Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Reportase Ketika Syariat Ditinggalkan, Pelecehan Jadi Kenormalan
Reportase

Ketika Syariat Ditinggalkan, Pelecehan Jadi Kenormalan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
25 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Muslimah Perindu Surga bekerja sama dengan Smart With Islam mengadakan kajian bulanan yang bertempat di Dusun Kedung Mulya, Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang pada Ahad (17-5-2026) Ustadzah Mimin sebagai narasumber, di awal kajian menyampaikan sedikit gambaran tentang komunitas Muslimah Perindu Surga adalah komunitas yang memperhatikan dan membahas tentang isu-isu nasional yang terjadi saat ini. Pada kesempatan kali ini membahas tema tentang kasus pelecehan. 

Ustadzah Mimin menyampaikan, jika memperhatikan kondisi saat ini terutama di sosial media, marak sekali berita tentang pelecehan sosial dan menjadi konsumsi sehari-hari serta hal-hal yang merusak moral sudah banyak dinormalisasi. 

“Sebagaimana data yang dicatat oleh SIMFONI PPA, jenis kekerasan yang paling banyak dilaporkan dalam sistem adalah kekerasan seksual dengan 12.398 kasus,” ungkapnya. 

Jumlah tersebut, lanjutnya, merupakan yang tercatat. Di luar sana pasti banyak yang tidak berani melaporkan dan hanya sekian persen yang pelakunya dihukum setimpal, selebihnya banyak sekali yang diselesaikan secara kekeluargaan. 

Tidak sedikit dari pelaku pelecehan memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada korban, seperti di sekolah atau pondok pesantren,” ujarnya prihatin. 

Ia menyampaikan, guru dan ustadz yang ada di lembaga pendidikan seharusnya menjadi panutan dan garda terdepan untuk mencetak generasi yang unggul, tapi fakta hari ini malah menjadi pelaku kekerasan dan berbalik arah menjadi perusak generasi. 

“Saat ini sekolah hanya ditujukan pada tujuan materi, sementara pendidikan karakter dikesampingkan. Karena sekolah yang memiliki label tertentu, misal label islami seperti pondok pesantren, dianggap menghasilkan output lulusan yang sama saja dengan sekolah pada umumnya,” bebernya. 

Pelecehan saat ini, tandasnya, terjadi bukan hanya pada orang dewasa saja, tapi anak-anak juga bisa menjadi korban bahkan menjadi pelaku. Salah satu sebab hal ini bisa terjadi adalah karena gaya hidup di tengah masyarakat yang sudah semakin rusak. 

“Sebagai umat muslim yang taat, seharusnya kita bisa menempatkan diri secara wajar sesuai dengan aturan Islam,” serunya. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa pelecehan seksual semakin marak karena aturan hidup saat ini yang bukan bersumber dari aturan sang pencipta. Sanksi yang tidak tegas hanya akan memunculkan pelaku-pelaku baru di kemudian hari. 

“Hanya syariat Islam yang bisa menghukum tegas pelaku kejahatan, menentramkan dan mencegah kemungkaran. Juga ketimpangan yang ada di masyarakat saat ini bukan semata-mata kesalahan individu, tetapi juga karena sistem hidup yang salah,” yakinnya. 

Ia pun memberikan kesimpulan agar kembali kepada syariat Islam untuk hal-hal yang bersifat individu, masyarakat, dan bernegara semua sudah Allah berikan aturannya. 

“Hanya aturan Islam yang mampu memberantas segala bentuk kejahatan tanpa memunculkan pelaku-pelaku baru di kemudian hari,” pungkasnya.[] Selly Nur Fadilah
Via Reportase
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us