Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Pembunuhan Jurnalis: Upaya Membungkam Genosida Palestina
Opini

Pembunuhan Jurnalis: Upaya Membungkam Genosida Palestina

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)

TanahRibathMedia.Com—Kalau kamu pikir jadi jurnalis itu cuma duduk manis ngetik berita sambil ngopi di sudut cozy newsroom, tunggu dulu. Di Gaza, jadi jurnalis itu sama artinya dengan bertaruh nyawa. Bukan karena mereka lagi liput konser rock ekstrem. Tapi karena mereka berani mengungkap kebenaran di tengah kobaran genosida. Dan untuk Zion*s Israel, kebenaran adalah musuh utama yang harus dihabisi.

Sudah lima jurnalis Al Jazeera dibunuh. Lima, bukan karena salah kostum di medan perang, tapi karena kamera mereka terlalu jujur menangkap kenyataan. Mereka memberitakan apa yang Israel ingin dunia lupakan bahwa ada jutaan manusia di Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak, yang setiap harinya dihantui bom, kelaparan, dan kematian.

Yang lebih parah, ini bukan cuma serangan acak. Ini strategi. Serangan sistematis buat membungkam suara-suara yang masih tersisa untuk Palestina. Jadi, jangan heran kalau Sekjen PBB pun ikut angkat suara. Bukan hanya dia, banyak lembaga, aliansi, media, bahkan warga sipil Israel sendiri yang turun ke jalan minta perang dihentikan. Artinya, dunia tahu ada yang salah. Tapi sayangnya, tahu aja nggak cukup.

Di saat dunia teriak #FreePalestine, Netanyahu malah datang bawa ide gila, yaitu relokasi warga Gaza. Lah, rakyat yang dari dulu hidup di tanahnya sendiri malah disuruh minggir? Ini udah bukan kekejaman biasa, ini udah masuk kategori genosida terang-terangan.

Sayangnya, suara dunia cuma berhenti di level "Mengutuk". Kutukan itu nggak cukup buat nutup luka yang setiap hari berdarah di Gaza. Apalagi kalau cuma ditulis pakai font kecil di bagian bawah media massa.
Sementara itu, para penguasa negeri Muslim? Masih sibuk diplomasi, gelar pertemuan, tapi nyawa rakyat Palestina terus berguguran. Pasukan? Jangan harap dikirim. Karena pemimpin mereka lebih takut kehilangan tahta daripada kehilangan saudara seiman.

Disandera oleh nasionalisme, dibutakan oleh cinta dunia, dan ditidurkan oleh “Proses damai”. Padahal umat udah bangun. Kita tahu, ini bukan cuma soal konflik wilayah. Ini soal penjajahan terang-terangan atas tanah penuh berkah. Ini tentang Masjidil Aqsha. Tentang kehormatan umat Islam yang diinjak-injak di depan mata.

Dan warga Gaza? Mereka mungkin kelaparan. Anak-anak mereka mungkin bersembunyi di balik reruntuhan. Tapi mereka nggak pernah menyerah. Kenapa? Karena mereka paham satu hal bahwa perjuangan mereka bukan buat viral, tapi buat ridha Allah.

Jurnalis dibunuh, tapi semangat rakyat Gaza nggak pernah padam. Karena mereka tahu, tanah suci itu bukan cuma tempat tinggal, tapi itu amanah dari Allah. Mereka akan istiqamah menjaga amanah itu, meski tanpa senjata canggih dan apa yang mereka pertahankan lebih mulia daripada jutaan pemimpin yang cuma bisa beretorika.

Maka tugas kita bukan cuma bersedih. Tapi bangkit. Bukan sekadar ngumpulin donasi, tapi menggerakkan umat. Bukan cuma posting, tapi berjuang bersama jamaah dakwah yang serius ingin tegaknya Khilafah Islamiah. Karena cuma khilafah yang punya kekuatan, keberanian, dan kewajiban untuk mengirimkan pasukan, bukan surat kecaman.

Dan ya, pembebasan Gaza itu bukan ilusi. Tapi perlu dua hal yang sekarang dilupakan, khilafah dan jihad fi sabilillah. Bukan teror, tapi perjuangan suci yang dilandasi syariat. Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 75, Allah Swt. berfirman,

“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah di antara laki-laki, wanita-wanita dan anak-anak…?” (TQS An-Nisa: 75)

Mereka menjerit. Dunia melihat. Tapi hanya umat Islam yang punya potensi untuk membebaskan mereka. Tapi itu cuma bisa terjadi kalau kita sadar bahwa perjuangan ini butuh sistem. Butuh kekuatan. Dan khilafah adalah jawabannya.

Maka, stop berharap pada konferensi. Jangan tunggu belas kasih penjajah. Yuk, bareng-bareng bangun kesadaran umat. Biar suara perjuangan nggak cuma terdengar, tapi juga bergerak. Karena selama umat ini masih hidup, kebenaran nggak akan pernah bisa dibungkam.

Kalau kamu masih bisa nulis status, berarti kamu masih bisa bantu perjuangan ini. Jangan biarkan suara Gaza padam bersama hilangnya jurnalis mereka. Sebar, suarakan, dan lawan pembungkaman ini.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us