Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Generasi Muda Takut Nikah, Luka Ekonomi Kapitalisme
SP

Generasi Muda Takut Nikah, Luka Ekonomi Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Saat ini fenomena generasi muda takut menikah sangat menarik ditelusuri. Salah satu faktor utamanya adalah generasi muda lebih takut miskin dari pada takut tidak menikah. Yang ditakutkan mereka adalah tuntutan ekonomi yang semakin besar. Ketakutan hidup miskin dari pada tidak menikah ini bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Generasi muda saat ini memasuki dunia kerja dalam kondisi ekonomi yang penuh dengan ketidak pastian.

Luka ekonomi ini merujuk pada kerusakan sistem perekonomian dalam jangka menengah ataupun jangka panjang, sebagai akibat dari krisis ekonomi, antara lain krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Hal itu berdampak pada potensi pertumbuhan ekonomi di masa depan yang terhambat. Bahkan setelah krisis itu selesai.

Sulitnya mendapat pekerjaan, upah yang relatif stagnan, hingga biaya hidup yang terus melonjak memberikan kecemasan akan kemiskinan semakin nyata. Aspirasi karir, pendidikan yang tinggi, kebebasan hidup, stabiltitas psikologis dan kualitas hidup sehari-hari sebagai prioritas yang lebih penting daripada status pernikahan. Akibatnya, pernikahan tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan hidup yang harus segera dicapai, tetapi pilihan sadar yang harus didahului oleh kesiapan finansial, mental dan fisik.

Sistem ekonomi kapitalisme memang benar-benar membuat beban hidup sepenuhnya dipikul individu. Kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, tempat tinggal hanya bisa dimiliki oleh orang yang mampu membayar. Negara pun tidak bisa menjamin kesejahteraan warganya. Hasilnya, banyak anak muda merasa masa depan tidak pasti, hingga pernikahan dipandang sebagai resiko besar.

Allah Swt berfirman:
"Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang." (TQS. Ar Rum: 21)

Dalam Islam pernikahan bagian dari kehidupan yang mendatangkan ketenteraman, tapi bagaimana bisa tenteram jika itu sulit dirasakan. Jika sistem ekonomi yang menaungi manusia justru menekan bukan melindungi.

Islam memberikan aturan menjamin kebutuhan primer warganya, dengan menyediakan kebutuhan pokok pangan, sandang, dan papan, membuka lapangan kerja dan mengelola sumber daya umum untuk kemaslahatan rakyatnya. Dengan pengelolaan dan pendistribusian kekayaan yang adil, hingga tidak terjadi ketimpangan dan kecemasan ekonomi.

Sebagaimana dalam firman-Nya:
"...agar harta itu tidak beredar di antara orang-orang kaya saja." (TQS. Al Hasyr : 7).

Pendidikan yang berasas pada Islam membentuk kepribadian beriman, hingga menguatkan mental, bukan hedonisme. Dengan tatanan hidup yang lengkap, ketakutan akan masa depan menjadi jauh lebih kecil. Manusia tidak berjalan sendiri, karena negara, masyarakat dan nilai kehidupan bergerak bersama menopang individu. Ketika tatanan hidup di atur menurut syariat, kebahagiaan tidak lagi menjadi beban dan pernikahan kembali menjadi ruang kasih sayang seperti yang dijanjikan Allah ta'ala. Wallahu'alam.

Saliyah
(Sahabat Tanah Ribath Media)


Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us