Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme
OPINI

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ekke Ummu Khoirunnisa
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.483 per dolar AS bukan sekadar persoalan angka di pasar keuangan. Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang masih bergantung pada bahan baku impor. Ketika dolar naik, biaya produksi melonjak, daya beli masyarakat melemah, dan pelaku usaha kecil menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Kondisi ini mendorong Kadin Kabupaten Bandung meminta penguatan produk lokal agar UMKM tetap mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global (Tribun Jabar, 14 juni 2026).

Ajakan mencintai produk lokal tentu baik, namun persoalannya tidak sesederhana meningkatkan konsumsi masyarakat semata. Ada akar masalah yang jauh lebih mendasar, yaitu sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan hari ini. Dalam sistem kapitalisme, gejolak nilai tukar merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Sistem ini menggunakan fiat money atau mata uang kertas yang nilainya sangat bergantung pada mekanisme pasar, kekuatan dolar, serta kepentingan negara-negara pemilik modal besar. Akibatnya, mata uang mudah berfluktuasi dan rakyat kecil menjadi korban ketidakstabilan ekonomi.

Di sisi lain, pasar bebas yang menjadi fondasi kapitalisme membuat produk impor membanjiri pasar domestik. Perusahaan besar dengan modal kuat mampu memproduksi barang murah dalam skala besar lalu memasarkannya ke seluruh dunia. Dalam kondisi seperti ini, UMKM lokal tentu sulit bersaing. Konsumen pun cenderung memilih produk impor yang dianggap lebih murah dan berkualitas dibanding produk dalam negeri.

Ironisnya, negara dalam sistem kapitalisme hanya berperan sebagai regulator yang melayani kepentingan pasar dan pemilik modal. Negara tidak hadir sebagai pelindung nyata bagi UMKM. Kebijakan yang lahir sering kali justru mempermudah arus impor dan mempersempit ruang tumbuh usaha rakyat kecil. Karena itu, persoalan melemahnya rupiah dan matinya UMKM sejatinya bukan masalah teknis semata, melainkan buah dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme itu sendiri.

Islam memiliki solusi mendasar terhadap problem ini. Dalam sistem politik ekonomi Islam, negara hadir sebagai pengurus dan pelindung rakyat, termasuk para pelaku usaha kecil dan menengah. 

Pertama, Islam menetapkan basis mata uang berbasis emas dan perak yang memiliki nilai intrinsik sehingga tidak mudah terguncang oleh permainan pasar dan spekulasi global. Dengan sistem mata uang yang stabil, gejolak kurs dapat diminimalisir dan ekonomi rakyat lebih terlindungi.

Kedua, perdagangan luar negeri berada dalam kontrol penuh negara. Negara tidak akan membiarkan barang impor masuk secara bebas hingga menghancurkan industri dan produk lokal. Kebijakan perdagangan dijalankan untuk menjaga kedaulatan ekonomi dan melindungi pelaku usaha dalam negeri.

Ketiga, negara menciptakan iklim pasar yang sehat dan adil. Praktik monopoli, penimbunan, kartel, dan persaingan curang akan dicegah sehingga para pengusaha dapat bersaing secara sehat dalam memasarkan produknya.

Keempat, negara akan membangun ketahanan ekonomi para pelaku usaha dengan menyediakan sarana, prasarana, serta dukungan yang dibutuhkan agar mampu berkembang bahkan menembus pasar ekspor.

Semua itu hanya bisa terwujud melalui penerapan sistem Islam secara kafah dalam institusi negara yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh. Sebab Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga sistem kehidupan yang mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh manusia.
Wallahu'alam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us