Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Straight News TEFI: Dalam Praktik Ekonomi Kapitalisme, Pelayanan Publik hanya sebagai Topeng
Straight News

TEFI: Dalam Praktik Ekonomi Kapitalisme, Pelayanan Publik hanya sebagai Topeng

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Menanggapi pernyataan PT. Pertamina Patraniaga bahwa terdapat 394 ribu nomor polisi telah diblokir karena terindentifikasi curang dalam pembelian BBM bersubsidi, Direktur The Economics Future Institute (TEFI), Dr. Yuana Tri Utomo, mengungkapkan praktik ekonomi kapitalisme adalah pelayanan publik hanyalah topeng untuk ngelabuhi rakyat.

"Pelayanan publik hanya kedok, hanya topeng untuk mengelabuhi rakyat. Inilah praktik ekonomi kapitalisme," tuturnya dalam Kabar Petang: 394 Ribu Kendaraan Diblokir Tak Bisa Lagi Beli Pertalite dan Solar Subsidi: Termasuk Punyamu? di kanal YouTube Khilafah News, Sabtu (22-11-2025).

Sebenarnya, jelas Yuana, pelayanan publik dalam bentuk apa pun, apakah sifatnya subsidi atau bantuan sosial menjadi tugas dan kewajiban negara.

"Tugas lo, kok disebut bantuan, tugas lo, kewajiban lo, kok disebut subsidi," sesalnya.

Seakan-akan, imbuhnya, negara memberikan kebaikan untuk rakyat. Padahal hal itu sudah menjadi kewenangan dan tugas mereka.

"Jadi ini tadi yang saya sebut sebagai topeng atau kedok semata," tegasnya kembali.

Menurutnya, Sumber Daya Alam (pertalite, Pertamax, baru bara, minyak bumi) dan semua yang terkandung di dalamnya adalah milik umat yang harus dikelola oleh negara sebagai tugas mengemban amanah mulia untuk melayani rakyat.

"Hasil pengelolaan itu digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jelasnya.

Kemudian, jelas Yuana, istilah subsidi tadi membentuk persepsi seakan-akan negara memberi kebaikan, bukan sedang menjalankan kewajiban.

"Istilahnya ini kedok saja untuk menutupi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," katanya. 

Belum lagi pemerintah berkata, sambungnya kembali, subsidi membebani anggaran. Padahal jika kekayaan itu dikelola sebaik-baiknya oleh negara, harga energi seharusnya tidak ditentukan oleh beban APBN. Akan tetapi ditentukan oleh biaya produksi ri'il.

"Berapa biaya produksi ri'ilnya itu?" ungkapnya dengan pertanyaan retoris.

Apalagi sekarang, kata Yuana, isunya harga itu ditentukan oleh pasar internasional. Nyata bahwa Kapitalisme global ini betul-betul mempengaruhi perekonomian nasional.

Narasi subsidi ini, terang Yuana, betul-betul menyesatkan publik. Bukan semata teknis anggaran, akan tetapi ini bagian dari pembodohan.

Terakhir, ia menegaskan bahwa semestinya narasi yang dibangun adalah negara sedang menjalankan kewajibannya.

"Narasi yang seharusnya digunakan itu negara bukan sedang memberi, tapi, negara sedang menjalankan kewajibannya," pungkasnya.[] Nur Salamah

Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us