Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini SPMB Kacau, Potret Buram Digitalisasi Pendidikan Kapitalistik
Opini

SPMB Kacau, Potret Buram Digitalisasi Pendidikan Kapitalistik

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Jul, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nettyhera
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Ramai sudah pemberitaan tentang kisruh sistem pendaftaran sekolah online atau SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) di Kabupaten Bogor. Pada Selasa, 1 Juli 2025, ratusan orang tua murid memadati kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor di Cibinong. Mereka mengeluhkan sulitnya mengakses portal pendaftaran online tersebut.

Kendala yang dihadapi bermacam-macam. Mulai dari NIK dan NISN anak yang tidak terbaca, data Kartu Keluarga (KK) yang tidak terdeteksi, hingga perbedaan nama di berbagai dokumen seperti akta lahir, KK, dan ijazah. Bahkan ada juga yang barcode pendaftarannya tidak terdeteksi, sehingga mereka tidak menerima konfirmasi pendaftaran.

Masalah ini jelas bukan perkara kecil. Nasib pendidikan anak-anak dipertaruhkan hanya karena kesalahan sistem yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal. Ironisnya, ini bukan kali pertama masalah seperti ini terjadi. Hampir setiap tahun, permasalahan serupa selalu muncul.

Padahal, pemerintah sering kali membanggakan program “digitalisasi pendidikan”. Seolah-olah, digitalisasi bisa menjadi solusi semua masalah pendidikan. Faktanya, justru sebaliknya, digitalisasi ini menambah beban baru bagi rakyat.

Di tengah kekacauan ini, pemerintah Kabupaten Bogor memang bergerak cepat. Dinas Pendidikan membuka layanan helpdesk khusus untuk menampung aduan dan membantu pendaftaran secara manual. Layanan ini dibuka setiap hari hingga 4 Juli 2025, dengan 10 petugas operator yang disiagakan. Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencocokkan data kependudukan. Pemerintah turut meminta orang tua membawa dokumen fisik untuk diverifikasi langsung di lokasi.

Meski langkah ini patut diapresiasi sebagai respons cepat, tetap saja solusi tersebut hanya bersifat sementara. Langkah ini hanyalah tambal sulam yang sekadar menyelesaikan masalah di permukaan, tanpa menyentuh akar persoalan sesungguhnya.

Digitalisasi Pendidikan: Solusi Palsu Kapitalisme

Perlu dipahami bersama, masalah digitalisasi dalam pendidikan bukan semata-mata soal error teknis atau server yang overload. Permasalahan ini adalah buah dari sistem kapitalisme yang menempatkan pendidikan sebagai komoditas, bukan sebagai hak rakyat yang wajib dipenuhi negara.

Dalam logika kapitalisme, pendidikan adalah ladang proyek. Negara lebih mementingkan efisiensi anggaran dan pencitraan, ketimbang benar-benar memastikan rakyat mendapat hak pendidikan yang mudah dan layak. Digitalisasi hanya dijadikan etalase modernisasi, tanpa kesiapan infrastruktur yang memadai.

Celakanya, rakyat kecil selalu menjadi korban. Masyarakat yang tidak menguasai teknologi atau yang tinggal di wilayah dengan akses internet buruk terpinggirkan dari sistem ini. Akhirnya, orang tua murid dipaksa menghadapi sistem digital yang rumit, yang justru menyulitkan mereka.

Digitalisasi pendidikan yang dijalankan dalam kerangka kapitalisme memang tak pernah berpihak pada rakyat. Alih-alih menjadi solusi, justru menjadi masalah baru yang menambah deretan kesulitan hidup rakyat kecil.

Islam: Pendidikan Hak Rakyat, Negara Wajib Menjamin

Berbeda dengan kapitalisme yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas, Islam memandang pendidikan sebagai hak dasar rakyat yang wajib dipenuhi negara secara total. Dalam sistem Islam, negara bertanggung jawab penuh atas seluruh urusan pendidikan rakyat, tanpa kecuali.

Negara dalam sistem Islam, yaitu Khilafah, menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Negara memastikan semua warga negara, baik miskin maupun kaya, mendapatkan pendidikan secara gratis, berkualitas, dan mudah diakses.

Jika penerapan digitalisasi dibutuhkan, negara dalam sistem Islam akan memastikan kesiapan infrastruktur terlebih dahulu. Negara akan menjamin: akses internet yang merata di seluruh wilayah, sistem digital yang sederhana, mudah diakses, dan ramah terhadap semua kalangan serta petugas pendamping di setiap wilayah yang siap membantu rakyat yang kesulitan mengakses layanan daring.

Selain itu, negara akan memiliki sistem pencatatan data penduduk yang rapi melalui lembaga atau diwan yang dikelola secara profesional dan amanah. Dengan sistem data seperti ini, tidak akan terjadi masalah sinkronisasi data seperti yang kita saksikan saat ini.

Tak hanya itu, pendidikan dalam Islam bukan sekadar soal kelulusan atau angka-angka. Tujuan pendidikan dalam Islam adalah mencetak manusia yang bertakwa, berilmu, dan berkontribusi untuk membangun peradaban. Semua ini diberikan secara gratis, tanpa pungutan.

Sejarah membuktikan, pada masa Khilafah Islam, pendidikan benar-benar gratis dan mudah diakses. Negara menyediakan sekolah-sekolah umum, madrasah, hingga lembaga pendidikan tinggi. Bahkan, negara menyediakan fasilitas asrama, makan, buku, dan kebutuhan belajar lainnya secara cuma-cuma.

Saatnya Umat Sadar 

Kisruh SPMB di Kabupaten Bogor seharusnya menjadi bahan renungan mendalam bagi kita semua. Masalah ini bukan sekadar error sistem atau kelalaian teknis, melainkan buah dari kerusakan sistem kapitalisme yang terus meminggirkan rakyat.

Berapa lama lagi kita mau bertahan dalam sistem yang terus menindas dan menyengsarakan ini? Bukankah sudah cukup bukti bahwa kapitalisme selalu gagal memberikan solusi tuntas atas persoalan rakyat?

Kini, sudah saatnya umat membuka mata dan sadar, bahwa solusi sejati hanya ada dalam sistem Islam. Hanya dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah, pendidikan akan benar-benar menjadi hak rakyat, bukan komoditas atau proyek yang diperjualbelikan.

Sistem Islam telah terbukti mampu menyejahterakan rakyat selama berabad-abad, termasuk dalam urusan pendidikan. Maka, sudah saatnya kita mencampakkan sistem kapitalisme dan kembali kepada aturan Allah yang sempurna.

Karena hanya dalam sistem Islam, pendidikan akan menjadi hak rakyat yang dijamin sepenuhnya oleh negara, tanpa diskriminasi dan tanpa komersialisasi.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Isra Mikraj dan Bulan Rajab, Momen Membumikan Hukum Langit

Tanah Ribath Media- Januari 29, 2026 0
Isra Mikraj dan Bulan Rajab, Momen Membumikan Hukum Langit
Oleh: Siti Rofiqoh (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia, di dalamnya banyak terdapa…

Most Popular

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Januari 28, 2026
Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Januari 29, 2026
Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Januari 28, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis

Januari 28, 2026
Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Ketika Adab Tumbang di Ruang Kelas: Potret Buram Pendidikan Sekuler

Januari 29, 2026
Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Cinta Mekar di Balik Tusukan Duri Mawar

Januari 28, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us