Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Pasien BPJS Dirundung Nakes
OPINI

Pasien BPJS Dirundung Nakes

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Siti Ningrum
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Beberapa waktu yang lalu dunia media sosial dihebohkan dengan viralnya postingan pasien BPJS yang masih belum juga mendapat ruangan rawat inap setelah 8 jam menunggu di salah satu Rumah Sakit. Berita tersebut dibenarkan oleh kementerian kesehatan (kemenkes), bahwa pasien BPJS yang bernama Yurizal Tri Chaerawan pada tanggal 22 Juli 2026 telah menunggu 8 jam di IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Yang kemudian pasien tersebut meninggal pada 31 Juli 2026 (Jakarta, CNN Indonesia, 8 Agustus 2026).

Berbagai macam komentar yang muncul terhadap postingan pasien tersebut termasuk dari sejumlah akun yang diduga milik dokter dan nakes yang dinilai sangat tidak menunjukkan empati (nirempati) dan merundung pasien lewat komentar mereka. Komentar mencibir pasien BPJS dari dokter dan nakes menunjukkan sikap nirempati (cacat kepribadian/ syahsiyah Islam). Pasien BPJS menunggu terlalu lama untuk mendapatkan ruang perawatan adalah bukti sistem kesehatan nirempati/rusak dan diskriminatif. 

Hal ini terjadi karena jaminan kesehatan yang seharusnya ditanggung negara secara merata, dalam sistem sekuler kapitalis justru dibebankan kepada pasien. Fasilitas dan kecepatan pelayanan kesehatan tergantung pada kemampuan bayar pasien (objek bisnis).

Adapun kepribadian yang cacat/nirempati lahir dari pola pikir dan pola sikap yang tidak islami. Hal ini menunjukkan sistem pendidikan hari ini gagal membentuk karakter kepribadian Islam. Kapitalisasi sistem kesehatan sekuler kapitalistik jelas merugikan rakyat, melahirkan pelayanan yang nirempati. Karena itu penting adanya perubahan paradigma sistem jaminan kesehatan Islam.

Dalam sistem kesehatan islam, pelayanan kesehatan termasuk kebutuhan dasar rakyat yang harus dijamin oleh negara. Layanan tersebut harus mudah diakses, merata, berkualitas, gratis dan didukung oleh infrastruktur yang memadai. Adapun pembiayaannya diambil dari baitul mal yang dananya bersumber dari pengelolaan harta milik umum. 

Dalam sistem pemerintahan Islam, negara bukan sekedar regulator tapi sebagai raa'in yang wajib memastikan kebutuhan dasar rakyatnya terpenuhi, Seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan dan pendidikkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.: 

"Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya." (HR. Bukhori dan Muslim)

Makna raa'in menegaskan bahwa negara wajib hadir memberikan pelayanan kepada seluruh rakyatnya. Selain sebagai raa'in negara juga berfungsi sebagai junnah (pelindung) yang akan menjaga rakyatnya dari berbagai ancaman. 

Islam juga sangat menghargai penjagaan nyawa manusia. Sebagamana firman Allah Swt. dalam QS. Al Maidah ayat 32 yang maknanya menyelamatkan nyawa satu manusia seakan-akan menyelamatkan seluruh manusia. Ayat ini menunjukkan betapa berharganya setiap kehidupan dan betapa besarnya tanggung jawab negara dalam menjaga nyawa rakyatnya. 

Oleh karena itu hanya dengan penerapan aturan islam secara sempurna, rakyat bisa merasakan berbagai kesejahteraan dalam kehidupannya termasuk dalam bidang kesehatan. 
Wallahu 'alam bish-shawwab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan

Tanah Ribath Media- September 18, 2026 0
‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan
‎ ‎Oleh: Arpah Latifah  ‎(Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— ‎Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) makin memprihatinkan. Dalam…

Most Popular

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

September 13, 2026
Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

September 10, 2026
Klaim Swasembada Bak Pepesan Kosong ketika Harga Naik

Klaim Swasembada Bak Pepesan Kosong ketika Harga Naik

September 12, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

Karhutla Tak Kunjung Usai, Ada yang Salah dalam Tata Kelola Hutan

September 13, 2026
Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

Jalur Mandiri: Ladang Korupsi, Berkedok Prestasi

September 10, 2026
Klaim Swasembada Bak Pepesan Kosong ketika Harga Naik

Klaim Swasembada Bak Pepesan Kosong ketika Harga Naik

September 12, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us