Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Straight News Siyasah Institute: Sekularisme Prancis Mendukung Islamofobia
Straight News

Siyasah Institute: Sekularisme Prancis Mendukung Islamofobia

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
12 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Direktur Siyasah Institute Iwan Januar mengungkapkan, ideologi sekularisme yang diterapkan di Prancis sangat mendukung suburnya Islamofobia.

"Ideologi Prancis dengan sekularismenya itu sangat memberikan perhatian khusus dalam arti kata pelarangan, tekanan, dan juga men-support suburnya Islamofobia di sana," tuturnya dalam acara Kabar Petang: Demokrasi dan Kebebasan Palsu, Sabtu (29-03-2025) di kanal YouTube Khilafah News. 

Berbagai macam agama juga mendapatkan tekanan, jelas Iwan, tapi khusus untuk Islam, memang Prancis ini punya perhatian yang lebih, mereka menempatkan Islam sebagai ancaman, mereka kemudian melarang berbagai macam ajaran agama yang dipandang sebagai simbol-simbol keislaman.

Kemudian ia mengatakan bahwa Prancis yang paling getol menyuarakan liberté, egalité, dan fraternity atau menyuarakan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan tapi tidak pernah memberikan perlakuan yang sama terhadap Islam. 

"Mereka di satu sisi itu membolehkan majalah-majalah, tulisan-tulisan, film-film yang mengkritik agama bahkan tanda kutip sudah terang-terangan menista agama. Bahkan agama Kristen pun seperti bagaimana karikatur tentang Yesus, juga tentang agama Islam secara umum itu juga dilakukan di sana dan tidak mendapatkan tindakan. Dalilnya adalah merupakan kebebasan dan bagian dari sekularisme. Jadi satu hal yang kontradiktif," cecarnya.

Sangat ironis sekali, sesalnya, dan ini merupakan sikap standar ganda Perancis. Ketika menyerukan persamaan, di mana persamaan yang diberikan kepada kaum Muslimin di Prancis tidak mengenakan abaya, jilbab, jenggot, burka, cadar, dan simbol agama yang lain. Padahal sebetulnya, itu semua bagian kebebasan berekspresi. 

"Kalau betul Prancis itu negara yang menjamin liberté liberalisasi dalam kehidupan umum termasuk beragama mestinya enggak terganggu dong dengan hal itu," ucapnya.

Prinsip sekularisme, terangnya, merupakan prinsip jalan tengah. Jadi dalam konteks ini Prancis tetap mengakomodir agama, hanya dibatasi ruang geraknya di ruang-ruang ibadah, di tempat-tempat ibadah, atau di hari agama saja. Tapi dalam kehidupan umum, dalam kehidupan publik Prancis melarang adanya campur tangan agama dalam urusan ekonomi, apalagi politik, dan juga kenegaraan. 

Terakhir, ia mengatakan para politisi dan tokoh Muslim Indonesia berpendapat bahwa jika Islam masuk dalam ranah politik itu sangat berbahaya.

"Yang ini juga disuarakan oleh sebagian politisi dan tokoh Muslim di Indonesia, jika agama Islam masuk ke dalam politik tentu it's very-very dangerous," pungkasnya.[] Novita Ratnasari
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us