Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Tren Freestyle Merenggut Nyawa, Saatnya Islam sebagai Lifestyle Kita
OPINI

Tren Freestyle Merenggut Nyawa, Saatnya Islam sebagai Lifestyle Kita

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Najah Ummu Salamah 
(Komunitas Penulis Peduli Umat)

TanahRibathMedia.Com—Fenomena freestyle baru-baru ini telah merenggut nyawa dua anak usia TK dan SD di Lombok Timur. Dikabarkan mereka meninggal akibat cedera leher setelah menirukan aksi "freestyle" yang sempat viral di media sosial dan game online. Aksi freestyle tersebut diduga terinspirasi oleh sebuah game bernama Garena Free Fire yang menampilkan gerakan ekstrem.

Terkait dengan kasus tersebut, pihak kepolisian, sekolah, dinas pendidikan, psikolog anak hingga KPAI memberi himbauan kepada orangtua agar lebih mengawasi penggunaan HP, media sosial dan tontonan anak-anak supaya kasus serupa tidak terulang kembali (Metrotvnews.com, 6-5-2026).


Anak Butuh Pendampingan

Masa usia anak-anak adalah tahapan yang sangat rentan. Nalar mereka belum sempurna. Mereka juga begitu mudah menirukan segala apa yang mereka lihat dan menarik, tanpa peduli resikonya. Sehingga kehadiran dan pendampingan orangtua sangat penting untuk memberikan arahan kepada anak-anak, mana tontonan yang baik dan buruk serta mana yang boleh ditiru dan mana yang tidak. 

Ketiadaan pendampingan orangtua berakibat sangat fatal. Apalagi banyak orangtua yang sudah memberikan fasilitas HP kepada anak-anak di bawah umur. Hal ini mengakibatkan anak-anak sangat mudah mengakses informasi apapun tanpa batas. Bahkan mereka juga dapat megkonsumsi tayangan yang berpotensi merusak dan berbahaya. Sebagaimana tren Freestyle tersebut.

Selain itu, lingkungan sosial masyarakat juga tidak lagi berfungsi sebagai kontrol dan penjagaan. Masyarakat saat ini membiarkan dan menormalisasi anak-anak nongkrong di warung kopi untuk sekedar bisa menikmati akses wifi gratis. Dengan begitu, mereka dapat menikmati media sosial ataupun game online tanpa pengawasan dari orangtua. Mereka asik bermain sendiri, menyelami dunia maya tanpa paham akibat negatif dan resikonya. Pembatasan usia bagi anak untuk bisa mengakses media online juga belum efektif. Negara juga abai terhadap segala konten yang merusak di media sosial. Akibatnya dampak negatif media sosial semakin nyata, bahkan merenggut nyawa pada anak-anak akibat menirukan tren Freestyle tersebut.

Demikianlah jika kebijakan tayangan media dilandasi sekulerisme dan kapitalisme. Akibatnya tontonan dan tayangan media sebatas demi viral dan cuan. Tidak ada lagi pertimbangan keamanan dan penjagaan generasi dari kerusakan moral dan bahaya yang mengancam nyawa akibat kebebasan konten media.

Islam adalah Lifestyle 

Sebagai lifestyle, Islam memandang anak adalah amanah orangtua. Orangtua berkewajiban mendidik dan menjaganya dari bahaya. Saat anak belum baligh, mereka tidak terkena beban taklif hukum karena belum sempurna akalnya. Oleh karena itu, orangtua memiliki kewajiban mendidik dan mengarahkan kepada kebaikan. Selain itu, Islam melihat anak-anak sebagai generasi penerus peradaban. Untuk itu anak-anak perlu disiapkan dengan pendidikan yang mengantarkan pada pembentukan kepribadian Islam.

Dalam Islam, tanggung jawab mendidik generasi berada pada tiga pilar utama yang bersinergi mewujudkannya. Pertama, orangtua berperan sebagai sekolah pertama dan utama yang bertugas membangun pondasi aqidah, akhlak dan karakter mulia. Kedua, masyarakat sebagai kontrol sosial dengan amar makruf dan nahi munkar. Dengan kepedulian sosial dan semangat dakwah, masyarakat akan mencegah anak-anak bertindak menyimpang dari syari'at. Sehingga mereka tidak akan menormalisasi anak-anak nongkrong di warung kopi demi wifi.

Ketiga, peran negara juga paling utama sebagai payung pelindung generasi. Negara akan membatasi secara ketat konten-konten yang unfaedah apalagi berbahaya bagi tumbuh kembang generasi. Negara juga akan memperbanyak konten-konten positif dan bernilai edukasi agar mendukung terwujudnya ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi mulia.

Khatimah

Sudah saatnya umat Islam meninggalkan sekulerisme dan kapitalisme sebagai lifestyle. Kerena hal tersebut bertentangan dengan akal dan fitrah manusia. Bahkan sangat berbahaya bagi keselamatan generasi kita. Maka, sudah saatnya umat kembali kepada life style Islam, yaitu menjadikan Islam sebagai jalan hidup. Lalu, umat menerapkan syari'at Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah. Hanya Khilafah yang mempunyai mekanisme rinci penjagaan generasi karena Khilafah adalah payung pelindung generasi hakiki. 
Wallahu 'alam bi showab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us