Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Motivasi Pakaian Hitam: Tafakur Sebuah Pilihan
Motivasi

Pakaian Hitam: Tafakur Sebuah Pilihan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
16 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Hafsh
(Sahabat Tanah Ribath Media)

“Item-item, kayak mau ke makam.”
“Wah, kayak lagi berduka ya?”
“Hitam terus, sesekali berwarna.”

TanahRibathMedia.Com—Komentar seperti ini terdengar ringan, bahkan sering dianggap guyonan. Namun, bagi sebagian dari kami yang memilih pakaian gelap terutama hitam ucapan seperti ini meninggalkan tanda tanya: Sejak kapan warna menjadi hal yang pantas dipermasalahkan?

Hitam kerap diidentikkan dengan kesedihan. Padahal, bagi banyak muslimah, pilihan ini lahir bukan dari suasana hati muram, melainkan dari keyakinan yang melekat pada kesederhanaannya. Sayangnya, pilihan ini kerap dianggap aneh, bahkan mungkin "menyimpang" dari norma berpakaian yang dianggap wajar. 

Kami tidak sedang mengikuti tren atau ingin tampil berbeda. Kami hanya mengenakan apa yang membuat nyaman. Namun, seolah ada tuntutan bahwa pakaian harus selalu cerah, menarik, dan menyenangkan mata.

Dalam salah satu tausiyahnya, Ustadzah Halimah Alaydrus menyampaikan:

“Warna itu semakin lebih tua semakin menutupi, semakin mudah untuk menutupi. Antara siang dan malam, malam yang lebih gelap—kalau digambar—warnanya hitam. Semakin lebih gelap semakin menutupi. Karena dimintanya adalah untuk menutup aurat maka pakaian perempuan itu semakin gelap semakin bagus, karena semakin menutupi bentuk tubuh dan warna kulit.”

Bagi sebagian muslimah, pakaian hitam tidak sekadar menutup aurat secara fisik, tetapi juga membantu menjaga diri dari pandangan yang tidak perlu.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel di dakwah.id,

"Kebanyakan wanita muslimah memilih untuk mengenakan busana berwarna hitam bukan karena itu sebuah kewajiban, tetapi karena warna tersebut lebih menyelamatkan mereka dari unsur pakaian perhiasan".

"Ditambah lagi terdapat sebuah riwayat juga yang mengisyaratkan bahwa para istri sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenakan busana muslimah warna hitam."

Imam Abu Daud meriwayatkan (hadits no. 4101)
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Ketika turun ayat yudnīna ‘alaihinna min jalābībihinna, para wanita Anshar keluar seolah-olah di kepala mereka ada burung gagak (berwarna hitam) karena kain (warna hitam) yang mereka kenakan.”

Riwayat ini dihukumi Shahih oleh al-albani dalam kitab Shahih Abi Daud.

Dewan Lajnah Daimah (17/110) menyebutkan riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa para istri sahabat mengenakan busana muslimah warna hitam.

Mengomentari warna pakaian seseorang bukanlah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Selama pakaian tersebut memenuhi syarat syar’i, warna adalah ranah pilihan pribadi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Maka, ketika seseorang memilih hitam demi menjaga diri, niat itu layak dihargai, bukan dijadikan bahan canda yang melemahkan.

Pilihan ini bukan berarti menolak warna lain. Islam tidak melarang pakaian berwarna, tetapi ketika satu warna memberi manfaat dalam hal kesederhanaan, ketenangan, dan penjagaan diri mengapa dianggap aneh?

Hari ini, memilih pakaian hitam saja bisa menjadi cibiran. Lalu bagaimana dengan syariat lainnya yang jauh lebih asing bagi sebagian orang, seperti menjaga pandangan, membatasi pergaulan lawan jenis, atau menolak berjabat tangan dengan non-mahram?

Aku tidak mengaku paling benar. Aku hanya berusaha, meski masih belajar, meski hati kadang bergetar, meski langkah belum selalu lurus.

Tulisan ini bukan ajakan menyeragamkan warna, tapi untuk membuka ruang tafakur. Sebab di balik pilihan sederhana, kadang tersimpan nilai yang sedang diperjuangkan.

Sebelum mengomentari penampilan orang lain, tanyakanlah pada diri.

“Apakah ucapan ini bermanfaat atau justru menambah beban hatinya?“

Menutup aurat adalah kewajiban.
Memilih warna adalah kebebasan.
Menghakimi pilihan orang lain bukanlah ranahmu.
Berjalanlah dengan tenang, selagi pakaianmu menutupi apa yang harus ditutupi -dengan hitam atau warna gelap, lebar, dan longgar- serta diniatkan karena Allah untuk menaati perintah-Nya.

Wallahu 'alam bis-shawab.
Via Motivasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us