Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Banjir Barang Murah China, Mematikan Industri Dalam Negeri
Opini

Banjir Barang Murah China, Mematikan Industri Dalam Negeri

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
04 Agu, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ummu Umar
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Produk manufaktur China terus menggempur pasar domestik RI. Belakangan yang mencuat di antaranya tekstil hingga keramik. Ada kekhawatiran industri RI tidak sanggup dengan gempuran tersebut dan akhirnya keok. Apalagi impor barang murah dari China sudah lama terjadi, dan China terus melakukan inovasi dan penetrasi pasar Indonesia melalui penguatan efisiensi dan skala ekonomi, sehingga biaya rata-rata yang rendah menyebabkan komoditi mereka semakin kompetitif.

"Perubahan selera pasar yang cepat serta potensi pasar di masa mendatang bisa diadaptasi dengan baik oleh manufaktur China dan didukung oleh infrastruktur yang baik dan kemudahan investasi. Jika kondisi ini berlangsung terus maka lambat laun akan mematikan industri dalam negeri. Industri dalam negeri perlu lebih baik beradaptasi dengan tren permintaan pasar, dan regulasi pemerintah perlu menjaga industri dalam negeri dari serangan impor ini," kata Ekonom Universitas Brawijaya Wildan Syafitri (CNBC Indonesia, 26-7-2024).

Perekonomian dunia saat ini dikuasai oleh China dan AS dengan aturan yang berdasarkan ideologi sosialis dan kapitalis. Ini memudahkan masuknya berbagai produk produk China ke Indonesia dan menyingkirkan, bahkan membangkrutkan usaha dan produk produk Indonesia. Lalu bagaimana slogan pemerintah  cintailah produk-produk Indonesia?

Kebijakan/aturan/regulasi yang berdasarkan ideologi kapitalis membuat kebangkrutan industri dalam negeri dan terjadi PHK berulang ulang. Akibat banyaknya PHK, banyak pula pengangguran yang berpengaruh pada kehidupan rumah tangga, misalnya; perceraian dan KDRT makin meningkat. Sementara penawaran pinjol dan judol tersedia di setiap gadget yang dapat diakses dengan cepat dan mudah. Ditambah lagi penawaran utang koperasi, bank mekar, leasing dan yang sejenisnya siap menjerat orang orang yang butuh uang untuk makan, untuk modal usaha dan siap menghisap kekayaan siapa saja yang tidak sanggup membayar cicilan bunga riba yang dilegalkan oleh aturan kapitalis.

Inilah yang dirasakan masyarakat akibat penerapan ideologi kapitalis yang mematikan perekonomian  masyarakat secara perlahan dan pasti. Sangat banyak masyarakat yang dulu merasakan kesejahteraan dan ketentraman hidup, lama kelamaan menjadi miskin, kehilangan harta dan pekerjaan untuk bertahan hidup. Sementara para elite dan penguasa makin kaya raya dan bergelimang harta. Demikianlah penerapan ideologi kapitalis telah menyengsarakan manusia.

Indonesia Raya yang kaya raya sumber daya alam melimpah ruah, telah melayani kepentingan negara negara sosialis dan kapitalis dengan mengikuti setiap arahan arahan dan keinginan mereka, dan tidak memikirkan bagaimana nasib rakyat sendiri.

Dalam pandangan Islam, negara wajib mengurusi urusan masyarakatnya (di dalam negeri) sesuai dengan perintah dan larangan Allah Swt., termasuk juga urusan di luar negeri. Dengan berlimpahnya sumber daya alam seharusnya Indonesia mampu memproduksi berbagai produk, mampu menguasai ekonomi, industri, dan politik dunia dengan Islam. Sehingga kesejahteraan hidup dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, dengan penerapan syariah islam secara kafah dalam sistem pemerintahan Islam, negara akan mandiri dan bebas dari intervensi asing, aseng, dan para penjajah imperialis yang jahat dan rakus.

Islam akan mengembalikan marwah (kewibawaan), bagi pemerintah dalam menegakkan hukum dan keadilan akan dirasakan oleh setiap manusia, karena hukum Islam tidak berpihak pada kepentingan manusia, tapi bersandar kepada hukum hukum Allah Swt. dan ingin meraih keredhoan Allah Swt. Insya allah. Wallahua'lam bishawab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us