Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Ketika Pelajar menjadi Pengedar Sabu, Inikah Potret Sistem Sekuler-Kapitalis Menjaga Generasi?
OPINI

Ketika Pelajar menjadi Pengedar Sabu, Inikah Potret Sistem Sekuler-Kapitalis Menjaga Generasi?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Riska Adeliana, S. Hum
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Sungguh miris, anak yang dibesarkan, disekolahkan dan diajarkan Al-Qur'an kini malah mereka terseret dalam lingkaran kejahatan yang merusak masa depan mereka. Generasi muda yang seharusnya menjadi garda terdepan yang akan memajukan bangsa ini, hari ini malah terjerat kasus peredaran Sabu. Hal ini jelas menjadi bukti nyata bertapa seriusnya persoalan ini. 

Kasat Resnarkoba AKP Jahyani Sibawaih mengatakan, Dua warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial SH (26) dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan Sabu yang disembunyikan didalam tanah di samping rumah. Sementara bandar alias pemasok barang haram tersebut masih diburu. Terduga pengedar SH tidak bekerja, dan KF yang masih berstatus pelajar (https.www detik.com, 02-04-2026).

Selain itu, di Kendari di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Tim opsional Satuan Reserse Narkoba Polresta juga menangkap seorang pelajar berinisial HS (19) tahun dengan puluhan paket sabu yang tersebar di berbagai lokasi (Suarasultra.com, 31-03-2026).

Semua ini bukan sekedar kasus kriminal biasa. Ini adalah kasus di mana memberikan peringatan keras bagi semua pihak baik orang tua, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah dan terutama negara dalam meri'ayah  umat.

Pelajar adalah agent of change. Di tangannya lah letak perubahan. Seperti pepatah Bung Karno " Beri aku sepuluh pemuda, akan ku goncangkan dunia". Perkataan yang penuh makna. Yang memiliki arti bahwa pemuda memiliki peran besar dalam kemajuan bangsa dan negara. Pelajar yang seharusnya fokus menuntut ilmu dan membangun masa depan, justru terjebak dalam lingkaran gelap pengedaran sabu. Apakah ini terjadi begitu saja? Sebenarnya apa yang menyebabkan sampai pelajar bisa terjerat kasus pengedar Sabu?

Kalau kita lihat dan cermati, sebenarnya akar permasalahannya adalah ketika kehidupan kita tidak diatur oleh sistem Islam dan malah diatur oleh sistem Sekuler Kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan. Wajar semua ini terjadi. Karena ketika agama tidak dipakai untuk mengatur kehidupan, sedangkan seorang pelajar yang dididik tanpa landasan akidah Islam mereka akan sulit mengendalikan diri dan akan sulit menilai apakah ini boleh dan apakah ini diharamkan, itu akan terjawab ketika mereka memahami Islam. Tetapi karena mereka sejak lahir dididik oleh sistem Kapitalis Sekuler yang memandang kebahagian adalah dengan mencapai manfaat sebesar-besarnya, maka wajar hasil didikannya adalah mereka menghalalkan semua cara, asalkan mereka bahagian. Akibatnya generasi muda tumbuh tanpa landasan spiritual yang kuat. Mereka kehilangan landasan yang kokoh, sehingga mereka mudah tergoda oleh kenikmatan sesaat.

Di sinilah gagalnya sistem Sekuler dalam menjaga akal dan moral generasi. Sabu yang jelas-jelas merusak akan, justru dengan mudah beredar di tengah masyarakat. 

Islam Solusi Tuntas 

Dalam pandangan Islam, menjaga akal adalah salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah). Namun dalam sistem saat ini, nilai tersebut tidak menjadi prioritas utama. Selain itu, lemahnya sistem pendidikan turut mempeparah keadaan generasi hari ini. Pendidikan hari ini lebih berorientasi pada aspek akademik dan materi, tetapi minim dalam pembentukan karakter dan kepribadian Islam.

Nilai-nilai moral dan agama sering kali hanya menjadi perlengkap, bukan fondasi utama. Wajar, sehingga pelajar mudah kehilangan jati diri dan rentan terjerumus dalam pergaulan yang salah. 

Selain itu, dibidang hukum. Hukum yang diterapkan tumpul keatas tajam kebawah, bukan hukum yang mampu memberikan efek jera yang maksimal. Karena faktanya nyata, peredaran sabu/narkoba masih terus terjadi, bahkan parahnya melibatkan pelajar. Ini menunjukkan sanksi yang ada belum cukup tegas dan belum mampu untuk mengatasi peredaran Sabu. Jadi wajar generasi muda akan semakin rusak. Oleh karena itu butuh solusi tuntas dan konfrehensif, antara lain:

1. Sistem pendidikan Islam harus diterapkan secara menyeluruh. Artinya pendidikan dalam Islam bukan hanya mencetak individu yang cerdas secara intelektual. Tetapi juga membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa. Sehingga mereka memiliki benteng diri yang kokoh untuk menolak segala bentuk kemaksiatan, termasuk peredaran Sabu.

2. Peran keluarga. Keluarga sangat penting dalam membentuk generasi. Orang tua harus menanamkan akidah Islam sejak dini. Seperti pendidikan akidah, ibadah, dan akhlak harus menjadi hal yang utama. Selain itu orang tua harus menjadi teladan yang baik dalam melakukan setiap aktivitas dalam kehidupan. Karena anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat. 

3. Peran masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan mendukung seseorang untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik dan mental. Masyarakat harus aktif dalam melakukan perbuatan yang baik dan mencegah dari perbuatan yang buruk. Karena dengan itu perbuatan maksiat apapun itu akan tercegah, karena berpengaruh kuat dalam menciptakan kontrol sosial yang kuat ditengah-tengah masyarakat. 

4. Peran Negara. Negara harus memberlakukan hukuman tegas yang akan memberikan efek jera. Dalam Islam setiap perbuatan yang melanggar hukum syarak ada hukum yang tegas dan jelas memberikan efek jera dan diperlihatkan ke tenggah masyarakat umum. Sehingga seseorang tidak akan mampu untuk berbuat kriminal. 

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem yang benar-benar mampu menyelesaikan problematika kehidupan kita hari ini, yaitu sistem Islam. Karena agama Islam di turunkan oleh Allah beserta aturan untuk mengatur kehidupan, mulai dari bangun tidur sampai bangun negara diatur dalam Islam. Wallahu a'lam bish sawwab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us