Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan
SP

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Setiap tahun akan selalu ada momentum perayaan Hari Pendidikan Nasional dengan berbagai euforia. Akan tetapi makin hari dunia pendidikan justru makin buram dan memprihatinkan mulai dari nasib guru honorer yang sampai hari ini belum sepenuhnya menemukan titik terang, baru-baru ini justru dunia pendidikan berduka dan tercoreng akibat dari maraknya fenomena kecurangan dalam ujian. Bahkan angka kriminalitas di kalangan pelajar semakin meningkat, salah satunya pada beberapa waktu lalu didapati tewasnya pelajar SMA di Bandung dan enam tersangkanya juga berstatus sebagai pelajar (kompas.id, 21-4-2026). 

Peringatan hardiknas harusnya cukup untuk menjadi pengingat bagi semua pihak agar tergugah hati dan pikirannya untuk memperbaiki kondisi dunia pendidikan yang semakin suram. Sekalipun pada saat sekarang pemerintah juga berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai program seperti revitalisasi sarana pendidikan, implementasi deep learning dan koding untuk peningkatan berpikir kritis, termasuk penguatan pendidikan karakter. Akan tetapi pada faktanya  upaya ini belum sepenuhnya berhasil. Hal ini menunjukkan adalah kegagalan implementasi arah pendidikan sehingga melahirkan generasi yang jauh dari kata terpelajar dan justru krisis kepribadian, berpikir pragmatis, sekuler, juga liberal. 

Berbagai problematika pendidikan dan generasi hari ini adalah keniscayaan dari diterapkannya sistem kehidupan sekuler yakni paham yang memisahkan agama dari kehidupan, sistem kehidupan yang liberal dimana manusia diberikan hak kebebasan, termasuk kebebasan berperilaku yang justru mengantarkan pada jurang kerusakan generasi. Sistem sekuler kapitalis yang diemban oleh negara saat ini terbukti gagal dalam mendidik generasi bangsa dan menghasilkan output orang-orang yang tergiur dengan proses instan sehingga menghalalkan segala cara demi keuntungan yang sebesar-besarnya. Ditambah dengan longgarnya sanksi yang diterapkan negara terhadap pelaku kriminalitas yang berstatus pelajar atau dalam kata lain di bawah umur semakin memberikan peran dalam mentoleransi kriminalitas sebagai kenakalan remaja. 

Islam bukanlah sekadar agama melainkan sistem kehidupan. Dalam Islam negara bertanggung jawab atas setiap individu rakyatnya termasuk mencetak dan menjaga generasi dari aktivitas yang melanggar hukum syara’. Islam memandang pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar rakyat yang harus dipenuhi oleh negara. Sistem kehidupan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyah akan melahirkan kurikulum pendidikan Islam, membangun infrastruktur pendidikan yang mumpuni, dan semua ini diberikan secara gratis bagi setiap warga negara khilafah islam sebab dalam. 
Rasulullah saw. bersabda:

 "...Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya atas rakyat yang diurusnya." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Selain itu negara juga bertanggung jawab untuk menciptakan suasana keimanan di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat yang tinggal di dalam daulah islam saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Sistem pendidikan dalam Islam dirancang dalam rangka melahirkan generasi yang insan kamil, cerdas, dan bersyakhsiyah islamiyah.  Selain itu, Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kriminalitas atau setiap aktivitas yang di dalamnya terdapat pelanggaran hukum syara. 
Wallahu’alam.

 Lulita
(Muslimah Kebumen)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us