyambutnya, seolah melebihi perayaan tahun baru Islam.


Kemerdekaan Semu

Namun di sisi gegap gempita perayaan agustusan tersebut, kemerdekaan hakiki masih bersembunyi. Beragam persoalan pun tetap juara, seperti: keadaan rakyat makin miskin, PHK di mana-mana, putus sekolah dan sebagainya. Belum lagi persoalan sosial yang makin liberal, sehingga merusak tatanan kehidupan. Harusnya dipahami, sistem hari ini belum benar-benar mengurusi rakyat. Layanan dasar untuk rakyat antara lain kesehatan di daerah tertinggal masih belum memadahi. Kepala keluarga sulit memenuhi kebutuhan dasar karena negara tidak menyediakan lapangan pekerjaan seperti janji-janji saat pemilu.

Tampak nyata, persoalan kemiskinan masih belum ada solusi konkret. Hanya terdengar imbauan bahkan lebih ke arah tambal sulam, tetapi tidak mencabut akar persoalan kemiskinan. Lantas, 81 tahun merdeka mengapa rakyat masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan? Bukankah Allah telah anugerahkan kekayaan alam melimpah di negeri ini. Bahkan kita meyakini telah menjadi bangsa merdeka. Akan tetapi, rakyat tidak serta merta mudah memenuhi hajat hidupnya. Ada berbagai kebijakan yang tidak tepat sasaran. Bahkan pengelolaan sumber daya yang buruk.

Lebih jauh, negara telah melahirkan program pengentasan kemiskinan. Namun, program tersebut belum tampak berhasil. Karena program tersebut hanyalah program tambal sulam belum memenuhi standart keberhasilan. Sehingga, rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan


Cara Islam Mengentas Kemiskinan

Pada sistem kapitalisme, negara tidak sepenuhnya mengurusi rakyatnya. Rakyat dibiarkan memenuhi kebutuhannya sendiri, negara mencukupkan sebagai pihak pengatur saja. Sangat berbeda dengan Islam, rakyat adalah pihak yang wajib diurusi kebutuhan dasarnya. Sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, keamanan. Negara memastikan tidak ada rakyat yang kelaparan atau tidak memiliki pekerjaan. 

Sistem hari ini berpijak pada sistem kapitalisme sekuler. Jelas, pengelolaan kekayaan alamnya diserahkan kepada pihak kapital dengan dalih investasi. Padahal SDA terkategori kepemilikan umum (milkiyah ammah). Seharusnya negara mengelolanya,
hasilnya diperuntukkan bagi kemaslahatan rakyat seluas-luasnya. Dengan demikian, seluruh kebutuhan dasar rakyat terpenuhi secara merata. 

Selain itu, negara juga memiliki sumber pendapatan lain. Diantaranya adalah: fai, ganimah, kharaj, jizyah, usur dan lain-lain. Ketika kekayaan negara benar-benar dikelola dengan rasa keimanan, rakyat tercukupi seluruh kebutuhannya. Karena setiap ri'ayah yang dilakukan oleh khalifah adalah bentuk tanggung jawabnya kepada rakyat yang dipimpinnya, karena kelak dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah atas kepemimpinannya.

Di sisi lain, negara yang menerapkan sistem Islam tidak membiarkan rakyatnya menganggur. Negara mengkondisikan  akses pekerjaan serta mensuasanakan penghidupan layak. Oleh karena itu, mekanisme pemerintahan berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola sesuai syariat Islam.

Demikianlah, cara Islam mengentas kemiskinan. Tidak sekedar memberi BLT ataupun menyelesaikan secara parsial, tetapi membabat habis dari hal-hal penyebab kemiskinan. Dengan demikian, di seluruh pelosok negeri masyarakat merasakan kesejahteraan hakiki. Wallahu'alam bissawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla

Tanah Ribath Media- September 15, 2026 0
Perempuan dan Generasi Menanggung Beban Berlapis Akibat Karhutla
TanahRibathMedia.Com— Karhutla di Kalimantan sudah menjadi musibah tahunan yang belum ada solusinya sampai hari ini, akibat pembukaan lahan yang ma…

Most Popular

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

September 10, 2026
Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

September 13, 2026
Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

September 10, 2026
Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

September 13, 2026
Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

Karhutla Berulang: Bencana yang Disengaja?

September 09, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us