Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global
OPINI

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
03 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Lela Susanti 
(Pemerhati Sosial)

TanahRibathMedia.Com—Dunia hari ini seolah sedang berjalan di atas titian yang rapuh, di mana setiap derap langkah hanya menyisakan jejak problematika dan ketidakpastian. Kita menyaksikan sebuah peradaban besar yang dibangun di atas fondasi materi, tetapi kering akan nilai-nilai ketuhanan. Sejarah telah mencatat bahwa kejayaan suatu bangsa bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau kekuatan militer, tetapi dari sejauh mana keadilan ditegakkan dan martabat manusia dijunjung tinggi. 

Namun sayang, kenyataan yang tersaji di depan mata justru menunjukkan sebaliknya. Dunia sedang merintih dalam dekapan sistem yang rakus, yang menukar ketenangan jiwa dengan ambisi yang tak bertepi, menyisakan sebuah ruang hampa yang rindu akan hadirnya sang pembawa kedamaian hakiki.

Wajah Retak Dunia di Bawah Hegemoni Kapitalisme
 
Tatanan dunia di bawah kepemimpinan sistem kapitalisme global yang dikendalikan oleh Amerika Serikat (AS) kian hari kian menampakkan kebobrokannya. Sebagai negara adidaya, AS tidak hanya memegang kendali ekonomi, tetapi juga memaksakan ideologi yang membuat umat Islam terjajah, lemah, menderita, dan semakin sekuler. Umat sengaja dijauhkan dari agamanya, bahkan diadu domba serta dibungkam dengan aturan yang tidak berbobot (Kompas.com, 9 Januari 2026).

Krisis multidimensi menjadi wajah asli kapitalisme. Mulai dari krisis ekonomi yang memperlebar jurang kemiskinan, krisis moral yang menggerus nilai kemanusiaan, hingga krisis politik yang menampakkan kerakusan kekuasaan. AS semakin menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan membabi buta dan ancaman ke berbagai negara, termasuk Venezuela. Penjajahan gaya baru melalui aneksasi dan penguasaan sumber daya alam dilakukan tanpa memedulikan hukum internasional maupun kecaman dunia.

Jerat Sekularisme, Ketika Manusia Kehilangan Jati Diri

Di bawah naungan kapitalisme sekuler, hak-hak dasar manusia hanya menjadi komoditas berita, sementara kritik dianggap sebagai ancaman menakutkan bagi penguasa. Ideologi ini telah merusak sendi-sendi kehidupan umat Islam, mulai dari akidah, muamalah, hingga pendidikan. Akibatnya, rakyat terjebak dalam ilusi kepemimpinan yang seolah melayani, padahal nyatanya membiarkan penindasan terjadi secara halus maupun terang-terangan.

Ketimpangan ini bukan sekadar kegagalan personal pemimpin, tetapi kerusakan sistemis. Kapitalisme yang lahir dari rahim sekularisme secara alami akan melahirkan kebijakan yang memihak pemilik modal, bukan rakyat pada umumnya. Selama standar kebahagiaan hanya diukur dari materi, maka eksploitasi manusia atas manusia lainnya akan terus berlangsung. Dunia saat ini sedang berada dalam titik nadir, merintih di bawah beban ketidakadilan yang diciptakan oleh tangan-tangan manusia yang merasa berhak membuat hukum sendiri.

Kembali ke Fitrah Kepemimpinan

Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi seluruh kaum muslim untuk kembali pada penerapan mabda (ideologi) Islam. Inilah satu-satunya jalan kebangkitan untuk membebaskan dunia dari hegemoni kapitalisme. Kebangkitan Islam bukan hanya misi penyelamatan bagi muslim, tetapi juga rahmat bagi seluruh alam yang akan melindungi manusia dari kezaliman, kemungkaran, dan kerusakan lingkungan.

Kedamaian hakiki tidak akan terwujud hanya dengan kehadiran sosok pemimpin yang hebat secara pribadi. Sehebat apa pun seorang penguasa, jika ia tidak menjalankan hukum Allah Swt., maka hakikatnya ia akan berlaku zalim. Kepemimpinan harus berpijak pada pilar keimanan dan ketakwaan, di mana hukum yang diterapkan berasal dari Zat yang Maha Adil. Hanya dengan sistem hukum-Nya, keadilan tidak akan lagi menjadi barang mewah yang diperjualbelikan.

Sudah saatnya kaum muslim bangkit dengan menyamakan pemikiran yang cemerlang (al-fikru al-mustanir). Dengan kesadaran sistemis dan ideologis ini, kepemimpinan akan kembali ke tangan umat, membawa dunia keluar dari kegelapan kapitalisme menuju cahaya Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Wallahualam bisshawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us