Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Guru, Penjaga Peradaban yang Kian Terdesak
OPINI

Guru, Penjaga Peradaban yang Kian Terdesak

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
12 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Rahmayanti, S.Pd
(Sahabat Tanah Ribath Generasi)

TanahRibathMedia.Com—Guru sejatinya adalah tulang punggung peradaban. Dari tangannyalah lahir pemimpin, ilmuwan, dokter, ulama dan generasi penerus bangsa lainnya. Namun ironisnya, di Indonesia peran guru justru semakin kurang serius diperhatikan. Di tengah jargon “pendidikan adalah investasi masa depan”, tetapi realitasnya di lapangan menunjukan bahwa guru sering diposisikan sekadar pelaksana kurikulum, bukan penjaga arah peradaban bangsa. Serta banyak guru terutama yang honorer yang harus berjibaku dengan keterbatasan ekonomi, bahkan demi sekedar memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi ini perlahan menggerus wibawa guru di mata masyarakat.

Lebih jauh, wibawa guru di masyarakat perlahan menurun. Guru tidak jarang diposisikan sebagai pihak yang selalu disalahkan ketika terjadi persoalan pendidikan, sementara nilai dan adab serta penghormatan terhadap pendidikan semakin rapuh dan luntur. Pendidikan akhirnya kehilangan ruh, berubah menjadi proses yang miskin nilai.

Kabupaten Paser kembali mencatat prestasi nasional pada peringatan HUT ke- 80 PGRI, Mahakam Square, Sabtu (29/11/2025). Bupati Paser, Fahmi Fadli, meraih penghargaan bergengsi Dwija Praja Nugraha. Kemendikdasmen menyerahkan penghargaan tersebut kepada 20 kepala daerah karena berdedikasi dan kometmen terhadap kemajuan pendidikan. Pencapaian ini  menjadi sorotan bagi Kalimantan Timur Karena hanya Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau yang berhasil meraih penghargaan tersebut (Berandapost.com, 30 November 2025).

Perolehan penghargaan itu tidak lepas dari kebijakan dan program-program yang dijalankan Pemkab Paser sebagai bukti kometmen  terhadap perbaikan kualitas pendidikan. Diantaranya, kurang lebih 1.400 guru honorer di Paser diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui 3 tahap. sedangkan kometmen Pemkab Berau dalam membangun pendidikan menjadi penilaian utama, mulai mempertahankan tenaga guru honorer, peningkatan tunjangan honor guru, digitalisasi pendidikan, sekolah ramah anak, program beasisiwa, hingga 20 persen dari APBN untuk bidang pendidikan.

Di dalam penilaian dalam penghargaan Dwija Praja Nugraha dinyatakan telah melalui tahap penilaian yang ketat dari PB PGRI dengan 16 dimensi penilaian. Yang menjadi pertanyaan sekarang haruskah ada ajang penghargan seperti ini sedangkan kita  menyadari di saat ini begitu banyak permasalahan di bagian pendidikan, karena kalau dilihat secara real di lapangan faktanya banyak yang belum terjamah seperti keadaan guru yang belum sejahtera, faslitas pendidikan yang belum merata terutama di daerah-daerah terpencil, ketersediaan tenaga  pengajar yang terkadang ada satu sekolah terlampau penuh namun, di bagian sekolah yang lain minim pengajar, belum lagi polemik pembayaran gaji guru honorer non database. Selain itu fakta peran guru jika dilihat dalam mendidik generasi masih belum tercapai banyak siswa yang outputnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, belum lagi permasalahan pergaulan bebas, kenakalan remaja, siswa yang tidak serius dalam menuntut ilmu, termasuk juga kualitas pendidikan dan kualitas SDM.
Persoalan lainnya perbedaan perlakuan /kasta antar guru di Pemprov dan Pemkab serta pusat. Di dalam sistem kapitalisme guru hanya dianggap sebagai pekerja, bahkan lebih murah/ tidak bergengsi dibandingkan dengan pekerjaan lain. Profesi guru dianggap tidak penting karena pendidikan pun tidak menjadi fokus utama pemerintah. Karena dianggap kurang penting akhirnya banyak dari generasi muda yang enggan bercita-cita menjadi guru, karena dianggap pekerjaannya susah dan gaji yang rendah. Seharusnya di sinilah peran negara dalam  mengatasi persoalan seperti ini agar bisa diurai benang kusutnya.

Di dalam Islam pendidikan adalah bagian dari hak rakyat dan yang melayaninya adalah negara yang bersifat komunal sehingga negara akan berusaha memenuhinya. Termasuk kualitas dan kesejahteraan para guru. Negara bertanggung jawab untuk mendirikan dan memberikan fasilitas yang lengkap dibidang pendidikan baik di pekotaan ataupun dibagian daerah terpencil agar terjadi pemerataan dan menghindari terjadi kesenjangan sosial. Di dalam Islam keberadaan guru sangat dimuliakan sebagai pembimbing kehidupan dan pewaris ilmu para nabi. Memegang tanggung jawab mulia dalam menyebarkan kebaikan dan mendekatkan umat kepada Allah. Bagi umat Islam pendidikan bukan hanya sebatas transfer pengetahuan semata, akan tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan keperibadian pola pikir yang sesuai dengan ajaran Islam yaitu Al Quran dan Hadis. Islam menekankan pentingnya pendidikan sebagaimana sabda Rasulullah saw.: 

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap mulslim,” (HR. Ibnu Majah). 

Jadi peran guru sangatlah peting dalam pembentukan karakter para anak didiknya. Di zaman Khalifah Umar ibn Khattab ra, beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan dengan memberikan gaji bagi setiap pengajar sebanyak 15 dinar setiap bulannya, kalau 1 dinar disetarakan dengan rupiah maka akan didapatkan sekitar 2.258.000, artinya pada masa Khalifah Umar gaji guru mencapai 33.870.000 setiap bulannya. adapun di masa Daulah Abbasiyah kesejahteraan guru sangat diperhatikan, mereka diberikan gaji bisa dibilang sangat besar dibandingkan dengan gaji guru saat ini. Kalau dikonversikan ke rupiah mencapai 9 sampai 18 miliar pertahun artinya guru mendapatkan gaji sekitar 750 juta hingga 1,5 m setiap bulannya, sungguh keadaan yang luar biasa.  

Demikianlah, peran guru dalam Islam sangat dimuliakan, karena peran negara yang begitu besar perhatiannya terhadap masalah pendidikan, terbukti mendidik generasi beridentitas Islam, banyak lembar sejarah mencatat dan menjadi saksi betapa Islam melahirkan generasi unggul disetiap peradabannya dengan mengutamakan pendidikan. 

Wallahu a’lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us