Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda IBRAH Jangan Membalas Luka dengan Luka Baru
IBRAH

Jangan Membalas Luka dengan Luka Baru

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)

TanahRibathMedia.Com—Dalam hidup, manusia tak luput dari luka. Ada yang ditinggalkan tanpa sebab, dikhianati tanpa ampun, atau dikecewakan oleh orang yang paling dipercaya. Hati pun tergores, jiwa porak-poranda. Namun, membalas luka dengan menciptakan luka baru tak akan menyembuhkan. Ia hanya memperpanjang lingkaran nestapa.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Fussilat ayat 34,

“Balaslah kejahatan dengan yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”

Ayat ini bukan sekadar nasihat, tapi panggilan untuk naik tingkat dalam akhlak. Karena membalas buruk dengan buruk itu mudah. Tapi memutus rantai keburukan dengan kebaikan? Itu tanda kekuatan jiwa.

Rasulullah saw. bersabda,

"Bukanlah yang kuat itu orang yang menang dalam gulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya saat marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menahan diri dari balas dendam adalah jihad bukan dengan pedang, tapi dengan kesabaran. Bahkan para ulama menyebut bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah bagian dari jihad terbesar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"Jihad melawan hawa nafsu adalah pangkal jihad. Tanpa ini, tak akan mungkin seseorang berjihad di jalan Allah."

Begitu pun Imam Ibnul Qayyim berkata dalam Zad al-Ma'ad,

"Jihad ada empat tingkatan, yaitu jihad melawan hawa nafsu, melawan setan, melawan orang kafir, dan melawan orang munafik. Dan jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi utama."

Maka, siapa pun yang mampu mengendalikan gejolak hatinya, menolak godaan untuk membalas dengan kelakuan yang sama rendahnya dan memilih jalan maaf serta tawakkal, maka ia telah menang. Bukan di mata manusia, tapi di mata Allah.

Karena hakikatnya, balas dendam tidak akan mengangkat derajat. Tapi sabar dan lapang dada justru membuat seseorang semakin dimuliakan oleh Allah Swt.

"Barang siapa yang menahan amarah padahal dia mampu meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada Hari Kiamat, dan mempersilakannya memilih bidadari sesukanya."
(HR. Abu Dawud)

Kebesaran jiwa tidak terletak pada seberapa keras seseorang melawan dunia. Tapi seberapa tenang ia berdamai dengan dirinya sendiri dan menyerahkan semua luka pada keadilan Allah Ta'ala.

Jika seseorang pernah disakiti oleh pengkhianatan, maka biarlah keadilan Allah yang membalas. Manusia hanya perlu menjaga hati agar tidak ikut rusak oleh luka yang ditinggalkan orang lain. Karena balasan Allah jauh lebih sempurna dibandingkan dendam yang berlumur emosi.

Tidak membalas bukan berarti lemah, tapi karena sedang memperjuangkan pahala.
Tidak merusak balik bukan karena bodoh, tapi karena yakin Allah takkan pernah salah menilai sabar.
Via IBRAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us