Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Belajar dari Al Khoziny
Opini

Belajar dari Al Khoziny

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Okt, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Tini Sitorus
(Aktivis Dakwah)

TanahRibathMedia.Com—Gedung lantai tiga termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur ambruk pada Senin sore (29/9). Saat kejadian, ada ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjamaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Basarnas telah menuntaskan proses evakuasi pada Selasa (7/10). Data terakhir korban tewas mencapai 67 orang yang ditemukan termasuk delapan bagian tubuh. Total korban terevakuasi mencapai 171 orang, terdiri 104 korban selamat. Dari jumlah korban yang meninggal, baru 34 yang teridentifikasi (CNN Indonesia, rabu, 08-10-2025).

Analisis

Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo sebagai salah satu pondok pesantren tertua di Jawa Timur yang berlokasi di Jalan KHR Moh Abbas 1/18. Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Meski beberapa sumber menyebutkan pondok ini berdiri pada 1927. Kiai Slam Mujib, pengasuh Pesantren Buduran saat ini, menyatakan pesantran telah ada sekitar 1915-1920.

Karena pondok ini sudah lama berdiri dan melahirkan banyak ulama-ulama sehingga banyak wali santri yang menitipkan anaknya di pesantren ini. Santri semakin bertambah dari tahun ke tahun sehingga pembangunan pondok terus berjalan tanpa adanya perencanaan di awal.

Pembangunan pesantran Al Khoziny tidak ada perencanan di awal yang akan dibangun sampai 3 lantai. Ketika ditelusuri, pesantren tersebut awalnya hanya berdiri dua lantai saja. Tetapi santri makin bertambah, maka pihak pesantren membangun beberapa lantai tanpa melibatkan pakar teknik sipil, dan hanya ada tukang dan bantuan santri. Sehingga pengerjaan tidak sesuai aturan dan prosedur dalam perancangan pembanguan.

Tidak adanya pengawasan dan pemantauan pemerintah terhadap pendidikan padahal seharusnya dana pembangunan pondok pesantren harus sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini malah pemerintah berlepas tangan, sehingga pembangunan hanya didapat dari sedekah wali santri atau dana dari pribadi pemilik pesantren.

Padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam baik tambang emas, batu bara, nikel, minyak, gas dan tembaga yang akan disalurkan menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tetapi semua kekayaan tersebut tidak bisa membantu pembangunan dana pendidikan, padahal pejabat mendapatkan fasilitas yang mewah dan banyaknya pejabat yang korupsi bermiliaran bahkan triliunan, seperti mantan Mentri Pendidikan, Kebudayaan dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim ditetapkan kasus korupsi pengadaan laptop mencapai Rp1,98 1 Triliun.

Islam Solusinya

Dalam Islam, negara memiliki kewajiban dalam memberikan pendidikan yang gratis terhadap masyarakatnya, baik juga memberikan fasilitas yang cukup dan nyaman bagi pelajar sehingga anak hanya fokus belajar tanpa harus terlibat dalam membantu proses pembangunan.

Pelaksanaan pembangunan harus dilakukan dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab, menghindari penipuan dan kerusakan. Pembangunan gedung dalam Islam harus didasari niat yang tulus untuk kebaikan dan tidak untuk kesombongan, memperhatikan keselamatan penghuninya, kenyamanan serta tidak merusak lingkungan. Desain pembangunan harus menjamin keselamatan penghuninya dari bencana, serta memberikan kenyamanan bagi mereka melalui pencahanyaan dan sirkulasi udara yang baik. Desain rumah harus memenuhi kebutuhan penghuninya.

Pembangunan di dalam Islam lebih menitikberatkan pada konstruksi bangunan, waktu penyelesaian dan fasilitas pembanguan dan hendaknya korelasi dengan melibatkan yang ahli seperti ahli teknik sipil dan arsitektur. Sehingga menjamin kualitas pembangunan. Baik teknis sipil maupun arsitek keduanya sama-sama memperhatikan komponen penting seperti, biaya, mutu, dan waktu.

Orang yang melakukan suatu pekerjaan sangatlah dituntut untuk berlaku sesuai profesinya masing-masing dan peringatan keras bagi mereka yang tidak mengindahkan himbauan ini sebagaimana Rasulullah dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:
 “Jika sebuah urusan diberika kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
Wallahu a'lam bisshowab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us