Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Pojok Redaktur KRL, Day Care, dan Nuansa Kapitalisasi Perempuan
Pojok Redaktur

KRL, Day Care, dan Nuansa Kapitalisasi Perempuan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
08 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Sungguh sangat menyayat hati. Tragedi KRL yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata 16 korbannya adalah perempuan. Kemudian kasus Day Care Little Aresha, di Yogyakarta, ada 53 lebih bayi dan balita  teraniaya dengan diikat tangan dan kakinya. 

Jika kita renungkan sejenak baik korban kecelakaan KRL maupun kasus day care ini sepertinya erat kaitannya dengan perempuan. Mengapa demikian? Disadari atau tidak, mereka yang kebetulan menjadi korban adalah para pekerja perempuan. Meskipun hal itu tidak bisa digeneralisir. Karena ditemukan juga perempuan lansia di sana. Namun, ada hal menarik yang perlu diulas, yakni perempuan harus pergi keluar rumah, meninggalkan suami, anak dan tanggung jawabnya yang lain. 

Demikian halnya kasus day care. Bayi-bayi itu tidak hanya diikat dengan menggunakan bedong atau tali. Namun, mereka juga terikat oleh sebuah sistem. Sistem buatan manusia yang lemah dan terbatas yakni sekuler kapitalisme. Sebuah aturan yang memisahkan agama dari aktivitas kehidupan. Perbuatan yang seharusnya terikat oleh aturan-aturan kini terpisah atau berdiri sendiri. Tidak berkaitan satu dengan yang lain. Agama hanya dipakai dalam ranah pribadi.

Para orang tua, dalam hal ini adalah ibu, yang seharusnya menjaga, melindungi, dan mendidik anak-anaknya (day care terbaik) tak tergantikan oleh apa pun dan siapa pun, kini harus meninggalkan peran mulia itu untuk terjun mengais pundi-pundi rupiah. 

Sungguh, bukan sepenuhnya salah perempuan. Mereka dipaksa oleh keadaan. Mereka terjebak oleh sebuah sistem (aturan) yang sama sekali tidak ramah terhadap nasib perempuan. Mungkin di antara mereka ada yang single parent atau karena tuntutan ekonomi (gaji suami tidak mencukupi/ suami korban PHK dll). Sehingga tidak ada pilihan kecuali harus berjuang dengan segenap kemampuan agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, alih-alih mengurusi rakyat, kebijakan penguasa hari ini justru semakin menyengsarakan rakyat dan terkesan ugal-ugalan, represif dan anti kritik. 

Di sini lah urgensi dakwah, mengedukasi umat agar mereka menyadari bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Memiliki seperangkat aturan kehidupan. Termasuk melindungi dan menjaga kehormatan perempuan. 
Tidak seperti kapitalisme yang menjadikan perempuan sebagai komoditas yang bisa diperjualbelikan serta mengeksploitasinya atas nama pemberdayaan dan kesetaraan gender. 
Wallahu a'lam.[]  Nur Salamah
Via Pojok Redaktur
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us