Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Remaja Silent to Kill
Remaja

Silent to Kill

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Mei, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: M. Ahda Alfityan
(Remaja Ideologis)

TanahRibathMedia.Com—Boleh jadi kita ngerasa nggak ngelakuin dosa, jadi fine-fine aja. Tapi sadar nggak, diam lo pas liat kemungkaran itu bisa jadi dosa juga? Diam yang kadang bisa membunuhmu (silent to kill). Dunia ini rusak bukan cuma karena orang jahat yang beraksi, tapi juga karena orang baik yang milih diam. Artinya harus ada reaksi melawan kemungkaran. 

Setiap mata yang liat maksiat, setiap telinga yang denger hal haram, punya tanggung jawab di hadapan Allah. Lo nggak bisa bilang, "Bukan urusan gue." Karena kalo semua orang mikir gitu, kemungkaran bakal jadi budaya, dan kebenaran bakal dianggap aneh.

Allah bilang:

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (TQS. Ali Imran: 110)

Jadi umat terbaik tuh bukan karena banyak ibadah doang, tapi karena lo peduli—karena lo berani nyampein yang bener, walau kadang pahit.

Rasulullah saw. di dalam sebuah hadis mengungkapin juga, "Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Kalau tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Dan itu selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)

Diam dan cuek itu pilihan paling rendah. Bukan solusi, bukan juga tanda bijak. Itu tanda iman kita udah nyaris padam.

Jadi, dakwah bukan tentang banyaknya followers, tapi tentang nyelametin. Kadang lo mikir, "Gue siapa sih mau nasehatin orang?" Tapi bro, dakwah bukan tentang siapa lo—tapi tentang apa yang lo sampaikan. Kalo lo tau itu salah, sampaikan. Nggak harus panjang. Nggak harus pinter. Yang penting tulus.

Lo bisa tulis pesan di story, lo bisa DM temen lo pelan-pelan, lo bisa bisikin mereka dengan cinta, bukan dengan benci. Karena lo peduli, bukan karena lo ngerasa lebih baik.

Intinya, kalau lo sayang, lo bakal tegur karena percuma bilang sayang kalau rela membiarkan orang tersesat. Lo bilang lo sayang temen lo? Tapi lo diem pas mereka ngelakuin maksiat? Itu bukan sayang, itu ninggalin mereka di tepi jurang. Kadang, satu kalimat yang lo ucapin bisa jadi titik balik hidup seseorang. Kadang, satu tulisan lo bisa nyelametin dia dari neraka.

Inget Bro...

Di hari akhir nanti, semua akan ditanya.
"Kenapa lo liat yang salah, tapi lo diem?"
"Kenapa lo bisa ngetik status panjang-panjang, tapi nggak bisa nulis satu kalimat buat ngingetin?"

Dan saat itu, lo bakal nyesel bukan karena lo gak bisa ngomong, tapi karena lo gak pernah nyoba.
Akhir Kata: Lo pilih jadi penonton, atau pejuang?

Lo bisa jadi orang biasa, tapi lo juga bisa jadi penyelamat buat banyak hati. Dakwah itu bukan panggung buat cari tepuk tangan, tapi ladang buat nyari rida Allah Swt. Sebabnya, di dunia ini cuma ada dua pilihan: Lo ikut jadi bagian dari perbaikan, atau lo diem, dan ikut andil dalam kerusakan. Inget bro!  Diam tidak selalu emas, bahkan bisa membunuhmu. Ngeri kan!

Wassalam.
Via Remaja
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

April 29, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

April 29, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us