OPINI
Anak-Anak Gaza Menanti Perlindungan, Umat Menanti Persatuan
Oleh: Riska Umma Hamzah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Penderitaan rakyat Gaza hingga kini belum juga berakhir. Yang paling menyayat hati, korban terbesar justru berasal dari kalangan anak-anak. Mereka yang seharusnya menikmati masa bermain, belajar, dan tumbuh dalam kasih sayang keluarga kini harus menghadapi dentuman bom, kelaparan, kehilangan orang tua, serta luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam.
Berbagai laporan lembaga internasional menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023, ribuan anak di Gaza telah kehilangan nyawa akibat serangan Israel. Banyak anak lainnya mengalami luka berat, cacat permanen, menjadi yatim piatu, serta hidup di tengah kondisi yang serba terbatas dan penuh tekanan psikologis (Kompas.com, 24 Juni 2026). Kondisi tersebut telah memunculkan tuduhan dari berbagai pihak bahwa tindakan yang terjadi di Gaza mengarah pada genosida terhadap rakyat Palestina.
Harapan Agresi Berhenti dengan Sendirinya Hanya Sebuah Ilusi
Realitas di Gaza memperlihatkan bahwa serangan terus berlangsung dan menimbulkan dampak besar bagi warga sipil. Anak-anak, perempuan, rumah sakit, sekolah, hingga kamp-kamp pengungsian turut menjadi korban. Keadaan ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil menanggung beban yang sangat berat akibat konflik yang berkepanjangan.
Berbagai kecaman internasional, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), maupun seruan gencatan senjata hingga kini belum mampu menghentikan kekerasan secara menyeluruh. Kondisi tersebut juga memunculkan kritik terhadap efektivitas sistem politik internasional dalam memberikan perlindungan bagi warga sipil. Di sisi lain, banyak negara, termasuk negara-negara Muslim, dinilai menghadapi berbagai kendala politik, diplomatik, dan ekonomi dalam mengambil langkah yang dianggap mampu menghentikan konflik secara efektif.
Perlindungan Hakiki dalam Perspektif Islam
Dalam ajaran Islam, nyawa manusia memiliki kedudukan yang sangat mulia. Rasulullah saw. bersabda:
"Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim tanpa hak." (HR. An-Nasa'i dan At-Tirmidzi)
Hadis tersebut menunjukkan besarnya kehormatan darah seorang Muslim sehingga setiap bentuk kezaliman yang merenggut nyawa manusia merupakan persoalan yang sangat serius.
Islam juga mengajarkan bahwa kaum Muslim merupakan satu kesatuan umat yang saling menjaga dan melindungi. Rasulullah saw. bersabda:
"Perumpamaan kaum Mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh merasakan sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak dapat tidur." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam perspektif yang dianut dalam tulisan ini, perlindungan yang menyeluruh terhadap rakyat Palestina, termasuk anak-anak Gaza, diyakini dapat diwujudkan melalui institusi pemerintahan Islam (Khilafah) yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Dalam konsep tersebut, negara memikul tanggung jawab untuk menjaga keamanan rakyat, melindungi jiwa, menjamin layanan kesehatan dan pendidikan, serta memenuhi hak-hak dasar setiap anak sebagai amanah yang wajib dipelihara.
Karena itu, tragedi Gaza hendaknya menyadarkan umat Islam bahwa persoalan Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan, tetapi juga merupakan persoalan besar umat (qadhiyah mashiriyah). Kepedulian terhadap Palestina perlu diwujudkan melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, doa yang tulus, bantuan sesuai kemampuan, serta berbagai ikhtiar yang sejalan dengan keyakinan yang menjadi landasan pandangan dalam tulisan ini.
Semoga Allah Swt. segera menurunkan pertolongan-Nya kepada saudara-saudara kita di Palestina, melindungi anak-anak, perempuan, dan seluruh masyarakat yang menjadi korban, menguatkan kesabaran mereka dalam menghadapi berbagai ujian, serta membimbing umat Islam agar mampu menunaikan tanggung jawabnya terhadap negeri yang diberkahi tersebut.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Via
OPINI
Posting Komentar