Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Menjadi Ibu Generasi Ideologis
SP

Menjadi Ibu Generasi Ideologis

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
12 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Menjadi seorang Ibu bukanlah perkara yang mudah. Ibu yang luar biasa adalah ibu yang mempersembahkan hidupnya untuk menjadi ibu generasi. Bukan hanya mendidik anak yang dilahirkannya, namun juga punya cita-cita dan harapan dengan berupaya melahirkan generasi muslim, generasi khoiru ummah. Saat ini, kita butuh para ibu luar biasa sebagai pendidik generasi peradaban.

Idelanya, peran ibu generasi adalah mampu mencetak generasi penakluk yang tidak takut apapun dan siapapun kecuali kepada Allah, generasi visioner yang mampu membawanya ke surga. Dalam upaya menyiapkan generasi ideologis, ia tidak meninggalkan kewajiban berdakwah yang didasari oleh kesadaran politik. dengan kesaran politik yang tinggi, seorang ibu mampu memberi nyawa dan menghiasi perannya sebagai ibu dengan cita-cita besar memimpin umat.

Asma’ binti Abu Bakar merupakan salah satu contoh keberhasilan seorang ibu yang mendidik generasi terdahulu yaitu Abdullah bin Zubair. Asma’ dikenal dengan wanita shaliha, pemberani, dan sangat teguh dalam keimanannya. Hidup sederhana dan mandiri, membantu suaminya dengan penuh kesabaran. Sehingga keteladan Asma’ membuat Abdullah juga memiliki sikap pemberani, teguh dalam prinsip dan taat kepada Allah. Saat pasukan Umayyah mengepung Makkah, Abdullah bin Zubair meminta nasihat kepada ibunya. Asma’ binti Abu Bakar berkata agar ia tetap teguh di atas kebenaran dan tidak menyerah pada kebatilan, meskipun harus mati.
Begitulah idealnya menjadi seorang ibu, mampu mendidik anak pemberani dan hanya takut kepada Allah. Menjadikan anak berperan dan bermanfaat bagi umat.

Serangan pemikiran dan budaya sekuler (kesetaraan gender, HAM, moderasi beragama) sangat merusak lingkungan. Menambah berat peran ibu dalam mendidik generasi. Didukung dengan serangan dunia digital, memberikan dampak besar dalam membentuk karakter generasi. Dimana semua yang terlihat kesenangan-kesenangan semu, menginginkan sesuatu dengan instan. Tentu saja sikap ini membahayakan generasi karena akan  mematikan karakter pejuang, keberanian dan ketangguhan. Fenomena ini membuat para ibu ‘babak belur’ dalam mendidik generasi. 

Selain serangan pemikiran, budaya dan dunia digital, dalam sistem sekuler juga menerapkan sistem ekonomi kapitalisme dimana negara tidak mengurusi ekonomi rakyat, sehingga setiap individu harus menopang biaya hidup sendiri. Tidak jarang para ibu juga menjalankan peran mencari nafkah keluarga. Jika ibu juga ikut bekerja memenuhi kebutuhan hidup, lalu bagaimana dengan tanggungjawabnya mendidik generasi?

Inilah tantangan bagi ibu pendidik generasi ideologis. Butuh sistem kehidupan yang mendukung dalam membentuk generasi penakluk, yaitu sistem kehidupan islam.

Bagi ibu pendidik generasi harus menanamkan visi pendidikan bagi anak-anaknya sebagai hamba Allah Swt., pemimpin di muka bumi, dan sebagai generasi khoiru ummah. Tentu dengan menjadi teladan bagi mereka. Jika menginginkan anak-anak yang shalih/shaliha maka ibu juga harus shaliha. Begitu juga Ketika menginginkan anak yang tangguh, ibu juga harus tangguh dalam kondisi apapun, meskipun berat menghadapi kenyataan hidup dalam sistem sekuler. 

Peran penting lainya yaitu harus berupaya mengubah sistem kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak dengan sistem yang shahih dan menyejahterakan, tidak lain hanyalah Islam. Dengan aktif mengkaji ilmu islam kaffah, bergabung dengan kutklah yang shahih, dan mendakwahkan Islam kepada masyarakat.

Allahu a’lam.

Reni Susanti, S.A.P
(Muslimah Riau)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us