Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Penanganan Pendidikan Pasca Bencana Sumatra
OPINI

Penanganan Pendidikan Pasca Bencana Sumatra

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
06 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Siti Rahmah, S. Ak
(Pemerhati Kebijakan Publik) 

TanahRibathMedia.Com—Sektor pendidikan juga terkena dampak akibat terjadinya banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatra Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Bencana alam tersebut membuat ribuan sekolah mengalami kerusakan dan mengganggu kegiatan belajar mengajar ratusan ribu murid.

Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti dalam rapat kerja dengan Komisi X memaparkan bahwa 2.798 satuan pendidikan terdampak, 5.421 ruang kelas rusak, dan lebih dari 600 ribu siswa mengalami gangguan layanan pendidikan. Banyak sekolah rusak, akses terputus, dan sebagian digunakan sebagai posko pengungsian (www.detik.com, 9-12-2025). 

Lambannya Penanganan

Penanganan pasca bencana terkesan lamban, baik dalam penanganan korban, utamanya pemulihan sarana dan prasarana pendidikan, banyak sekolah yang mengalami kerusakan namun tidak cepat dapat perbaikan. Selain itu harus adanya penanganan trauma yang kemungkinan dialami anak-anak yang kehilangan anggota keluarga mereka. Oleh karenanya bukan hanya perlu penanganan fisik, perlu juga penanganan psikis untuk anak-anak korban bencana. Dari segi pendidik juga perlu diperhatikan karena mereka juga termasuk korban. 

Belum ada respon cepat untuk menangani kebutuhan generasi akan pendidikan, yang bergerak di lapangan lebih banyak lembaga kemanusiaan, NGO maupun influencer. Pemerintah sendiri memprediksi untuk mulai pembangunan infrastruktur sekolah pada Februari 2026 mendatang. Padahal, selain kebutuhan sandang dan papan, kesehatan merupakan bagian darurat, pendidikan juga termasuk prioritas. Maka, tugas negaralah yang seharusnya berperan penuh dalam menangani semua ini dan memaksimalkan upaya untuk perbaikan segera. 

Beginilah ketika sistem kapitalisme yang diterapkan, banyak kepentingan politik yang dipertimbangkan. Padahal rakyat darurat membutuhkan. Ketika rakyat dijadikan komoditas, bukan prioritas. Kurang maksimal nya penanganan bencana merupakan bukti lalainnya pemerintah dalam prioritas kesejahteraan rakyat. Maka tak heran di berbagai sektoral penanganan bencana lamban terselesaikan apalagi sektor pendidikan. Hal ini mengakibatkan gagalnya sistem saat ini mewujudkan hak generasi untuk memperoleh pendidikan yang layak pasca bencana. 


Islam Memberi Solusi

Dalam Islam adanya aspek paradigmatik kepemimpinan, yaitu pemimpin sebagai pelayan dan pengurus rakyat. Negara akan tanggap bencana dari penanganan berbagai sektor. Negara akan membuka baitul mal untuk pembiayaan penanganan bencana agar tidak terlalu lama tertunda sehingga rekonsiliasi cepat. Semua sumber daya akan dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana. Penanganan secara fisik maupun secara mental korban bencana. Para siswa maupun guru-guru korban bencana. 

Kesiapsiagaan tanggap risiko bencana termasuk memastikan terpenuhinya hak rakyat atas kebutuhan asasi termasuk pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Melakukan pemulihan infrastruktur secara tanggap dengan melakukan koordinasi dengan gubernur (wali) di mana bencana terjadi. Memobilisasi guru, menyediakan sarana pendidikan dan kurikulum di fase pasca bencana. Sehingga sektor pendidikan akan segera teratasi dengan cepat dan bisa berjalan kembali sesuai kebutuhan pasca bencana. Generasi tetap dapat mengenyam pendidikan dengan layak tentunya. 

Selain itu akan adanya tindakan preventif agar bencana tidak berulang. Alokasi anggaran akan sesuai untuk posnya, ketika ada bencana maka akan diprioritaskan untuk memaksimalkan penanganan terlebih dahulu, berbeda dengan saat ini, di mana dana untuk program yang lain didahulukan dibandingkan dengan kebutuhan darurat. Seperti di akhir tahun misalnya penghabisan anggaran APBN akan masif dilakukan. Berbeda dalam Islam anggaran akan berfokus untuk penanggulangan bencana terlebih dahulu sehingga cepat terselesaikan tidak seperti saat ini. Maka, hanya dengan menerapkan kembali sistem Islam, segala masalah akan teratasi. 

Waallahu'aalam bisshawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us