Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Beras Mahal, Rakyat Makin Susah
Opini

Beras Mahal, Rakyat Makin Susah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Jul, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ummu Hanaya
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan harga beras mengalami kenaikan di beberapa kabupaten/kota pada minggu kedua di bulan Juni 2025. Data BPS menyebutkan beras terus mengalami kenaikan harga di 113 kabupaten/kota pada Minggu kedua Juni 2025. Padahal sebelumnya di pekan pertama terdapat 119 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras. Ini berarti ada tambahan 14 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan beras dalam sepekan.

Menurut Profesor Lilik, kenaikan harga beras sangat tidak masuk akal mengingat tahun ini produksi beras nasional dalam kondisi memuaskan, di mana cadangan beras pemerintah (BP) pada tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Anomali ini tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan masyarakat dan juga petani. Bagaimana mungkin beras kita 4,2 juta tapi harga di sejumlah pasar naik?” ungkapnya (BeritaSatu.com, 19-06-2025).

Stok beras yang sangat melimpah namun harga beras melampaui HET sangat membebani dan memberatkan rakyat kecil. Masyarakat Indonesia  menjadikan beras sebagai bahan pokok utama untuk konsumsi sehari-hari. Stok beras menumpuk di gudang karena kebijakan Bulog yang harus menyerap gabah dari petani. Akibatnya, suplai beras ke pasar terganggu dan mengalami kenaikan harga. Ini merupakan ciri mekanisme pengelolaan pangan dalam sistem kapitalisme yang tidak pro rakyat justru menyulitkan rakyat.

Pangan bukan merupakan hak dasar rakyat yang harus dipenuhi dan dijamin oleh negara dalam sistem kapitalisme saat ini. Tetapi, komoditas yang diperdagangkan demi meraih keuntungan. Meminimkan peran negara sebatas regulator dan kurang dari tanggung jawab yang sebenarnya. BUMN yang sebagai unit pelaksanaan teknis negara justru menjadi lembaga komersil bukan perpanjangan tangan pemerintah guna melayani rakyat. Untuk itu dalam mengatasi masalah ini pemerintah harusnya melakukan evaluasi mendasar dalam sistem pengelolaan yang diterapkan saat ini.

Di dalam Islam, secara politik menegaskan fungsi kepala negara/Khalifah sebagai penanggungjawab dalam urusan rakyat dengan berlandaskan syariat Islam. Dalam hal ini, negara wajib hadir untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok bagi setiap individu rakyat dan memudahkan dalam menemukan kebutuhan rakyatnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan "Imam/Khalifah itu laksana gembala dan hanya ialah yang bertanggung jawab terhadap hewan gembalanya".

Selain itu dalam sistem ekonomi Islam menjamin terwujudnya distribusi kekayaan kepada seluruh rakyat dengan mekanisme sesuai syariat. Maka untuk itu, solusi hakiki agar rakyat terpenuhi kebutuhannya dan tidak mengalami kesulitan dalam memenuhinya yaitu dengan mengganti sistem kapitalisme yang rusak dengan sistem Islam yang sempurna. 

Wallahu'alam bishowab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us