Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda POJOK REDAKTUR Tarawih: Bukan Siapa yang Datang, Tapi Siapa yang Tidak Pergi
POJOK REDAKTUR

Tarawih: Bukan Siapa yang Datang, Tapi Siapa yang Tidak Pergi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Ia bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender Hijriah, melainkan momentum spiritual yang membawa suasana berbeda dalam kehidupan. Di bulan inilah pintu rahmat dibuka lebar, pahala dilipatgandakan, dan hati manusia lebih mudah tersentuh untuk kembali mendekat kepada Allah Swt.

Keistimewaan Ramadan tidak hanya terletak pada puasanya di siang hari, tetapi juga pada kehidupan malamnya. Malam-malam Ramadan memiliki nilai yang sangat agung, di dalamnya terdapat kesempatan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.

Dalam Islam, malam Ramadan dianjurkan untuk diisi dengan berbagai ibadah sunnah, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan melaksanakan qiyamul lail. Di antara ibadah malam yang paling khas dan paling terlihat dalam kehidupan masyarakat adalah salat sunnah tarawih. Salat ini menjadi simbol semangat dalam bulan Ramadan, karena hampir setiap masjid dan musala penuhi sesak oleh para jamaah yang ingin meraih keberkahan malam di bulan Ramadan.

Tarawih bukan sekadar sholat sunnah biasa semata, ia adalah latihan kesungguhan, kesabaran, dan keistikamahan. Setiap rakaatnya bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk mendekat kepada Allah. Oleh karena itu, makna Tarawih sebenarnya tidak terletak pada seberapa cepat seseorang memulainya, melainkan pada seberapa kuat ia mampu menjaganya hingga akhir Ramadan.

Di sinilah muncul sebuah realitas yang sering kita saksikan setiap tahun masjid dan mushola penuh di awal hingga pertengahan bulan Ramadhan, namun perlahan menjadi sepi menjelang akhir, bahkan hanya tersisa para orang tua. 

Fenomena ini bukan sekadar persoalan jumlah jamaah, melainkan cerminan kondisi spiritual umat saat ini. Semangat di awal Ramadhan seringkali dipengaruhi oleh suasana semata, lingkungan, dan dorongan emosional sesaat. Namun ketika hari-hari berlalu, rasa lelah, kesibukan dunia, dan godaan kenyamanan perlahan mengikis konsistensi yang mulai terbentuk. Padahal, dalam ajaran Islam, ukuran keimanan bukan hanya terletak pada kuatnya permulaan, tetapi pada kemampuan untuk tetap bertahan hingga akhir.

Rasulullah saw. telah memberikan prinsip yang sangat jelas dalam menjaga istikamah. Beliau bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit. Hadits ini mengajarkan bahwa keberlanjutan lebih bernilai daripada semangat di awal semata, namun akhirnya akan di tinggalkan. Tarawih bukanlah perlombaan siapa yang paling rajin di awal, melainkan latihan kesabaran untuk menjaga komitmen ibadah sepanjang Ramadhan dan besar harapan akan terus berlanjut menjadi kebiasaan setelahnya.

Salah satu cara agar mampu istikamah adalah dengan meluruskan niat sejak awal, bahwa setiap langkah menuju masjid bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari perjalanan menuju rida Allah. Selain itu, menjaga lingkungan yang mendukung juga sangat penting. Ketika seseorang memiliki teman, keluarga, atau komunitas yang saling mengingatkan, maka semangat ibadah akan lebih mudah terjaga hingga akhir.

Peran generasi muda juga menjadi kunci dalam menghidupkan masjid dan musala. Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi para remaja untuk kembali merasakan kedekatan dengan rumah Allah. Masjid tidak boleh hanya dipenuhi oleh mereka yang telah lanjut usia, tetapi juga harus menjadi ruang hidup bagi anak-anak muda untuk belajar, beribadah, dan membangun karakter. Kegiatan-kegiatan positif seperti kajian, tadarus bersama, dan program sosial dapat menjadi sarana untuk menarik mereka agar merasa memiliki dan mencintai masjid.

Ramadan sejatinya adalah madrasah keistikamahan. Ia mendidik umat Islam untuk tidak hanya semangat di awal, tetapi juga kuat di akhir. Sebab keberhasilan Ramadan bukan diukur dari ramainya saf di malam pertama, melainkan dari hati-hati yang tetap setia berdiri di malam-malam terakhir. Maka, marilah kita menjadikan tarawih bukan sekadar tradisi musiman, tetapi sebagai latihan kesetiaan kepada Allah. Ajaklah keluarga, sahabat, dan para remaja untuk bersama-sama menghidupkan masjid, menjaga saf tetap terisi, dan menjadikan Ramadan sebagai titik balik perubahan diri.

Karena pada akhirnya, Ramadan akan pergi dan yang tersisa bukanlah catatan siapa yang paling cepat datang, melainkan siapa yang mampu bertahan hingga akhir. Yassarallaahu umuuranaa.[] Rianti Budi Anggara
Via POJOK REDAKTUR
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us