Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Muhasabah Penguasa, Kewajiban dalam Islam
OPINI

Muhasabah Penguasa, Kewajiban dalam Islam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Rini Ummu Aisy
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kondisi negeri ini dinilai masih belum mencerminkan kedaulatan dan kesejahteraan yang diharapkan. Berbagai persoalan terus bermunculan tanpa adanya penyelesaian yang benar-benar memberikan kepuasan, baik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat maupun kebijakan publik.

Aksi demonstrasi kerap menjadi sarana masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, seperti program MBG, kenaikan BBM, tarif listrik, dan persoalan lainnya. Namun demikian, kebijakan yang dipandang sebagai prioritas oleh pemerintah tetap dijalankan tanpa perubahan yang berarti meskipun menuai banyak kritik.

Pada Senin (6-7-2026), sedikitnya dua aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa aksi pertama akan dilaksanakan di kawasan Gambir oleh Aliansi Pemuda Kalimantan bersama beberapa elemen masyarakat pada pukul 13.00 WIB.

Selain itu, aksi demonstrasi lainnya akan digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia bersama sejumlah elemen lainnya (Kompas.com, 6-7-2026).

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin berani menyampaikan kritik, baik melalui aksi langsung maupun lewat media sosial. Sebaliknya, penguasa beserta sebagian pendukungnya sering kali dinilai kurang terbuka terhadap kritik yang disampaikan.

Hubungan antara penguasa dan rakyat saat ini masih lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan kepentingan dan manfaat daripada berlandaskan syariat. Dalam praktiknya, penguasa sering memiliki berbagai cara untuk mempertahankan kebijakan yang dianggap penting demi menjaga kepentingan serta kekuasaan, sekalipun mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.

Sistem politik demokrasi memang memberikan ruang bagi kebebasan berpendapat. Akan tetapi, pada saat yang sama sistem tersebut juga membuka peluang munculnya berbagai kepentingan yang mengatasnamakan rakyat. Dalam pandangan Islam, hubungan antara penguasa dan rakyat semestinya dibangun di atas aturan syariat, bukan berdasarkan kepentingan, manfaat, ataupun demi mempertahankan kekuasaan.

Allah Swt. berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), serta ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya)."
(TQS. An-Nisa: 59)

Berdasarkan syariat Islam, seorang penguasa berkewajiban menerapkan hukum-hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Di sisi lain, rakyat berkewajiban menaati pemimpin selama ia menjalankan syariat Islam. Rakyat juga memiliki hak untuk memberikan masukan dan bermusyawarah dengan penguasa dalam perkara-perkara yang memang menjadi ruang syura menurut syariat.

Selain itu, rakyat memiliki kewajiban melakukan muhasabah terhadap penguasa apabila terjadi kezaliman atau penyimpangan dari syariat. Penguasa terbaik adalah mereka yang melindungi dan mengurus urusan rakyat dengan baik, sedangkan rakyat terbaik ialah mereka yang senantiasa memberikan nasihat, mendoakan, dan mengingatkan pemimpinnya. Sebab, baik pemimpin maupun rakyat kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh amanahnya di hadapan Allah Swt.

Allah Swt. juga berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (TQS. An-Nisa: 58)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya dengan-Nya adalah pemimpin yang adil. Dan manusia yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari-Nya adalah pemimpin yang zalim." (HR. Tirmidzi no. 1329)
Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us