Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI HIV di Batam Terus Naik, Alarm bagi Kota Industri
OPINI

HIV di Batam Terus Naik, Alarm bagi Kota Industri

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
04 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Di balik kilau gedung industri dan lalu lintas manusia yang tak pernah berhenti, Batam sedang menghadapi persoalan kesehatan publik yang serius. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 573 kasus baru HIV, angka yang menandakan bahwa penularan virus ini masih berlangsung aktif di tengah masyarakat (Antaranews.com, 2 Desember 2025).

Kasus-kasus tersebut ditemukan melalui ribuan tes di puskesmas, rumah sakit, dan layanan jemput bola. Setiap angka bukan sekadar statistik, melainkan potret rapuhnya sistem pencegahan, kontrol sosial, dan arah kebijakan yang selama ini ditempuh.

Fakta yang Mengkhawatirkan

Mayoritas kasus HIV di Batam terjadi pada kaum laki-laki usia produktif 25–49 tahun, kelompok yang seharusnya menjadi penopang ekonomi keluarga dan daerah (Antaranews.com,  2 Desember 2025).  Lebih spesifik lagi, Dinas Kesehatan Batam mengungkap bahwa penularan HIV paling dominan disebabkan oleh hubungan seksual berisiko pada kelompok lelaki yang berhubungan dengan lelaki (LSL) (Antaranews.com, 1 Oktober 2024).

Fakta ini menunjukkan bahwa HIV di Batam tidak menyebar secara acak, melainkan mengikuti pola perilaku tertentu yang terus berulang dan belum disentuh secara serius dari sisi pencegahan sosial.

Mengapa Kasus Terus Bertambah

Meningkatnya kasus HIV mengindikasikan bahwa akar masalah belum disentuh. Selama ini, pendekatan yang dominan adalah pendekatan medis: tes, obat, dan terapi. Langkah ini penting, tetapi tidak cukup.

Dalam sistem kapitalisme, HIV diposisikan sebagai persoalan kesehatan individual yang harus dikelola, bukan sebagai ancaman sosial yang harus dicegah sejak hulunya. Negara hadir untuk mengobati, namun absen dalam mengatur dan mengarahkan perilaku sosial yang berisiko. Akibatnya, pola hubungan seksual menyimpang terus berlangsung, sementara negara hanya sibuk menangani dampaknya.

Di sinilah muncul paradoks: angka kasus ditekan lewat obat, tetapi sumber penularan dibiarkan tetap hidup.

Apa yang Dimaksud “Penjaga Tatanan Sosial”?

Negara sebagai penjaga tatanan sosial berarti negara tidak netral terhadap perilaku yang merusak masyarakat. Penjagaan tatanan sosial dimulai dari:

1. Penetapan standar moral dan perilaku publik
Negara menetapkan dengan jelas perilaku apa yang dibenarkan dan apa yang membahayakan masyarakat, bukan menyerahkannya pada kebebasan individu semata.

2. Pencegahan sejak hulu, bukan hanya penanganan hilir
Akar masalah HIV bukan virus semata, melainkan perilaku seksual berisiko. Jika perilaku ini dibiarkan tumbuh, maka penularan akan terus terjadi, berapa pun anggaran kesehatan digelontorkan.

3. Ketegasan regulasi dan penegakan hukum
Negara berfungsi mencegah kerusakan sosial meluas dengan aturan yang tegas, bukan sekadar imbauan atau kampanye simbolik.

Dari Mana Menangani Akar Masalah HIV?

Menangani akar masalah HIV harus dimulai dari penataan perilaku sosial, bukan hanya penyediaan layanan medis. Upaya tersebut meliputi:
• Penghentian normalisasi perilaku seksual menyimpang di ruang publik.
• Edukasi berbasis nilai yang jelas tentang relasi manusia dan tanggung jawab sosial.
• Peran negara yang aktif dalam mencegah perilaku yang terbukti menjadi jalur utama penularan penyakit.
Tanpa langkah ini, kebijakan kesehatan akan terus tertinggal satu langkah di belakang virus.

Cermin Sejarah Khilafah Islam

Dalam sejarah Khilafah Islam, negara diposisikan sebagai raa’in (pengurus rakyat) sekaligus junnah (pelindung). Negara tidak hanya membangun rumah sakit (bimaristan) dan menyediakan layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjaga masyarakat dari perilaku yang membahayakan jiwa dan keturunan.

Pendekatan ini menjadikan pencegahan sebagai poros utama. Ketika perilaku yang merusak tatanan sosial dicegah secara sistemik, maka wabah penyakit tidak berkembang luas. Dengan demikian, kesehatan publik dijaga bukan hanya lewat pengobatan, tetapi melalui ketertiban sosial yang kuat.

Lonjakan kasus HIV di Batam adalah cermin kegagalan dalam menyentuh akar persoalan. Selama negara hanya berperan sebagai pengelola dampak, bukan penjaga tatanan sosial, maka HIV akan terus muncul dalam laporan tahunan. Batam membutuhkan keberanian kebijakan—yang tidak berhenti pada obat dan tes, tetapi berani menata ulang arah pencegahan sejak hulunya.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat

Tanah Ribath Media- April 08, 2026 0
Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat
Oleh: Salma Rafida (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Perayaan Idulfitri yang semestinya menjadi momentum kemenangan dan kebahagiaa…

Most Popular

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us