Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Sunyi di Ujung Malam: Ketika Perjuangan Ojol Tak Lagi Berlanjut
SP

Sunyi di Ujung Malam: Ketika Perjuangan Ojol Tak Lagi Berlanjut

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




TanahRibathMedia.Com—Kota Batam kembali berduka. Seorang pengemudi ojek online, Asep, ditemukan tertunduk di atas motornya pada sunyinya malam—perjuangannya mencari nafkah berakhir dalam diam (Batamnews.co.id, 16 Februari 2026). Kisah ini bukan sekadar kabar duka, tetapi potret getir kehidupan sebagian rakyat yang harus bertarung dengan waktu dan tenaga demi menyambung hidup.

Realitas ekonomi yang semakin berat menuntut banyak orang bekerja tanpa batas waktu. Harga kebutuhan pokok naik, biaya hidup meningkat, sementara penghasilan tidak selalu stabil. Bagi pekerja sektor informal seperti ojek online, pendapatan sangat bergantung pada jumlah order. Semakin lama bekerja, semakin besar peluang mendapatkan penghasilan. Akibatnya, tubuh dipaksa melampaui batas kemampuan.

Jam operasional ojol yang fleksibel memang memberi kebebasan, tetapi di sisi lain juga menjadi jebakan. Tanpa aturan jam kerja yang tegas, sebagian pengemudi bekerja dari pagi hingga larut malam. Ketika target harian belum tercapai, mereka enggan berhenti. Keletihan menjadi teman setia dan risiko kesehatan meningkat. Dalam sistem kapitalis, tidak ada jaminan kebutuhan hidup bagi individu yang tidak mampu bekerja. Siapa yang berhenti bekerja, ia berhenti mendapatkan penghasilan. Negara lebih banyak berperan sebagai regulator ketimbang penjamin langsung kesejahteraan. Maka tak heran jika rakyat harus bekerja keras, bahkan mengorbankan kesehatan, demi memenuhi kebutuhan dasar.

Islam menawarkan pendekatan berbeda. Negara dalam Islam bertanggung jawab menjamin kebutuhan pokok rakyat—pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Setiap individu didorong untuk bekerja sesuai kemampuan, tetapi negara hadir memastikan tidak ada rakyat yang terabaikan.

Bagi mereka yang tidak mampu bekerja secara fisik, sakit, lanjut usia, atau kehilangan pekerjaan, negara wajib menjamin kebutuhan hidupnya melalui mekanisme Baitul Mal. Dengan demikian, tekanan untuk bekerja melampaui batas dapat diminimalkan. Rakyat tidak dipaksa mempertaruhkan nyawa demi sekadar bertahan hidup. Islam juga mengatur sistem upah secara adil. Upah diberikan sesuai manfaat atau jasa yang dihasilkan, bukan sekadar pengalaman atau senioritas. Prinsip ini memastikan pekerja memperoleh haknya secara proporsional dan tidak dizalimi oleh sistem.

Kisah Asep menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap kota industri, ada perjuangan sunyi para pekerja informal. Mereka bukan sekadar roda ekonomi, tetapi manusia yang memiliki batas fisik dan hak untuk hidup layak. Jika sistem terus membiarkan rakyat bertarung sendirian dengan kerasnya kehidupan, tragedi serupa bisa kembali terjadi. Karena sejatinya, negara bukan hanya pengatur lalu lintas ekonomi, melainkan pelindung kehidupan rakyatnya. Dan setiap nyawa yang hilang dalam perjuangan mencari nafkah adalah cermin bagi sistem yang sedang berjalan.

Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us