Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Motivasi Pasrah ke Allah, Hati Tetap Ringan
Motivasi

Pasrah ke Allah, Hati Tetap Ringan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nabila Zidane
(Jurnalis)

TanahRibathMedia.Com—Sob, hidup itu kadang absurd, kadang manis, kadang bikin kita mikir, "Ya Allah, ini nikmat atau ujian ya?"
Tapi kalau mau jujur, hati yang ringan itu bukan datang dari drama atau orang lain, tapi dari kesadaran kita sendiri bahwa semua ada di tangan Allah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (TQS. At-Thalaq: 3)

Pasrah ke Allah itu bikin hidup lebih simpel, sob. Nggak perlu ribet mikirin masa depan yang belum datang, nggak perlu stres karena hal-hal yang nggak bisa kita kontrol. Kita cukup fokus sama nikmat yang ada, seperti anak-anak sehat, tubuh sehat, ada listrik, ada kuota, ada makanan enak di meja, alhamdulillah.
Rasulullah saw. mencontohkan ketenangan hati dalam kehidupan sehari-hari. Beliau bersabda,

“Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

Maknanya? Hati tenang itu bikin kita tetap elegan dan santai, biarpun hidup kadang penuh warna. Kita bisa senyum, ketawa, dan tetap tegar menghadapi semua hal. Ulama kontemporer seperti Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menekankan, tawakal dan kesabaran adalah senjata utama hati yang ingin bahagia dan ringan. Praktiknya sederhana tapi mujarab. 

Pertama, fokus ke nikmat kecil. Sarapan enak, matahari pagi, teh hangat, tawa anak-anak. Itu bikin hati nggak kosong. Bahkan hal sekecil aroma kopi pagi bisa bikin hati senyum tipis.

Kedua, jangan terlalu serius sama hal-hal yang nggak penting. Dunia ini cuma sekejap, sob. Drama kecil cukup dijadiin bahan ketawa receh. Misal, tumpukan cucian kayak gunung, tinggal bilang, “Waduh, Gunung Everest versi rumah.”

Ketiga, tertawa itu ibadah, serius. Hati ringan, maka ibadah pun ringan. Ketawa kecil bikin hormon bahagia naik, stres turun. Bonusnya garis senyum makin awet, kulit kendor pun nggak terlalu kerasa.

Keempat, hobi dan aktivitas. Membaca, menulis, jalan santai, atau scroll IG yang bikin senyum. Nikmat itu gratis tapi sering terlewat. Jangan sampai gadget cuma bikin panik dan tantrum, tapi bikin senyum juga bisa.

Hidup itu kayak kue cokelat. Kadang manis, kadang pahit, tapi kalau kita nikmatin potongan demi potongan, rasanya tetap lezat. Hati ringan itu kayak lapisan cokelat lembut, walau ada kacang keras di tengah, tetap bikin senyum.
Dan, inget, pasrah itu bukan berarti pasif. Pasrah itu berarti hati nyaman, pikiran tenang, dan jiwa tetap elegan. Kita fokus sama apa yang bisa kita nikmati sekarang, biar hidup nggak kebanyakan drama.

Al-Qur’an dan hadis selalu mengingatkan kita untuk bersyukur, karena nikmat yang kita lihat itu bukti kasih sayang Allah

“Dan Dia memberi rezeki kepada kalian dari apa yang kalian tidak sangka.” (TQS. At-Talaq: 3)

Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa bersyukur atas sedikit, Allah akan menambahinya.” (HR. Ahmad)

Maka, sob, tarik napas dalam, senyum tipis, dan bilang,

“Alhamdulillah, aku pasrah, aku bahagia.”
Nikmat kecil itu bisa bikin hati adem walau dunia lagi ramai dan ribet.

Oleh karena itu, hidup adalah tentang mencatat nikmat, lebih sering bersyukur, ikhtiar maksimal dan serahkan semua pada Allah. Nikmat yang ada di depan mata lebih berharga daripada angan-angan yang belum tentu datang. Jadi lapang dada, sabar, tenang dan tetap tersenyum elegan itulah cara hidup yang pasrah, tapi bahagia.
Via Motivasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us