Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Miris, Subang Menjadi Target Investasi Para Kapitalis
Opini

Miris, Subang Menjadi Target Investasi Para Kapitalis

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
06 Mei, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ratna Sari, SE
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, melalui Girang Harta Galuh Pakuan, Penggagas LinkHub Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana menyebutkan, akan segera menghadirkan 50 perusahaan raksasa di bidang kendaraan listrik dan energi terbarukan yang berasal dari Tiongkok, untuk berinvestasi di Subang. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan investasi di kabupaten Subang. Selain itu, akan hadir dalam waktu dekat, Bapak Kendaraan Listrik Dunia Prof. Chen Qing Quan (RRI.co.id, 25-04-2025).

50 perusahaan raksasa ini digadang-gadang akan menjadi moment yang penting bagi kemajuan industri kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat bahkan sampai tingkat nasional. Selain itu, 50 perusahaan ini bukan hanya bergerak di bidang kendaraan listriknya saja. Ada perusahaan yang memproduksi baterai listrik, energi terbarukan, perusahaan AI, perakit kendaraan, dan suku cadang kendaraan listrik. Alhasil, menurut Tingting, di Subang inilah yang akan menjadi perusahaan kendaraan listrik dan energi terbarukan yang terlengkap di dunia.

Atas dasar inilah, pemerintah mengharapkan kehadiran Prof. Chen dan 50 pimpinan perusahaan raksasa ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat industri kendaraan listrik di Indonesia, juga mempercepat transfer teknologi dan investasi.

Dengan dalih percepatan investasi di Kabupaten Subang, 50 Perusahaan raksasa di bidang kendaraan listrik dan energi terbarukan asal Tiongkok, siap dihadirkan untuk berinvestasi di Subang. Namun perlu untuk dipahami bahwa investasi dalam sistem kapitalisme hakikatnya merupakan suatu cara bagi negara-negara kapitalis sebagai alat penjajahan ekonomi. 

Maka mengundang puluhan investor seperti ini sebenarnya sama saja dengan mengundang para kapitalis untuk membantu menancapkan cengkraman mereka atas negeri kita. 

Kita lihat saja untuk penyediaan lahan industri yang mereka bangun tentu akan mengorbankan lahan kepemilikan milik umum. Secara tidak langsung para investor atau para kapitalis lebih banyak menikmati SDA kita, sementara rakyat secara umum hanya dapat limbahnya. Belum lagi seperti yang sudah-sudah, mereka (para korporasi asal Cina) ini memang membangun pabrik di berbagai tempat, namun semua alat, perlengkapan, hingga tenaga kerjanya dibawa dari negara mereka. 

Mereka juga mengeruk SDA kita dengan harga yang sangat murah, setelah menghasilkan produk kemudian diekspor ke negaranya, sehingga nilai tambah yang diharapkan diperoleh pemerintah Indonesia sangat rendah dibandingkan nilai tambah yang didapat negara Cina. Inilah yang dimaksud dengan penjajahan yang tersistematis.

Inilah salah satu bukti jeratan kapitalisme yang berpihak pada para pemilik modal, bahkan Indonesia sendiri telah menyatakan sebagai salah satu negara yang tunduk pada kapitalisme. Kondisi inilah yang menjadikan negeri ini secara umumnya sebagai primadona para kapitalis global yang serakah, termasuk negeri Tiongkok.

Islam memiliki prinsip-prinsip yang mendasar dalam menyelesaikan berbagai problematika kehidupan, termasuk dalam masalah investasi asing. Target yang digadang-gadang akan menjadikan Subang sebagai pusat produksi kendaraan listrik adalah salah satu hal yang membuka jalan asing untuk menguasai dan mengeksploitasi berbagai wilayah.

Kaum Muslim berhak untuk mempunyai negara yang berdaulat dengan menerapkan aturan Allah Swt.. Satu-satunya solusi adalah dengan adanya Khilafah, sebagai negara dan pemerintahan yang independen dan tidak bergantung kepada negara penjajah.

Jangan lengah dan mudah tergoda dengan iming-iming investasi, kerja sama internasional, bahkan sampai keterikatan pada aturan yang dibuat negara lain. Selama berada dalam sistem kapitalisme, semua ini adalah bentuk penjajahan yang tersistematis.

Wallahu 'alam bishawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us