Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat
OPINI

Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
08 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Salma Rafida
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Perayaan Idulfitri yang semestinya menjadi momentum kemenangan dan kebahagiaan, justru berubah menjadi potret duka mendalam bagi warga di Gaza Strip. Namun, di tengah puing-puing bangunan dan keterbatasan hidup, gema takbir tetap berkumandang, menjadi simbol keteguhan iman di tengah himpitan krisis kemanusiaan.

Dilansir dari MINA News (21-3-2026), Puluhan ribu warga Palestina melaksanakan salat Idul Fitri di seluruh Jalur Gaza pada Jumat 20 Maret pagi, berkumpul di dekat reruntuhan masjid yang hancur dan di area terbuka dekat kamp-kamp pengungsian. Lantunan takbir “Allahu Akbar” bergema di seluruh Gaza yang porak-poranda, meninggi di atas kehancuran besar akibat agresi Israel.

Warga Gaza merayakan Idulfitri dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Rumah-rumah hancur, fasilitas umum lumpuh, dan ribuan warga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat. Bahkan, dalam kondisi serba terbatas tersebut, mereka tetap berusaha menjalankan syariat dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Lebih lanjut, dilansir dari Hebron MINA, (21-3-2026), Pasukan penjajah Israel pada Jumat 20 Maret memperketat pembatasan warga Muslim Palestina ke Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, demikian laporan kantor berita Palestina WAFA.

Sumber-sumber setempat mengatakan, pasukan penjajah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di sekitar masjid dan mencegah ribuan jamaah Palestina memasuki masjid untuk melaksanakan salat Idulfitri.

Di hari kemenangan muslimin, tidak sedikit keluarga yang harus merayakan Idulfitri tanpa anggota keluarga yang telah menjadi korban konflik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penderitaan di Gaza bukanlah peristiwa sesaat, melainkan krisis berkepanjangan yang terus menggerus kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, perhatian dunia internasional tampak terpecah. Ketika ketegangan geopolitik meningkat, termasuk konflik yang melibatkan Iran serta aliansi Amerika Serikat dan Israel, isu kemanusiaan di Gaza justru semakin tersisih. Kepentingan politik dan dominasi kekuasaan tampak lebih diutamakan dibandingkan penyelesaian konflik yang menyentuh aspek kemanusiaan.

Ironisnya, sebagian negara di kawasan Teluk Arab justru menunjukkan sikap yang tidak sepenuhnya berpihak pada perjuangan Palestina. Alih-alih menjadi pelindung umat, dinamika politik yang terjadi menunjukkan adanya kecenderungan kompromi dengan kekuatan global, yang pada akhirnya semakin menjauhkan harapan kemerdekaan bagi Palestina.

Padahal, dalam perspektif Islam, penderitaan satu bagian umat merupakan penderitaan bersama. Nilai ukhuwah Islamiyah menuntut adanya kepedulian kolektif, bukan sekadar empati simbolik. Idulfitri seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan dan tanggung jawab terhadap sesama Muslim.

Bahkan, Islam telah meletakkan fondasi persatuan yang kokoh, yaitu akidah. Persatuan inilah yang seharusnya menjadi kekuatan utama dalam menghadapi segala bentuk penindasan. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Fathir ayat 29 yang artinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi."

Ayat ini menunjukkan bahwa keterikatan umat dengan Al-Qur’an akan melahirkan kekuatan ruhiyah sekaligus sosial. Dari sinilah akan tumbuh kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk saling menolong tanpa sekat.

Selain itu, Islam juga memerintahkan umatnya untuk memiliki ketegasan dalam menghadapi kezaliman. Allah Swt. berfirman dalam QS At-Taubah ayat 123:

"Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitarmu, dan hendaklah mereka merasakan ketegasan darimu..."

Perintah tersebut menegaskan pentingnya kekuatan kolektif umat dalam membela kaum tertindas. Jihad tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga mencakup persatuan sikap, dukungan nyata, serta keberpihakan yang jelas terhadap keadilan. Lebih jauh, persatuan umat tidak akan terwujud tanpa adanya kepemimpinan yang mampu menyatukan barisan kaum Muslimin. 

Fakta hari ini menunjukkan, bahwa dunia Islam berjalan sendiri-sendiri, sehingga mudah dipecah dan dilemahkan. Akibatnya, tragedi seperti yang terjadi di Gaza terus berulang tanpa penyelesaian yang tuntas.

Idulfitri di Gaza menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati umat Islam belum sepenuhnya terwujud. Di tengah gema takbir yang berkumandang, masih ada luka yang belum terobati dan kezaliman yang belum terhentikan.

Sudah saatnya kaum Muslimin tidak hanya berempati, tetapi juga berbenah. Persatuan umat harus diwujudkan sebagai kekuatan nyata yang mampu melindungi dan membela setiap bagian dari kaum Muslimin. Sebab, hanya dengan persatuan yang kokoh di atas ajaran Islam, pertolongan Allah akan datang dan kemenangan yang hakiki dapat diraih.

Wallahu a’lam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat

Tanah Ribath Media- April 08, 2026 0
Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat
Oleh: Salma Rafida (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Perayaan Idulfitri yang semestinya menjadi momentum kemenangan dan kebahagiaa…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Maret 13, 2026
Digitalisasi, Potensi Generasi Menjadi Budak Korporasi Semakin Nyata

Digitalisasi, Potensi Generasi Menjadi Budak Korporasi Semakin Nyata

Desember 27, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Maret 13, 2026
Digitalisasi, Potensi Generasi Menjadi Budak Korporasi Semakin Nyata

Digitalisasi, Potensi Generasi Menjadi Budak Korporasi Semakin Nyata

Desember 27, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us