Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Kejamnya Rahim Sekularisme
SP

Kejamnya Rahim Sekularisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
25 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Perempuan saat ini mempunyai tugas ganda bukan hanya sebagai "ummun warabbatul bait" sebagaimana fitrahnya menjadi ibu penjaga bagi anak-anaknya dan penjaga rumah suaminya. Di mata kapitalisme perempuan adalah mesin pencetak uang, salah satu komoditas dagang yang tak tersirat serta sebagai penggerak utama sektor ekonomi global.

Feminisme adalah point penting yang menjadi awal dari hancurnya peran utama ibu dan perempuan. Ideologi ini di usung oleh para kaum liberal untuk melancarkan tujuan para kapitalis dengan jerat awalnya melindungi perempuan dari segala tindakan brutal (KDRT), memiliki hak atau posisi bahkan membangun keprofesionalan yang setara dengan lelaki.

Titik terendah saat ini adalah di kala kata feminisme menjadi tipu daya dari jerat sistem kapitalisme, para perempuan dipaksa keluar rumah meninggalkan fitrah dan anak-anaknya. Dipaksa menjadi tulang punggung untuk pergerakan ekonomi rumah tangga bahkan negara yang menjadikan para tenaga kerja wanita sebagai sumber devisa terbesar negara. Tidak sampai di situ, bahkan dipersempit dan diperkecilnya kesempatan para lelaki untuk mendapatkan pekerjaan dengan berbagai dalih dan alibi.

Teramatlah jelas dengan mematikan figur seorang lelaki atau ayah, perlahan tapi pasti banyak memunculkan krisis dalam kehidupan baik berkeluarga, kerusakan masyarakat ataupun kehancuran bangsa. Tak salah, di salah satu buku karya Prof Dr Hamka disebutkan "Jika perempuannya baik, baiklah Negara.." begitu juga sebaliknya.

Kalimat sederhana ini harusnya menjadi tamparan dan renungan bagi kita pribadi, terutamanya untuk semua pihak. Tidaklah satu peran maupun fungsi seorang perempuan yang tidak sesuai nantinya akan banyak menimbulkan kekacauan yang signifikan dan hanya menunggu seperti bom waktu. 

Sudah banyak realita yang bisa kita lihat dari lingkungan terdekat beberapa di antaranya adalah meningkatnya angka perceraian dengan alasan terbanyak adalah ekonomi yaitu dengan dilemahkan fungsi seorang ayah atau laki-laki sebagai tulang punggung dan pelindung keluarga. Meningkatnya korban kejahatan anak yang menjadikan para ibu keluar dari rumahnya untuk menambah penghasilan, peningkatan kenakalan remaja dari tahun ke tahun akibat anak- anak yang broken home kehilangan peran orangtua menjadikan mereka motherless/fatherless. Yang paling menjadi headline news di beberapa bulan ini adalah meningkatnya kasus HIV/AIDS yang menjadikan remaja/ ibu rumahtangga menjadi pekerja seks dalam memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan hedonisme.

Hal ini berbanding terbalik dengan pandangan Islam terhadap perempuan di dalam QS An Nisa ayat 34 Allah menyiratkan bahwa seorang wanita adalah perhiasan. Layaknya perhiasan yang harus dirawat dan dijaga begitulah sebaiknya diperlakukan sebagaimana mestinya. Begitu juga di QS An Nur ayat 31 yang memerintahkan perempuan untuk menutup auratnya dengan sempurna sehingga tidak terlihat oleh laki laki ajnabi dan tidak menimbulkan fitnah. Hal ini sangatlah jauh dengan kondisi di zaman sekarang.

Dari realita yang terjadi saat ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa racun berbalut madu dari feminisme ini adalah senjata massal yang membrangus generasi. Diburamkan bahkan dimatikannya fitrah wanita sebagai seorang ibu dengan limpahan kasih sayang untuk mencetak generasi harus berganti dengan predikat yang lebih keren dan modern sebagai "wanita independent" yang bisa melakukan apapun itu tanpa figur dari seorang ayah atau suaminya. Wallahua'lam bisshowab.

Faidah Alfiyah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat

Tanah Ribath Media- April 08, 2026 0
Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat
Oleh: Salma Rafida (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Perayaan Idulfitri yang semestinya menjadi momentum kemenangan dan kebahagiaa…

Most Popular

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us